Selasa, 25 Juni 2013

Makassar International Writers Festival 2013

Malam ini saya alhamdulillah sempat menghadiri pembukaan "Makassar International Writers Festival 2013". Ini menjadi moment pengingat bahwa Makassar tidak selalu dianggap sebagai kota para demonstran.
Kegiatan ini menjadi ritual pulang kampung untuk mereka yg merantau ke berbagai kota hingga negara dan menjadi media bagi mereka untuk membangun kota ini. Kegiatan ini juga jadi bukti dan buah cinta para budayawan yang ada di dalam rumah budaya bernama Rumahta'.

Makassar International Writers Festival 2013 ini adalah perhelatan ke-3. Dan kali ini penulis yang ikut berasal dari 8 negara diantaranya Australia, Singapura,  dan Malaysia. Harapannya Festival ini bisa menjadi catatan sejarah sendiri bagi kota Makassar.

Acara Makassar International Writers Festival 2013 ini dibuka oleh Walikota Makassar dengan menulis dan membacakan penggalan puisi AM Dg Myala. AM Dg Myala adalah salah seorang sastrawan era Pujangga Baru yg berasal dari Makassar. Festival kali ini pun mengambil tema "Tribute for AM Dg Myala"
Salah satu acara malam ini pun adalah pemutaran film dokumenter tentang pencarian jejak atas karya AM Dg Myala. Dicritakan kesulitan dalam mencari jejak karya beliau. Kabarnya beliau menulis skitar tahun 1932. (Ah dapat ilmu baru lagi. Dan daftar buku yg akan dicari diloakan Palasari pun nambah lagi (^_^)v).

Setelah pemutara film dokumenter, acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi yang disertai teatrikal puisi tentang berlayar. Ah, memukau. Ada satu moment yang cukup membius saat salah satu pemain tetater mengangkat sampan buatan dan menghadapkannya ke langit. Dari tempat aku melihat, bulan tepat berada di atas sampan tersebut. Dan dengan pemandangan atap Benteng Rotterdam yang menyimpan sejarah panjang perjuangan untuk meraih kebebasan dari penjajah, maka saya merasa moment itu menjadi sebuah moment magis.

Selama duduk menonton pembukaan Makassar  International Writers Festival 2013 kita akan mendengar musik lagu2 tradisional khas Makassar. Dan ada pula jajanan khas Makassar seperti Pisang Epe' dan Sarabba. Yang saya sesali adalah saya tidak membawa gadget apapun yang memadai untuk memotret di malam hari. Jadi saya harus berpuas diri merekam setiap moment dalam pembukaan tersebut di kepala saya (^_^)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)