Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Litaq Mandar, Saya Jatuh Cinta (lagi!)

Dalam 1 tahun ada 365 hari. Setiap harinya punya keunikan dan kenangan tersendiri. Bahkan ada yang nyaris tanpa makna. Terlupakan dalam sehari. Namun ada pula hari yang terkenang selama berhari-hari namun kemudian terlupakan sebab tak dituliskan. Hal ini yang sering saya alami.
Hidup saya selama sebulan terakhir di Pulau Celebes khususya di litaq (tanah) Mandar. Setiap hari informasi baru melimpahi saya. Entah tentang keindahan berbagai tempat di negeri ini, atau pun keragaman budayanya. Juga ke’heboh’an yang dibagikan oleh sejumlah kenalan baru saya di tanah Mandar.
Salah satu hal yang tidak akan (tidak mau) saya lupakan adalah hari kemarin. Sabtu, 30 Agustus 2014. Di hari ini saya mendapatkan banyak hal. Terutama informasi dan pengetahuan serta kesadaran pribadi tentang keindahan kampung halaman saya serta apa konsekuensi kecintaan ini.
Pagi kemarin, saya mendapat kunjungan dari 2 orang kawan. Mereka datang ke Dapur Mandar, rumah makan milik papa saya. Kedua orang ini datang dari kota…

Cara Kami Merayakan 69 Tahun Indonesia Merdeka

Pukul 10.00 hari itu tepat 69 tahun Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Dari berbagai informasi di sekitar saya, ada banyak cara setiap orang merayakan dirgahayu negeri ini. Teman-teman di Kompa Dansa Mandar menghabiskan malam penuh kebersamaan dan kesyukuran di Buttu Pallayangan, Kec. Binuang, Kab.Polman. Mungkin mereka tidak akan pernah melupakan moment melihat matahari terbit pada 17 Agustus hari itu.

Di tempat lain, tepatnya di Mamuju, dua kawan dari Kompa Dansa Mandar dan Kak Ridwan Alimuddin menjadi saksi sejarah saat ibu kota Sulawesi Barat itu berhasil memecahkan rekor MURI dengan membentangkan Merah Putih terpanjang di bawah laut. Tepatnya di perairan Pulau Karampuang, Teluk Mamuju. Kain sepanjang 29 meter itu membuat Mamuju menjadi buah bibir sesaat di pemberitaan nasional.

Melihat update-an teman-teman tentang kegiatan-kegiatan itu membuat saya iri. Saya yang sedang tidak di Litaq Mandar pun harus memendam iri. Hingga akhirnya terbesitlah ide itu. Saya d…

R.I.N.D.U

Aku sedang dipeluk rindu
Adakah kau merasakan dinginnya?
Menggigil karena sunyi tanpa hadirmu
Membeku tanpa hangat pelukanmuAku sedang ingin berkeluh
Tentang wangimu yang ingin kuhidu
Tentang wajahmu yang ingin kusentuh
Dan tentang tanganmu yang ingin kugenggam

Isi Kepalaku

Dari mana datangnya pikiran yang liar?
Pikiran yang mencoba mengetuk pintu langit
Pikiran yang menyelam ke dasar samudra
Pikiran yang mengembara ke perut bumi.Ia datang dari tubuh yang terbelenggu
Yang diikat oleh teriakan kemarahan
Yang dibelenggu oleh caci maki
Yang dipasung oleh pengabaian
Yang terluka oleh setumpuk kata "jangan"

Pria Petualang dan Ratte