Kamis, 19 Februari 2015

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Untukmu yang Terluka di Masa Lalu



Dear Kinanthi,

Aku tahu kadang tidak mudah mengobati luka hati. Namun apakah 15 tahun tidak terlalu lama untuk sebuah proses menerima dan memaafkan. Bukan..bukan memaafkan Satria, laki-laki yang kau jatuhi cinta untuk pertama kali. Jelas dalam hal ini, dialah yang harus meminta maaf.

Yang aku maksud adalah proses memaafkan diri sendiri. Proses merelakan yang sudah terjadi. Tidakkah kamu lelah memendam sakit hati? Tidakkah kamu merasa langkahmu diberatkan oleh penyesalan?

Kinan, coba lihat kembali sosok Kinan remaja. Berhakkah kamu membiarkan dia dan dirimu dibelenggu oleh masa lalu? Kinan memang pernah hilang arah. Bahkan kehilangan dirinya sendiri. Mewujud menjadi sosok orang lain demi pria yang dia pikir dicintainya. Ia pun melakukan sebuah kesalah besar dengan memberikan apa yang tidak seharusnya ia berikan. Sebuah kehormatan yang seharusnya ia jaga untuk lelaki di masa depannya.

Tapi Kinan, bahkan Tuhan pun selalu bisa memaafkan. Bagaimana mungkin kamu tidak? Kenapa kamu selalu menguak rasa bersalah Kinan remaja? Memaksa dirimu menanggung beban itu bertahun-tahun?

Kinanthi, sudah waktunya kamu merelakan masa lalumu. Setakut apapun kamu. Kamu harus meraih masa depanmu.

Bukankah kini kamu berhasil menjadi dokter? Ada nyawa-nyawa yang berhasil kamu selamatkan kehidupannya. Ada kebahagiaan yang berhasil kamu kembangkan dalam kehidupan pasien-pasienmu. Ada pula harapan yang berhasil kamu pupuk dan kamu buat mekar di hati pasienmu. Lantas masih bisakah kamu merasa marah pada dirimu sendiri.

Kamu boleh saja berpikir tidak ada orang yang mencintaimu dengan tulus. Tapi coba lihat kembali.
Bagaimana mungkin orang lain bisa mencintaimu jika kamu sendiri belum bisa mencintai dirimu?

Kinan, sudah waktunya melangkah ke depan. Tinggalkan semua sakit hati, marah, dan penyesalanmu di belakang. Kamu sudah membawanya selama 15 tahun. Kini bebaskan hatimu. Biarkan ia menemukan cinta yang baru. Mungkin tidak akan selalu diisi dengan bahagia, tapi paling tidak akan ada bahagia yang datang. Tidak seperti sekarang, bahkan untuk merasakan hatimu menghangat saja kamu tak berani.

Ayo, Kinan. Keluarlah dari sangkar yang kau bangun sendiri untuk hatimu itu. Biarkan ia kembali merasakan cinta. Berbahagialah. Sebab dengan berbahagia, luka hatimu perlahan-lahan akan terobati.

Percayalah. Jika kini kau mau membuka mata dan hatimu serta belajar mencintai dirimu sendiri, kau akan melihat seberapa banyak orang yang mencintaimu. Mereka selama ini selalu ada di dekatmu. Mendukungmu. Menunggumu berbahagia.

With Love

Atria
Seorang yang membaca kisahmu


P.s: Kinanthi adalah sosok yang diciptakan Dy Lunaly dalam novelanya di buku “Stalking #CrazyLove”. Sosok Kinanthi ini sempat kehilangan jati dirinya sendiri demi disukai oleh orang yang ia sukai


1 komentar:

  1. Bunch of thank you, dear!
    I love your letter so much and wish Kinan read it :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)