Langsung ke konten utama

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Day 11: Untukmu Brownie

Untukmu si cokelat kesayangan,
Khusus hari ini aku membiarkamu sendiri. Memberimu ruang untuk beristirahat sebelum esok hari aku datang bersama setumpuk paksaan. Membuatmu tidak mampu menolak menemaniku. 

Ah, ingatkah perkenalan pertama kita di 2011? Saat kamu datang menemaniku menuliskan setiap kata demi menggenggam selembar ijazah. Menemaniku mengerjakan skripsi yang sempat kita hilangkan. Ya, kebodohanku yang saat memindahkan data skripsi malah membuatnya terhapus. Ha.. Ha.. Kebodohan yang fatal. 

Sejak itu, kamu terus menemaniku. Kamu bawa turut serta menemaniku ke kampung orang. Ke tanah pasundan. Bertemu dengan banyak orang. Menerima ribuan potret, menelan jutaan kata dalam memorimu. 

Ya, kau si cokelat yang selalu kutenteng ke berbagai kafe di Bandung demi mengejar WiFi. Menjadi satu-satunya kawan saat duduk di pojokan. 

Sesekali kamu berontak marah. Lelah. Terutama akhir-akhir ini.

Ah, maafkan aku yang sering tak manusiawi. Membuatmu kerja berhari-hari. 

Terima kasih untuk setiap cerita yang kau simpan. Denganmu banyak hal yang telah kulalui. Bersamamu impianku perlahan kudekati.

Jangan bosan. Jangan menyerah menemani sebab setelah ini perjuanganku masih panjang. Dan aku butuh hadirmu menemani. 

Jadi beristirahatlah hari ini. Esok kita bekerjasama lagi
With Love,
Atria

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…