Jumat, 30 Januari 2015

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Day 1: Untukmu Sahabat Terkasih



Untukmu sahabatku yang menetap di hati,
Maaf untuk keterlambatanku mengirimkan surat ini. Bukan salah pak pos, salahkulah yang tidak mampu menyisihkan waktu untukmu.

Sahabatku, Aderita yang jika bertemu sering memekakkan telingaku dengan teriakan heboh namun bertahun-tahun berjauhan darimu membuatku merindukannya. Aku rela harus menemui dokter THT asalkan hari ini bisa duduk di sebelahmu. Bercerita tentang semua kisah yang tidak lagi kita bagi.


Berapa tahun kita tak bertemu? 3 tahun? Selama itu kita memang tak saling tatap, tapi aku selalu tahu bahwa ketika hatiku terlalu penuh, ada satu telinga yang siap menampung semuanya. Yang jika kuhubungi tengah malam ia akan tetap mengangkatnya dengan suara menahan kantuk. Yang saat menyadari bahwa tangisku tengah tertumpah seketika membelalakkan mata dan menguaplah seluruh kantuknya.

Aku merindukanmu. Merindukan pelukanmu yang tidak pernah diiring kata, “Ada apa?” seperti yang dilakukan oleh semua orang. Sebab kamu tahu bahwa terkadang aku hanya membutuhkan sebuah pelukan yang menguatkan, yang mengingatkanku bahwa aku tak sendiri.

Aku merindukanmu, yang dengan tenang menemaniku berteriak di tepi Pantai Losari saat semua kegilaan dunia membuatku nyaris ikut menggila. Aku tahu kamu sebenarnya malu, namun selalu ada moment pemakluman dalam persahabatan kan? :D

Aku tidak pernah tahu, sudahkah aku menjadi sahabat yang baik bagimu. Akankah kau tetap mempercayakan cerita-ceritamu padaku yang sering kali kujawab dengan pedas. Yang sering kali membuatmu berkata, “Apa aku separah itu?” Ade, tahukah kamu? Aku hanya mencoba menjadi yang bisa mengimbangimu. Jika seluruh dunia memujimu namun bercerita tentang keburukanmu di belakang punggungmu, maka percayalah aku adalah orang yang akan mengatakan hal-hal yang perlu kamu perhatikan. Mencegahmu melakukan hal yang bisa melukaimu. Sebab aku tahu bahwa kamu sosok yang rapuh dan sering kali merasa sendirian. Sebab pujian kadang terlalu melambungkanmu dan kesedihan sering kali menenggelamkanmu.

Maka ingatlah, saat kamu merasa kehilangan dirimu, kamu bisa bertanya padaku dan kan kukatakan semua kebaikan hatimu, kekuatan dna ketegaranmu. Akan kusampaikan semua kekurangan yang bisa membuat orang menjatuhkan semata demi membantumu membangun benteng pertahanan terbaik. Dan ingatlah saat semua orang menghakimimu, aku akan berdiri di sebelahmu menemanimu menghadapi dunia, dan sesekali menjadi tameng pelindungmu saat kamu merasa terlalu lemah.

Sahabatku, aku mencintaimu karena Allah. Sebab  ingatkah kau apa yang mendekatkan kita? Ya, sebuah majelis yang membuat kita mengenal Rabb kita, Rasul kita, dan agama kita.

Sekali lagi aku mencintaimu karena Allah. Dan sering kali kubisikkan rinduku dalam pintaku padaNya.

Semoga kita bisa segera bertemu kembali.

With Love

Atria
foto selfie terakhir kita di 2012


https://pbs.twimg.com/media/B7XM6XnCIAEhtyB.png:large

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)