Langsung ke konten utama

Buku2 yang Ingin saya miliki ^_^


Akhir tahun gini grup Blogger Buku Indonesia sudah mulai riuh dengan event “Secret Santa”. Peserta event ini akan menjadi “santa” bagi perserta lainnya. Jadi saya akan memberi dan menerima hadiah juga, sebab di luar sana akan ada satu orang yang jadi “santa” untuk saya juga.

Lucunya saat diminta membuat daftar buku yang diinginkan saya jadi bingung sendiri. Kenapa?? Mungkin karena banyaknya buku yang saya inginkan dan saya bingung menyortirnya menjadi yang PALING saya inginkan. Akhirnya terbitlah daftar ini di akun Goodreads saya:

1. The Prague Cemetery oleh Umberto Eco (terjemahan)
2. 2 States karya Chetan Bhagat (Terjemahan)
3. Honeymoon with My Brother karya Franz Wisner (Terjemahan)
4. The Gift karya Cecelia Ahern (Import, karena setahu saya terjemahannya belum ada)
5. The Every Year Collection karya Cecilia Ahern (import)
6. Slammed karya Colleen Hoover (terjemahan)
7. Point of Retreat karya Collen Hoover (terjemahan)
8. Memang Jodoh karya Marah Rusli
9. Mum’s List karya St.John Greene (terjemahan)

Selain itu saya juga ingin memiliki 3 karya Jodip Picoult (impor) yang belum diterjemahkan ke Bahasa. Buku-buku tersbeut adalah:
- The Storyteller
- The Pact
- Change of Heart

Selain itu ada beberapa buku non fiksi yang ingin saya miliki yaitu:
1. Sejarah Perempuan Indonesia karya Cora Vreede-De Stuers terbiatan Komunitas Bambu
2. Kahlil Gibran di Indonesia terbitan Komunitas Bambu
3. Kakawin Sutasoma oleh Mpu Tantular terbitan Komunitas Bambu
4. Sejarah Rempah karya Jack Turner terbitana Komunitas Bambu

Semua ini adalah daftar baru dari buku yang saya update akhir tahun lalu. Dari semua wishlist 2013 saya (yang saya update tahun 2012 di blog ini) hanya Seri Lima Sekawan yang belum berhasil terwujud (^_^) *alhamdulilah*
Jadi seri lima sekawan masih terus mejadi wishlist dari tahun ke tahun. Ha..ha.. (^_^)v

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…