Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Meneladani Sang Dewi

Saya adalah perempuan Mandar[1]. Kedua orang tua saya asli Mandar. Meski hampir seluruh hidup saya dihabiskan di tanah rantau, namun orang tua saya selalu berusaha membesarkan kami dengan nilai-nilai dan budaya Mandar. Dalam budaya Mandar, perempuan harus bisa mandiri. Ini karena dalam budaya Mandar ada yang namanya Sibali parri’ . Budaya ini menempatkan perempuan dan laki-laki sebagai pasangan yang saling berbagi beban. Laki-laki Mandar dulunya sebagian besar berprofesi sebagi nelayan. Dan saat suami melaut, istrinya akan mencari penghidupan dengan menenun sarung Mandar dan menjualnya. Sambil mengurus rumah dan anak istri pun harus ikut berjuang memenuhi kebutuhan ekonomi.
Karenanya saat saya mengemukakan keinginan untuk melanjutkan pendidikan, orang tua saya pun setuju. Saya kemudian melanjutkan kuliah ke Bandung. Di kota inilah saya seolah menemukan diri saya yang baru. Saya merasa bahwa Allah menempatkan saya di kota Bandung untuk belajar dan terinspirasi dari nilai-nilai perjua…

Dunia saya: Buku

Jika ditanya apa yang paling mendominasi hidup saya, jawabannya adalah “Buku”. Sebenarnya tidak ada hal lain yang mewarnai diri saya melebihi buku. Maka jika buku dihapuskan dari keseharian saya itu sama saja dengan menghapuskan setengah dari hal yang mengisinya.
Selain suami dan dua bocah kecil saya, maka hal yang mengisi hidup saya adalah membaca buku dan menulis ulasan buku. Maka jika ditanya jenis blog yang saya sukai adalah book blog. Ya blog yang membahas buku. Berisi ulasan buku, rekomendasi buku, atau apapun terkait dunia buku. Saya sendiri sebenarnya mengelola sebuah blog buku.

Ya saya (dulunya) adalah blogger buku, di laman https://atriadanbuku.blogspot.com/ , namun saat saya permanently pindah kembali kampung halaman saya di Sulawesi Barat blog saya akhirnya hiatus. Ini karena saat itu, tahun 2016, signal internet di tempat saya belum cukup baik untuk rutin meng-update blog. Saya pun pindah ke instagram. Instagram menjadi “mini book blog” saya.

Menyapa Kembali Blog Ini

Sangat malu rasanya saat melihat bahwa postingan terakhir di blog ini bertanggal 19 Desember 2016. Hampir 2 tahun “rumah kata” ini saya abaikan. Saya bisa saja menyalahkan situasi. “Saya baru saja memasuki fase baru dalam hidup saya. Menjadi Ibu!” 
Namun tidak berarti meninggalkannya selama 2 tahun menjadi benar. Sebab saat memandang kembali lingkungan di sekitar saya, saya menemukan perempuan lain yang tetap produktif seperti Mbak Dini Ftiria, penulis novel Seri Cinta: Muhasabah Cinta, Hijrah Cinta, dan Islah Cintayang diterbitkan oleh Falcon Publishing. Mbak Dini masih sibuk menulis, menjadi pembicara, dan bahkan traveling sambil menggendong bayi kecilnya. MasyaAllah. Melihatnya saya merasa saya bukanlah perempuan yang tangguh.


Dan saat menulis ini saya kembali menanyakan ke diri saya, “Untuk apa saya membuat blog ini?” Sejujurnya ini adalah blog ke sekian yang saya buat. Sejak SMA (sekitar 10 tahun lalu) saya membuat blog dan selalu gagal untuk mengisinya dengan rutin. Bahkan selalu …