Rabu, 03 April 2013

Ngaleut Pohon bersama Manusia Pohon (part 3 - selesai)


Kami kemudian singgah ke halaman Sekolah Dasar di seberang Taman Balaikota (maaf saya lupa mencatat nama sekolahnya), kami langsung bertemu dengan Biola Cantik atau Ficus lyrata. Seperti yang terlihat dalam nama latinnya, tanaman ini masih satu famili dengan Karet Munding. Biola Cantik pun memiliki akar liar seperti Karet Munding. Tanaman ini berasal dari India.
daun biola cantik
Bunga butun (Barringtonia asiatica) yang sudah rontok. Pohon yang ini biasa hidup di kawasan pantai namun kini nampak sudah banyak menghiasi jalan di Kota Bandung. Ada kandungan tanaman ini yang bagus untuk diet, sayang saya lupa mencatatnya.
bunga butun

 
Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan dengan tujuan ke arah taman lalu lintas. Di sepanjang jalan ini banyak tanaman yang dijelaskan fungsi dan manfaatnya oleh Ipin, sang pemateri tunggal hari itu. Berikut list tanaman yang kami lewati (maaf tidak banyak foto yang bisa saya sertakan karena kehabisan baterai maklum saya pakai kamera digital tua):
-          Tempuyung atau Sonchus arvensis : Obat kanker. Tumbuh dipinggir jalan.
-          Lidah Mertua atau Sansevieria trifasciata : bagus untuk menyerap polutan
-          Hampelas atau Ficus ampelas : sering dimanfaatkan untuk menghaluskan perabotan. Tadinya ada yang berfikir bahwa tanaman ini mulai punah, namun ternyata di sepanjang jalan kami menemukan banyak tanaman Hampelas. Tumbuhan ini hidup di dekat aliran air. Itulah sebabnya kami sering menemukannya di tepi parit di jalan.
-          mie-mie an atau Cuscuta australis. adalah tumbuhan parasit pada tanaman pagar yang masih satu keluarga dgn kangkung, dan ubi manis
-          Tomat : saya baru tahu dari penjelasan Ipin bahwa memakan buah tomat yang masih hijau dalam jumlah banyak dapat membuat seseorang berhalusinasi.
sasaladaan
-          Sasaladaan atau Peperomia Pellucida      : merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan sirih dan lada. Tanaman ini jika dikonsumsi bermanfaat sebagai anti-oksidan, anti-virus, anti-microba. Padahal jika melihat tempat tumbuhnya yakni di dekat parit, kita pasti akan su’udzon bahwa akan membuat kita sakit perut dan lain-lainlah.
-          Pohon Angsana                                : Pohon ini bagus untuk ditanam di pinggir jalan, namun dengan jarak yang sedikit jauh dari tepi jalan. Pohon angsana ini dapat menyerap timbal yang merupaka polusi buangan dari knalpot kendaraan bermotor. Daun Pohon angsana akan menguning jika banyak timbal yang terserap.
-          Pohon Jati           : ternyata Pohon Jati bukanlah pohon asli dari Indonesia melainkan dari India. Hal ini karena Pohon Jati yang ada di pulau jawa ditanam secara berpola sehingga diyakini tidak tumbuh secara alami melainkan dibudidayakan. Pohon Jati berasal dari India sebab di dunia hanya ada 2 jenis Pohon Jati dan India memiliki keduanya, sedangkan Indonesia hanya memiliki salah satunya.
-          Bunga Agave Americana : Tanaman ini dimanfaatkan untuk serat pakaian. Tanaman ini hanya dapat berbunga sekali dan kemudian mati. Saat berbunga, bunganya menjulang tinggi.
bunga Agrace Americana
 

Ya, itu sejumlah tanamana yang berhasil saya dokumentasikan. Hari itu perjalanan Ngaleut diakhiri di Taman Maluku. Dan lagi-lagi saya harus mengakui bahwa itu adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di taman tersbeut. Sebelum dimulai sesi Sharing (seperti biasa), Bang Ridwan sempat menuturkan tentang Pastor H.C Verbraak yang patungnya terdapat di Taman Maluku. Pastor Verbraak adalah Pastor khusus militer. Ia adalah orang yang mendirikan gereja pertama di Aceh. Ia disegani kerena bekerja secara kemanusiaan dan bersikap netral. Ia sempat menjadi Pastor di Aceh kemudian Padang kemudian Magelang. Namun kehadiran patung ini masih dipertanyakan motifnya karena Pastor Verbaark sendiri belum pernah menginjakkan kaki di Bandung. Diduga hal ini ada kaitannya karena tahun 1918 sempat terjadi perpindahan pusat pemerintahan ke Bandung hingga akhirnya monumen itu dibangun di Bandung.

Nah, kali ini sesi sharing tetap menjadi yang sarat informasi. Hampir semua Aleutian mengeluhkan perihal trotoar yang menyulitkan pejalan kaki. Sikap orang-orang yang senang memasang pengumuman di pohon. Hal itu merusak dan menyakiti pohon. Serta tidak sedikit yang mempertanyakan sikap pemerintah yang hanya sekedar mengatur dan membuat keputusan terkait penanaman tanaman dan jenis tanaman yang akan ditanam. Seolah tidak pernah mendapatkan ilmu atau meriset terdahulu tentang efek yang bisa disebabkan oleh penanaman pohon tertentu terhadap badan trotoar dan jalanan.
sesi sharing




Sumber foto dan data tambahan
Foto-foto berasal dari facebook Endri Sudewa dan beberapa lagi adalah hasil dokumentasi pribadi.

4 komentar:

  1. Aduh jd ngiler liat foto2nya, pngn ikutan ngaleutnya.. haha
    Itu sekolah sebrang balaikota SD apa SMK ? Kalo SD brarti SD Banjarsari, SD aku dulu :D

    BalasHapus
  2. Eh salah, maksudnya SD nya negeri apa swasta ?

    BalasHapus
  3. iya SD Banjarsari.
    kenapa gak ikut ngaleut hari ini??

    BalasHapus
  4. Kmaren ada acara keluarga uy.. Mudah2an bs ikut yg lacak jejak Inggit Garnasih bsk minggu nih..

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)