Langsung ke konten utama

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Day 7: Untukmu, Manusia Landakku

Teruntuk Landak-2ku,
Hai apa kabarmu?
Tidak menyangka kedatangan surat ini?
He..he..
Semoga ini menjadi hadiah kecil untukmu

Entah kenapa aku merasa ingin merekammu dalam kata.
Aku ingin menyemangatimu dalam kata. Mengalahkan jarak yang membentang di antara kita.
Berharap apapun yang tengah kamu alami, surat ini bisa memaksimalkan semangat dan perjuanganmu.

Hm.. Aku ingin mengajakmu bernostalgia tentang hal yang mendekatkan kita. Ingatkah awal kita saling memanggil landak?
Mari memutar lagi adegan itu di kepala ini.

Siang itu, guru yang seharusnya datang mengajar sedang berhalangan hadir. Kita memilih duduk di kursi kayu yang ada di koridor. Dengan (sok) bijak membahas tentang hubungan antarmanusia. Kita kemudian menyimpulkan bahwa demi kenyamanan, tetap harus ada jarak aman dengan orang lain. Ini yang kemudian kita sebut sebagai filosofi landak. Bahwa hubungan antarlandak itu unik. Agar tidak saling melukai, mereka harus menemukan jarak yang tepat agar tak saling melulkai.

Sejak itu kita mulai mendefinisikan berbagai sifat yang kita sebut sifat landak. Sikap yang berhati-hati dalam mempercayai orang lain. Kemandirian karena tak ingin terlihat lemah. Ha.. Ha.. Dan berbagai sifat lain yang membuat orang lain sulit memahami kita.

Di moment ini aku sering merasa, paling nggak ada satu orang lain yang memahami sisiku ini.

Karenanya aku merindukan sesi obrolan kita. Curhat random. Padahal pergaulan kita pada dasarnya berbeda. Kamu punya kawan akrabmu sendiri begitu pun diriku. Tapi di masalah tertentu kita akan saling mencari untuk melihat masalah dalam sudut pandang seorang landak. :D *ini seperti berbagi rahasia ya.. Dan sekarang aku mengumumkannya ke publik*

Sudah berapa kita tak bertemu ya? Namun hadirmu jelas tak kan ada yang mengganti. Selamanya hanya akan ada seorang landak dua.

Adakah kau merindukanku? Percayakah kau bahwa semua filosofi landak itu masih memenuhi isi kepalaku dan mempengaruhi sudut pandangku. Adakah kau merasa yang sama?

Ah, semoga aku bisa segera bertemu denganmu. Banyak tumpukan cerita yang ingin kubagi denganmu.

Bolehkah aku berharap kau akan membalas surat ini?

With Love,

Landak Satu

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…