Rabu, 18 Februari 2015

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Untukmu Pejuang Tugas Akhir

Pertanyaan paten seumur hidup dan urutannya adalah sebagai berikut

"Kapan lulus?" - - - > "Kapan nikah?" - - - -> "Kapan punya anak?" - - - > dst

 Masih berada di bagian pertanyaan pertama biasanya dapat lebih banyak tuntutan. Dengan posisi sebagai mahasiswa abadi, nggak cuma orang tua yang sibuk menanyai. Semakin banyak lingkungan pergaulan, semakin banyak daftar penanya. Mulai dari gebetan sampai teman komunitas tiap kali bertemu kembali setelah cukup lama berpisah pasti akan bertanya, “Kapan lulus?”

Bagimu, para pejuang tugas akhir, kamu tak sendiri. Aku pun tengah mengalami. Bukan hal mudah menahan malu (dan sesekali sakit hati) saat orang dengan wajah kaget yang bisa dibaca sebagai “Demi apa, kamu belum lulus sampai sekarang?”. Saat sibuk dengan hal lain selain tugas akhir, maka tidak jarang muncul sindirian dari mama-papa, kakak, paman, bibi dan atau calon suami. (-_-“)

Seringnya sih kondisi ini akan berujung pada rasa tertekan. Tapi kini, aku percaya itu hanya karena mereka terlalu peduli. Dan sebaiknya, untuk mengakhiri salah satu penderitaan dunia maka yang harus dilakukan memang menambah semangat untuk menyelesaikan tugas akhir.

Yah, meski setelah wisuda pun pertanyaan berikut yang muncul adalah “Kapan kawin?”, “Udah punya calon belum?”, “Kalau jomblo terus, kapan nikahnya?”

Hm..paling tidak salah satu dari daftar pertanyaan neraka itu bisa kita coret dan lebih fokus untuk menyiapkan diri menjawab pertanyaan berikutnya. Ha..ha..

Jadi, untukmu para pejuang tugas akhir. Mari membulatkan tekad untuk mengakhiri pertanyaan pertama itu.
Dan maaf untuk surat absurd dan penuh curhatan pribadi ini (^_^)v

Dengan penuh perjuangan,
Atria
Pejuang Tugas Akhir


1 komentar:

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)