Rabu, 04 Februari 2015

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Day 6: Untukmu Penulis Kesayanganku



Dear Dy Lunaly,

Lucu rasanya menulis surat cinta ini sedangkan dirimu sedang duduk di depanku. Celotehmu memenuhi gendang telingaku. Dan satu hal, aku tidak bisa berhenti memanggilmu dengan panggilan Mbak Dy meskipun aku sudah mengenalmu lebih dekat. Ini karena aku mengenalmu pertama kali lewat karyamu.

Ya, seorang blogger buku sering kali mengenal seseorang awalnya hanya karena karyanya. Dan suatu hari ketika Allah menakdirkan aku pun berkesempatanmu mengenalmu langsung. (^_^)
Ingatkah pertemuan pertama kita? Lupa? Apa sih yang tidak Mbak Dy lupakan? :p

Mari kuingatkan? Pertemuan pertama kita adalah saat Mbak Dy mengisi kelas Akademi Bercerita Bandung. Dirimu yang lugas dan sedikit malu-malu berbagi tentang tips menulis membuatku menahan senyum. Ha..ha.. *murid yang jahat* Setelah itu, aku meracunimu untuk membeli buku dan membuat member di Rumah Buku. Dengan iming-iming diskon. Ha..ha..

Setelah berbelanja, aku pun mengajakmu duduk cantik di sebuah kafe terdekat. Awalnya demi charger dan WiFi, ternyata bukannya sibuk dengan laptop masing-masing seperti rencana kita semua, kita malah bergosip. Ha..ha..

Mulai dari gosip tentang dunia penerbitan dengan berbagai dinamikanya, tentang buku-buku yang keren bagi kita hingga berujung pada curhatan pribadi. Tentang hubungan dengan mantan *dalihnya sih karena kita lagi ngebahas buku baru berjudul Mantan yang memuat tulisan Mbak Dy* Ha..ha.. Aneh ya. Kok bisa dipertemuan pertama obrolan seperti itu muncul. Sungguh sebuah perkenalan yang hebat (^_^)

Setelah itu ada kejadian lucu tentang taksi yang Mbak pakai untuk ke travel karena harus segera ke Jakarta. Taksi itu kita stop bersama dan tanpa ba-bi-bu lagi langsung ditumpangi oleh Mbak. Kita lupa bertanya tentang argo. Dan ternyata pak supirnya sedang butuh uang, sehingga seenaknya mengenakan argo preman. Ha..ha.. Maaf ya, mbak (>_<) aku tak berpengalaman tentang taksi, maklum diriku hanya seorang angkoters.

Dan setelah itu, obrolan kita berkembang sampai akhirnya Mbak Dy pindah untuk menetap di Bandung. Setelah itu, persahabatan ini pun terjalin.

Aku menyukai setiap diskusi kita. Sesi nginep di rumah Mbak Dy pun sangat menyenangkan. Begadang demi membahas buku, jodoh dan sebagainya. Sampai akhirnya aku menyerah dan jatuh tertidur duluan. Sedangkan dirimu lanjut membaca salah satu seri Supernova. Lucunya, begitu aku terbangun pagi hari, dirimu langsung menumpahkan semua pendapatmu tentang buku tersebut. Ha..ha.. Pasti menunggu semalaman ya agar bisa ngomel-ngomel.

Hm..di surat ini aku mau ngucapin, terima kasih untuk semua waktu menyenangkan yang kita lewati. Terima kasih untuk hadiah buku yangb bertumpuk-tumpuk darimu. Kalau mau ngosongin rak buku, aku harus jadi nama pertama yang terlintas ya ;)

Maaf jika belum bisa jadi teman yang baik. Maaf jika sering kali tanggapanku cukup sadis untuk “calon bayimu”. Aku percaya, Mbak Dy paham bahwa itu karena aku mau orang-orang  jatuh cinta pada karya, Mbak (^_^)

Ingat, jangan lupa target 2015 ini. Terbitkan buku Best Seller (^_^)9
Aku akan menjadi salah satu pendukungmu ;)

With Love

Atria
Perempuan yang akhir-akhir ini merecoki waktumu

Aku & Mbak Dy :*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)