Langsung ke konten utama

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Day 4: Surat untuk Stiletto Book




Tahu gak, aku adalah perempuan yang seumur hidup frekuensi memakai stiletto-nya masih bisa dihitung dengan sepuluh jari tangan. Sejak kecil, aku tumbuh sebagai perempuan dengan sisi kelaki-lakian yang cukup dominan. Lebih memilih main bola daripada boneka. Lebih suka berkumpul dengan teman laki-laki daripada perempuan. Namun, seperti yang selalu dikatakan oleh kalimat bijak, bahwa waktu akan mengubah segalanya. Bahwa yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri.

Banyak hal yang berubah hingga aku menikmati kehidupan sebagai perempuan dengan semua logika dan perasaan-perasaan umum yang meliputinya. Perubahan ini pun mempengaruhi hobby membacaku. Aku awalnya menyukai bacaan dengan genre detektif dan petualangan. Lama kelamaan aku pun menikmati membaca romance. Menyukai mimpi-mimpi manis yang dibagikan oleh para penulis tentang cinta yang indah.

Di tahun 2013, saat aku memulai blog bukuku (www.atriadanbuku.blogspot.com), aku berkesempatan mengenal penerbit Stiletto. Satu kenangan yang tidak aku lupakan adalah sambutan positif yang diberikan oleh Stiletto atas link-link review-ku. Selain itu di tahun 2014, aku berkesempatan mengadakan giveaway dengan menggandeng sejumlah penulis Stiletto, di antaranya adalah Mbak Triani Retno, Mbak Eva Sri Rahayu, dan Mbak Herlina P Dewi. Satu lagi moment yang cukup berkesan bagiku, saat sebuah direct message muncul di akun twitter milikku. Pesan ini datang dari akun twitter Stiletto (@stiletto_book) yang mengajakku mengadakan blogtour untuk buku baru terbitannya, Finally You karya Mbak Dian Mariani.

Bagiku itu adalah sebuah pencapaian tersendiri. Sebuah pengakuan bagi sesuatu yang kulakukan dengan penuh cinta. Yup, menjadi blogger menjadi sebuah jalan bagi dua hal yang kucintai bertemu: membaca dan menulis. Itu sebabnya, ketika Stiletto datang dan menawarkan kerjasama aku pun merasakan sebuah kebanggaan. Aku tidak lagi menjadi sosok yang tak terlihat dalam dunia perbukuan di Indonesia yang luas dan besar. Aku merasakan bahwa kecintaanku pada buku membawaku pada kehidupan yang semakin berwarna.

Pengalaman ini pun memberi aku kesenangan tersendiri karena membuka pintu yang lebar untuk mengenal lebih banyak penulis. Selain itu, sejak berkenalan dengan seri chicklit di moment saat Stiletto mengadakan diskon besar-besaran, aku dibuat menikmati kisah-kisah ringan khas perempuan. Salah satu favoritku adalah Dunia Trisa yang ditulis oleh Eva Sri Rahayu. Ini juga menjadi moment pertamaku berkenalan dengan seorang penulis kembar. Dan dikemudian hari, perkenalan ini menjadi kesempatan pertama untuk mengadakan giveaway di blog bukuku. 

http://photos-b.ak.instagram.com/hphotos-ak-xap1/t51.2885-15/1169955_1385460755047153_1002464301_n.jpg
salah satu sesi belanjaku di diskon besar-besaran Stiletto Book

Dan kini aku terus menerus menikmati membaca terbitan Stiletto. Logika berpikir tokoh-tokoh yang ditampilkannya memang benar-benar “perempuan banget”. Bahkan kadang membuatku berpikir, “Iiihhh kalimat ini iya banget. Iya nih, perempuan emang gak suka diginiin?!” Dan kini aku perhatikan Stiletto mulai semakin banyak menerbitkan karya-karya yang sangat perempuan dan bermanfaat bagi perempuan Indonesia. Bahkan kini setiap bulan, karya-karya baru diterbitkan oleh Stiletto.

Aku selalu merasa bahwa bagiku Stiletto menjadi sebuah pijakan yang meningkatkan percaya diriku. Kepercayaannya, apresiasi positifnya, menumbuhkan perasaan “Aku mampu?!” dalam diriku. Dan aku rasa ada pula sejumlah orang lain di luar sana yang merasakan hal yang sama. 

Terima kasih, atas dukunganmu Stiletto. Jaya terus dan sukses terus ya *kiss n hug*
With Love,

Atria
Seorang Blogger Buku


 Surat untuk Stiletto

Komentar

  1. whooaaahhh koleksinya udah banyaak ya mbak :)

    BalasHapus
  2. Waw setelah baca ini jadi makin penasaran sama buku-buku Stiletto

    BalasHapus
  3. Hallo Atria.... Ih terharu deh bacanya. Makasih ya sudah menjadikan Stiletto Book sebagai teman. Dan makasih juga sudah sering "direpotin" Stiletto Book. Btw, kok banner SBC nggak dipasang nih? Hahaaay. Semoga kita bisa menjalin persahabatan dengan awet.

    xoxo

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…