Minggu, 01 Februari 2015

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Day 3: Untukmu, Perempuan yang Mencintai Landak



Dear pengantin baru yang cantik,

Ha..ha.. entah berapa lama panggilan ini bisa kusematkan padamu. Kakak yang cerdas yang semangatnya selalu menggebu. Perempuan cekatan dengan kecerdasan yang terpancar kuat.

Pertama kali bertemu denganmu aku selalu berpikir, “Kenapa perempuan ini selalu menemukan sesuatu yang bisa ditanyakan?” Ini wajar karena sepanjang diklat jurnalistik yang kita ikuti bersama, kakak selalu bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam setiap sesi materi. Bahkan di materi yang paling membosankan sekalipun. Aku perempuan yang tidak bisa diam malah sibuk keluar masuk ruangan agar bisa membunuh kantuk yang menyerang dan melepas kebosanan.

Aku ingat, hal yang selalu membuatmu penasaran. Entah bagaimana kakak selalu saja menyimpan ketertarikan lebih pada kisah cinta yang kulaui dengan seorang pria dengan inisial F di depannya. Bagimu hubungan kami menjadi sebuah inspirasi tersendiri bagimu. Entah inspirasi macam apa yang bisa kakak temukan dari hubungan itu. Ha..ha.. Satu-satunya orang yang selalu percaya kami akan bersama selamanya hanyalah dirimu. Seperti untuk yang satu ini kakak harus  mengakui kepada dunia bahwa kakak sudah membuat kesimpulan yang salah (^_^)

Tapi sungguh, kepedulian kakak akan hal itu malah menjadi pengobat saat hubungan yang berjalan 3 tahun itu berakhir. Keyakinan kakak pada kemampuan bertahanku kadang membuatku bertanya-tanya, “Sekuat apa aku dihadapan kakak ini sampai ia sangat meyakini ketegaranku?” Tapi sungguh aku ingin berterima kasih yang sebesar-besarnya pada kakak yang selalu menguatkan aku melalui keyakinan itu.


Hm..satu hal lain yang juga aneh menurutku yaitu ketertarikan kakak pada filosofi landak yang sejak SMA kupahami bersama seorang teman. Aku si Landak satu dan temanku si Landak dua sebenarnya bukan siapa. Bagi kami filosofi landak adalah sesuatu yang terbentuk sendiri dari diri kami. Yup, filosofi yang pada dasarnya hanya berhubungan tentang pola hubungan manusia. Bahwa kadang untuk bisa terus dekat, manusia harus menemukan jarak yang tepat agar tidak saling melukai. Hal yang dilakukan oleh landak secara alami.

Mendadak, saat tanpa sengaja kakak mengenal Landak Dua-ku, aku diberondong oleh pertanyaan yang penuh dengan rasa ingin tahu. Hingga dengan lugas kakak berkata ingin menjadi seorang landak juga. Ini mengagetkan aku dan Landak Dua. Kami tidak pernah berpikir bahwa ini akan menjadi sebuah komunitas. Kami biasa menyimpan ini sebagai cerita milik kami sendiri. Hingga kini keluarga landak ini masih saja terasa aneh. Ha..ha..

Di luar itu semua, aku selalu suka pada optimisme dan semangat kakak. Selalu suka pada cara kakak menyayangiku. Cara kakak meyakini kekuatan dan ketegaranku. Aku paling suka cara kakak mencintai kami para landak. Padahal jika orang lain tahu tentang kami, biasanya mereka hanya akan mengernyit aneh pada keanehan karakter dan pola pikir kami. Tetaplah sepositif itu ya,kak. Bisa jadi itu menyelamatkan orang lain tanpa kakak sadari. 

Melalui surat ini, aku juga mau minta maaf. Maaf tidak bisa menghadiri pernikahan kakak. Maaf tidak selalu menjadi teman yang baik. Maaf selalu memenuhi notifikasi facebook kakak. He..he.. Dan terima kasih selalu menjadi Fitri Ananda Baso yang hebat dan ceria. :*

Berbahagialah karena sudah menemukan landakmu sendiri. Menemukan laki-laki yang bisa menemanimu dalam jarak yang tepat dan telah berkomitmen seumur hidup denganmu. Semoga kalian diberi sakinah, mawaddah, dan rahmah ya.

Tunggu kedatanganku ya, kak. Doakan kali ini kita bertemu bukan dengan cerita patah hati dariku melainkan kabar gembira dariku (^_^)

With Love

Landak satu a.k.a Atria

masihkah kakak ingat saat pertama keluarga landak berkumpul? ;)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)