Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Untukmu yang Terluka di Masa Lalu

Dear Kinanthi,
Aku tahu kadang tidak mudah mengobati luka hati. Namun apakah 15 tahun tidak terlalu lama untuk sebuah proses menerima dan memaafkan. Bukan..bukan memaafkan Satria, laki-laki yang kau jatuhi cinta untuk pertama kali. Jelas dalam hal ini, dialah yang harus meminta maaf.
Yang aku maksud adalah proses memaafkan diri sendiri. Proses merelakan yang sudah terjadi. Tidakkah kamu lelah memendam sakit hati? Tidakkah kamu merasa langkahmu diberatkan oleh penyesalan?

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Untukmu Pejuang Tugas Akhir

Pertanyaan paten seumur hidup dan urutannya adalah sebagai berikut
"Kapan lulus?" - - - > "Kapan nikah?" - - - -> "Kapan punya anak?" - - - > dst

 Masih berada di bagian pertanyaan pertama biasanya dapat lebih banyak tuntutan. Dengan posisi sebagai mahasiswa abadi, nggak cuma orang tua yang sibuk menanyai. Semakin banyak lingkungan pergaulan, semakin banyak daftar penanya. Mulai dari gebetan sampai teman komunitas tiap kali bertemu kembali setelah cukup lama berpisah pasti akan bertanya, “Kapan lulus?”
Bagimu, para pejuang tugas akhir, kamu tak sendiri. Aku pun tengah mengalami. Bukan hal mudah menahan malu (dan sesekali sakit hati) saat orang dengan wajah kaget yang bisa dibaca sebagai “Demi apa, kamu belum lulus sampai sekarang?”. Saat sibuk dengan hal lain selain tugas akhir, maka tidak jarang muncul sindirian dari mama-papa, kakak, paman, bibi dan atau calon suami. (-_-“)
Seringnya sih kondisi ini akan berujung pada rasa tertekan. Tapi kini, aku…

[Rabu Menulis] Pilih Kalimat Pertamamu

18-2-2015 16:34Akhirnya aku mendengar suaramu. Butuh ribuan hari bagiku untuk kembali bisa merekam tawamu dalam benakku. Padahal kau berjanji bahwa dalam 14 purnama kamu akan kembali.Tahukah kau, sudah berapa purnama aku menunggumu? 36 purnama.
Dan tahukah kau betapa aku selalu menunggu dari purnama pertama hingga purnama ke-13 berakhir seraya berharap kau akan datang pada purnama berikutnya.Ada dongeng tentang purnama ke-14 di sini.
Mereka menyebutnya sebagai penyempurna penantian. Ketika saat itu datang seluruh harapan yang kau titip di 13 purnama sebelumnya akan mewujud.Tahukah kau, 2 kali aku menitipkan pinta pada 13 purnama yang datang.
Pikirku bukan kebetulan engkau memilih 14. Bukan sekedar untuk menenangkan hatiku."Dinda, aku harus pergi. Mengambil rezeki untuk meminangmu. Sayangnya, rezeki itu tak disimpin di sini. Kakak mendapat panggilan dari paman untuk kerja di Malaysia"Bukan hal asing mendapati pemuda dari kampung ini pergi merantau ke negeri seberang. Ada yang…