Langsung ke konten utama

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Day 3: Untukmu, Perempuan yang Mencintai Landak



Dear pengantin baru yang cantik,

Ha..ha.. entah berapa lama panggilan ini bisa kusematkan padamu. Kakak yang cerdas yang semangatnya selalu menggebu. Perempuan cekatan dengan kecerdasan yang terpancar kuat.

Pertama kali bertemu denganmu aku selalu berpikir, “Kenapa perempuan ini selalu menemukan sesuatu yang bisa ditanyakan?” Ini wajar karena sepanjang diklat jurnalistik yang kita ikuti bersama, kakak selalu bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam setiap sesi materi. Bahkan di materi yang paling membosankan sekalipun. Aku perempuan yang tidak bisa diam malah sibuk keluar masuk ruangan agar bisa membunuh kantuk yang menyerang dan melepas kebosanan.

Aku ingat, hal yang selalu membuatmu penasaran. Entah bagaimana kakak selalu saja menyimpan ketertarikan lebih pada kisah cinta yang kulaui dengan seorang pria dengan inisial F di depannya. Bagimu hubungan kami menjadi sebuah inspirasi tersendiri bagimu. Entah inspirasi macam apa yang bisa kakak temukan dari hubungan itu. Ha..ha.. Satu-satunya orang yang selalu percaya kami akan bersama selamanya hanyalah dirimu. Seperti untuk yang satu ini kakak harus  mengakui kepada dunia bahwa kakak sudah membuat kesimpulan yang salah (^_^)

Tapi sungguh, kepedulian kakak akan hal itu malah menjadi pengobat saat hubungan yang berjalan 3 tahun itu berakhir. Keyakinan kakak pada kemampuan bertahanku kadang membuatku bertanya-tanya, “Sekuat apa aku dihadapan kakak ini sampai ia sangat meyakini ketegaranku?” Tapi sungguh aku ingin berterima kasih yang sebesar-besarnya pada kakak yang selalu menguatkan aku melalui keyakinan itu.


Hm..satu hal lain yang juga aneh menurutku yaitu ketertarikan kakak pada filosofi landak yang sejak SMA kupahami bersama seorang teman. Aku si Landak satu dan temanku si Landak dua sebenarnya bukan siapa. Bagi kami filosofi landak adalah sesuatu yang terbentuk sendiri dari diri kami. Yup, filosofi yang pada dasarnya hanya berhubungan tentang pola hubungan manusia. Bahwa kadang untuk bisa terus dekat, manusia harus menemukan jarak yang tepat agar tidak saling melukai. Hal yang dilakukan oleh landak secara alami.

Mendadak, saat tanpa sengaja kakak mengenal Landak Dua-ku, aku diberondong oleh pertanyaan yang penuh dengan rasa ingin tahu. Hingga dengan lugas kakak berkata ingin menjadi seorang landak juga. Ini mengagetkan aku dan Landak Dua. Kami tidak pernah berpikir bahwa ini akan menjadi sebuah komunitas. Kami biasa menyimpan ini sebagai cerita milik kami sendiri. Hingga kini keluarga landak ini masih saja terasa aneh. Ha..ha..

Di luar itu semua, aku selalu suka pada optimisme dan semangat kakak. Selalu suka pada cara kakak menyayangiku. Cara kakak meyakini kekuatan dan ketegaranku. Aku paling suka cara kakak mencintai kami para landak. Padahal jika orang lain tahu tentang kami, biasanya mereka hanya akan mengernyit aneh pada keanehan karakter dan pola pikir kami. Tetaplah sepositif itu ya,kak. Bisa jadi itu menyelamatkan orang lain tanpa kakak sadari. 

Melalui surat ini, aku juga mau minta maaf. Maaf tidak bisa menghadiri pernikahan kakak. Maaf tidak selalu menjadi teman yang baik. Maaf selalu memenuhi notifikasi facebook kakak. He..he.. Dan terima kasih selalu menjadi Fitri Ananda Baso yang hebat dan ceria. :*

Berbahagialah karena sudah menemukan landakmu sendiri. Menemukan laki-laki yang bisa menemanimu dalam jarak yang tepat dan telah berkomitmen seumur hidup denganmu. Semoga kalian diberi sakinah, mawaddah, dan rahmah ya.

Tunggu kedatanganku ya, kak. Doakan kali ini kita bertemu bukan dengan cerita patah hati dariku melainkan kabar gembira dariku (^_^)

With Love

Landak satu a.k.a Atria

masihkah kakak ingat saat pertama keluarga landak berkumpul? ;)



Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…