Langsung ke konten utama

Ngaleut Pohon bersama Manusia Pohon (part 3 - selesai)


Kami kemudian singgah ke halaman Sekolah Dasar di seberang Taman Balaikota (maaf saya lupa mencatat nama sekolahnya), kami langsung bertemu dengan Biola Cantik atau Ficus lyrata. Seperti yang terlihat dalam nama latinnya, tanaman ini masih satu famili dengan Karet Munding. Biola Cantik pun memiliki akar liar seperti Karet Munding. Tanaman ini berasal dari India.
daun biola cantik
Bunga butun (Barringtonia asiatica) yang sudah rontok. Pohon yang ini biasa hidup di kawasan pantai namun kini nampak sudah banyak menghiasi jalan di Kota Bandung. Ada kandungan tanaman ini yang bagus untuk diet, sayang saya lupa mencatatnya.
bunga butun

 
Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan dengan tujuan ke arah taman lalu lintas. Di sepanjang jalan ini banyak tanaman yang dijelaskan fungsi dan manfaatnya oleh Ipin, sang pemateri tunggal hari itu. Berikut list tanaman yang kami lewati (maaf tidak banyak foto yang bisa saya sertakan karena kehabisan baterai maklum saya pakai kamera digital tua):
-          Tempuyung atau Sonchus arvensis : Obat kanker. Tumbuh dipinggir jalan.
-          Lidah Mertua atau Sansevieria trifasciata : bagus untuk menyerap polutan
-          Hampelas atau Ficus ampelas : sering dimanfaatkan untuk menghaluskan perabotan. Tadinya ada yang berfikir bahwa tanaman ini mulai punah, namun ternyata di sepanjang jalan kami menemukan banyak tanaman Hampelas. Tumbuhan ini hidup di dekat aliran air. Itulah sebabnya kami sering menemukannya di tepi parit di jalan.
-          mie-mie an atau Cuscuta australis. adalah tumbuhan parasit pada tanaman pagar yang masih satu keluarga dgn kangkung, dan ubi manis
-          Tomat : saya baru tahu dari penjelasan Ipin bahwa memakan buah tomat yang masih hijau dalam jumlah banyak dapat membuat seseorang berhalusinasi.
sasaladaan
-          Sasaladaan atau Peperomia Pellucida      : merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan sirih dan lada. Tanaman ini jika dikonsumsi bermanfaat sebagai anti-oksidan, anti-virus, anti-microba. Padahal jika melihat tempat tumbuhnya yakni di dekat parit, kita pasti akan su’udzon bahwa akan membuat kita sakit perut dan lain-lainlah.
-          Pohon Angsana                                : Pohon ini bagus untuk ditanam di pinggir jalan, namun dengan jarak yang sedikit jauh dari tepi jalan. Pohon angsana ini dapat menyerap timbal yang merupaka polusi buangan dari knalpot kendaraan bermotor. Daun Pohon angsana akan menguning jika banyak timbal yang terserap.
-          Pohon Jati           : ternyata Pohon Jati bukanlah pohon asli dari Indonesia melainkan dari India. Hal ini karena Pohon Jati yang ada di pulau jawa ditanam secara berpola sehingga diyakini tidak tumbuh secara alami melainkan dibudidayakan. Pohon Jati berasal dari India sebab di dunia hanya ada 2 jenis Pohon Jati dan India memiliki keduanya, sedangkan Indonesia hanya memiliki salah satunya.
-          Bunga Agave Americana : Tanaman ini dimanfaatkan untuk serat pakaian. Tanaman ini hanya dapat berbunga sekali dan kemudian mati. Saat berbunga, bunganya menjulang tinggi.
bunga Agrace Americana
 

Ya, itu sejumlah tanamana yang berhasil saya dokumentasikan. Hari itu perjalanan Ngaleut diakhiri di Taman Maluku. Dan lagi-lagi saya harus mengakui bahwa itu adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di taman tersbeut. Sebelum dimulai sesi Sharing (seperti biasa), Bang Ridwan sempat menuturkan tentang Pastor H.C Verbraak yang patungnya terdapat di Taman Maluku. Pastor Verbraak adalah Pastor khusus militer. Ia adalah orang yang mendirikan gereja pertama di Aceh. Ia disegani kerena bekerja secara kemanusiaan dan bersikap netral. Ia sempat menjadi Pastor di Aceh kemudian Padang kemudian Magelang. Namun kehadiran patung ini masih dipertanyakan motifnya karena Pastor Verbaark sendiri belum pernah menginjakkan kaki di Bandung. Diduga hal ini ada kaitannya karena tahun 1918 sempat terjadi perpindahan pusat pemerintahan ke Bandung hingga akhirnya monumen itu dibangun di Bandung.

Nah, kali ini sesi sharing tetap menjadi yang sarat informasi. Hampir semua Aleutian mengeluhkan perihal trotoar yang menyulitkan pejalan kaki. Sikap orang-orang yang senang memasang pengumuman di pohon. Hal itu merusak dan menyakiti pohon. Serta tidak sedikit yang mempertanyakan sikap pemerintah yang hanya sekedar mengatur dan membuat keputusan terkait penanaman tanaman dan jenis tanaman yang akan ditanam. Seolah tidak pernah mendapatkan ilmu atau meriset terdahulu tentang efek yang bisa disebabkan oleh penanaman pohon tertentu terhadap badan trotoar dan jalanan.
sesi sharing




Sumber foto dan data tambahan
Foto-foto berasal dari facebook Endri Sudewa dan beberapa lagi adalah hasil dokumentasi pribadi.

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…