Langsung ke konten utama

Dunia saya: Buku

Sumber: pixabay

Jika ditanya apa yang paling mendominasi hidup saya, jawabannya adalah “Buku”. Sebenarnya tidak ada hal lain yang mewarnai diri saya melebihi buku. Maka jika buku dihapuskan dari keseharian saya itu sama saja dengan menghapuskan setengah dari hal yang mengisinya.

Selain suami dan dua bocah kecil saya, maka hal yang mengisi hidup saya adalah membaca buku dan menulis ulasan buku. Maka jika ditanya jenis blog yang saya sukai adalah book blog. Ya blog yang membahas buku. Berisi ulasan buku, rekomendasi buku, atau apapun terkait dunia buku. Saya sendiri sebenarnya mengelola sebuah blog buku.


Ya saya (dulunya) adalah blogger buku, di laman https://atriadanbuku.blogspot.com/ , namun saat saya permanently pindah kembali kampung halaman saya di Sulawesi Barat blog saya akhirnya hiatus. Ini karena saat itu, tahun 2016, signal internet di tempat saya belum cukup baik untuk rutin meng-update blog. Saya pun pindah ke instagram. Instagram menjadi “mini book blog” saya.


Saya yang awalnnya dikenal sebagai book blogger, akhirnya menjadi bookstagram. Dan tidak lama setelah itu komunitas bookstagram menjadi booming. Penulis dan penerbit berlomba-lomba memanfaatkan platform instagram untuk mempromosikan buku. Semakin banyak book blogger yang ikut menjadi bookstagram.

Jika ada yang bertanya bagaimana masa depan book blog dengan keberadaan instagram, maka jawaban saya, “Kau tak akan terganti” *sambil nyanyi*. Ini karena sesungguhnya blog memiliki kelebihan dibandingkan instagram. Salah satunya adalah ia lebih mudah ditemukan dalam mesin pencari seperti “google”, “yahoo search”, dsb.

Selain itu instagram cenderung segmented. Juga dalam hal penulisan memiliki keterbatasan sehingga ulasan menjadi sangat terbatas. Meskipun sejumlah bookstagram sudah mengakalinya dengan daily review namun tetap saja sensasi dan ketersampaiannya berbeda dengan blog. Hingga kini penerbit dan penulis lebih antusias bekerja sama dengan blogger yang juga aktif jadi bookstagram.

Ah, rasanya rindu untuk menulis ulasan di blog. Di awal tahun 2018 salah satu resolusi saya adalah bisa menulis di blog secara konsisten. Sayangnya itu hanya menjadi wacana karena kelahiran anak kedua. Maka kini, tanpa menunggu tahun berganti saya menetapkan resolusi baru unruk rutin menulis di dua blog kesayangan saya: filosofi landak (blog ini) dan My Little Library (blog buku saya).

Komentar

  1. MYDRAKOR download di GooglePlay gratis, MYDRAKOR sajian film drama korea terbaru dan terupdate, banyak film drama korea pilihan di MYDRAKOR, sekarang bisa nonton di layar hp, dimanapun kamu berada dan tidak terlewatkan drama kesukaanmu.

    https://play.google.com/store/apps/details?id=id.mydrakor.main

    https://www.inflixer.com/

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…