Kamis, 05 Februari 2015

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Day 7: Untukmu, Manusia Landakku

Teruntuk Landak-2ku,
Hai apa kabarmu?
Tidak menyangka kedatangan surat ini?
He..he..
Semoga ini menjadi hadiah kecil untukmu

Entah kenapa aku merasa ingin merekammu dalam kata.
Aku ingin menyemangatimu dalam kata. Mengalahkan jarak yang membentang di antara kita.
Berharap apapun yang tengah kamu alami, surat ini bisa memaksimalkan semangat dan perjuanganmu.

Hm.. Aku ingin mengajakmu bernostalgia tentang hal yang mendekatkan kita. Ingatkah awal kita saling memanggil landak?
Mari memutar lagi adegan itu di kepala ini.

Siang itu, guru yang seharusnya datang mengajar sedang berhalangan hadir. Kita memilih duduk di kursi kayu yang ada di koridor. Dengan (sok) bijak membahas tentang hubungan antarmanusia. Kita kemudian menyimpulkan bahwa demi kenyamanan, tetap harus ada jarak aman dengan orang lain. Ini yang kemudian kita sebut sebagai filosofi landak. Bahwa hubungan antarlandak itu unik. Agar tidak saling melukai, mereka harus menemukan jarak yang tepat agar tak saling melulkai.

Sejak itu kita mulai mendefinisikan berbagai sifat yang kita sebut sifat landak. Sikap yang berhati-hati dalam mempercayai orang lain. Kemandirian karena tak ingin terlihat lemah. Ha.. Ha.. Dan berbagai sifat lain yang membuat orang lain sulit memahami kita.

Di moment ini aku sering merasa, paling nggak ada satu orang lain yang memahami sisiku ini.

Karenanya aku merindukan sesi obrolan kita. Curhat random. Padahal pergaulan kita pada dasarnya berbeda. Kamu punya kawan akrabmu sendiri begitu pun diriku. Tapi di masalah tertentu kita akan saling mencari untuk melihat masalah dalam sudut pandang seorang landak. :D *ini seperti berbagi rahasia ya.. Dan sekarang aku mengumumkannya ke publik*

Sudah berapa kita tak bertemu ya? Namun hadirmu jelas tak kan ada yang mengganti. Selamanya hanya akan ada seorang landak dua.

Adakah kau merindukanku? Percayakah kau bahwa semua filosofi landak itu masih memenuhi isi kepalaku dan mempengaruhi sudut pandangku. Adakah kau merasa yang sama?

Ah, semoga aku bisa segera bertemu denganmu. Banyak tumpukan cerita yang ingin kubagi denganmu.

Bolehkah aku berharap kau akan membalas surat ini?

With Love,

Landak Satu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)