Langsung ke konten utama

Makassar International Writers Festival 2013

Malam ini saya alhamdulillah sempat menghadiri pembukaan "Makassar International Writers Festival 2013". Ini menjadi moment pengingat bahwa Makassar tidak selalu dianggap sebagai kota para demonstran.
Kegiatan ini menjadi ritual pulang kampung untuk mereka yg merantau ke berbagai kota hingga negara dan menjadi media bagi mereka untuk membangun kota ini. Kegiatan ini juga jadi bukti dan buah cinta para budayawan yang ada di dalam rumah budaya bernama Rumahta'.

Makassar International Writers Festival 2013 ini adalah perhelatan ke-3. Dan kali ini penulis yang ikut berasal dari 8 negara diantaranya Australia, Singapura,  dan Malaysia. Harapannya Festival ini bisa menjadi catatan sejarah sendiri bagi kota Makassar.

Acara Makassar International Writers Festival 2013 ini dibuka oleh Walikota Makassar dengan menulis dan membacakan penggalan puisi AM Dg Myala. AM Dg Myala adalah salah seorang sastrawan era Pujangga Baru yg berasal dari Makassar. Festival kali ini pun mengambil tema "Tribute for AM Dg Myala"
Salah satu acara malam ini pun adalah pemutaran film dokumenter tentang pencarian jejak atas karya AM Dg Myala. Dicritakan kesulitan dalam mencari jejak karya beliau. Kabarnya beliau menulis skitar tahun 1932. (Ah dapat ilmu baru lagi. Dan daftar buku yg akan dicari diloakan Palasari pun nambah lagi (^_^)v).

Setelah pemutara film dokumenter, acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi yang disertai teatrikal puisi tentang berlayar. Ah, memukau. Ada satu moment yang cukup membius saat salah satu pemain tetater mengangkat sampan buatan dan menghadapkannya ke langit. Dari tempat aku melihat, bulan tepat berada di atas sampan tersebut. Dan dengan pemandangan atap Benteng Rotterdam yang menyimpan sejarah panjang perjuangan untuk meraih kebebasan dari penjajah, maka saya merasa moment itu menjadi sebuah moment magis.

Selama duduk menonton pembukaan Makassar  International Writers Festival 2013 kita akan mendengar musik lagu2 tradisional khas Makassar. Dan ada pula jajanan khas Makassar seperti Pisang Epe' dan Sarabba. Yang saya sesali adalah saya tidak membawa gadget apapun yang memadai untuk memotret di malam hari. Jadi saya harus berpuas diri merekam setiap moment dalam pembukaan tersebut di kepala saya (^_^)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…