Rabu, 13 Maret 2013

Ketika Dunia Menghadirkanmu Tuk Sempurnakanku

"Tiara!!" ku dengar seseorang menyebut namaku. Lebih tepat meneriakkannya
Saat aku berbalik kutemukan bahwa seorang gadis berekor kuda sedang berjalan dengan tergesa kepadaku. Senyum terkembang darinya. Membuatku membalasnya demi kesopanan meski dalam hati sibuk menggerutu "kenapa dia yang muncul sih?!"

"Kamu apa kabar? Sibuk banget sekarang?" dengan antusias ia menyapaku. Dan sambil kembali melangkah aku hanya menjawabnya dengan senyuman. Gadis itu kemudian mensejajari langkahku.
"Kok diam aja, Ra?" nampak ia kebingungan dengan responku.
"Aku rada sibuk sama skripsi sih, Rina. Gimana kabar anak-anak yang lain?" jawabku berbasi-basi, mempraktekkan ajaran kedua orang tuaku sejak kecil tentang kesopanan.

"Oh, sibuk nyeskripsi toh. Aku pikir kenapa. Soalnya akhir-akhir ini aku ngerasa kamu jadi menjauh gitu dari kita. Padahal gak lama lagi kita semua akan sibuk karena skripsi dan nyari kerja," Rani terus berceloteh yang lebih sering kutimpali dengan senyum.
"Eh, Tiara udah dengar soal Wisnu dan Flo? Mereka berdua jadian lho. Gila cara Wisnu nembak keren banget," Rani masih sibuk berceloteh sendiri. Sedangkan kali ini aku hanya sibuk menggerutu dalam hati. "Bagaimana aku nggak tahu kalo semua ide itu muncul dariku?"
***
 "Tiara, kamu tahu gak lagu kesukaan Flo?" tanya Wisnu hari itu. Hari itu dia sedang menemaniku berbelanja buku di Rumah Buku, salah satu toko buku Favoritku di Bandung ini.
"Ada apa, Nu? Kok penasaran gitu?" tanyaku dengan menyelidik. Aku berusaha berfokus pada sinopsis buku yang aku pegang, namun pertanyaan mulai berkelebat di kepala.
"Aku pengen ngungkapin perasaan aku ke Flo, Ra," jawab Wisnu dengan santai sambil ikut mengambil sebuah buku karya Agatha Christie dengan cover baru itu.
Jawabannya seketika membuatku gelagapan. Tak disadarinya aku yang seketika tertegun. Aku berusaha menata hatiku. Menutupi perasaan yang selama ini kubiarkan tumbuh subur dihatiku.
***
"Tiara. Kamu melamun? Kamu gak tahu yah soal Flo dan Wisnu?" kembali Rina mengulang pertanyaannya. Karena aku tidak kunjung menjawabnya.
"Aku tahu kok. Wisnu udah cerita?"
"Oh, iya ya. Kamu dan Wisnu kan dekat banget. Aku malah berfikir bahwa kalian berdua yang sedang pedekate. Ternyata Wisnu naksirnya sama Flo. Wajar sih, Flo cantik gitu," Rina lagi-lagi sibuk berceloteh sendiri.
Andai engkau tahu. Betapa kumencinta.
Ku dengar lagu itu berkumandang dari tasku. Ah, menyelamatkan ku dari pembicaraan Rina yang mulai membuatku terganggu. Mengusik hatiku. Amat sangat.
 "Halo, Juna. Ada apa?" tanyaku langsung saat membaca nama penelponnya.
"Kamu jadikan ke panti?" tanya suara di ujung sana.
"InsyaAllah. Ini sedeng menuju kesana. Ada bahan lagi yang harus kulengkapi? Oh sudah semua? Sip, insyaAllah 10 menit lagi aku nyampe ya?!" segera kuakhiri telpon itu.
"Sorry, aku harus segera pergi, Na. Udah ada janji" kataku segera setelah menyimpan handphone mungilku.
"Cie. Siapa tuh Juna? pacar baru? Pantes lama gak ngumpul," goda Rina yang lagi-lagi kujawab dengan senyum.
"Duluan yah," kau pun meninggalkan Rani sambil sibuk memasang headset dan memutar lagu yang direkomendasikan oleh Juna  beberapa hari lalu.


"And it takes no time to fall in love
But it takes you years to know what love is
It takes some fears to make you trust
It takes those tears to make it rust
It takes the dust to have it polished"

-Life is Wonderful-

Aku menatap jalan di depankuku dengan tersenyum
"Mungkin butuh sebuah moment patah hati untuk menemukan hal lain yang bisa membuatku jatuh hati. Ah, tak sabar bertemu dengan adik-adik di Panti Asuhan" pikirku sambil tersenyum dan menyapa salah seorang tukang ojek dan menyebutkan tujuanku ke Hagermanah.
Ya, saat aku sibuk menata hati yang seketika pecah berkeping-keping. Tuhan membuatku memilih terjun dengan berbagai komunitas. Salah satunya adalah sebuah komunitas yang melakukan kegiatannya berupa pembinaan adik-adik di Panti Asuhan.
Dan bersama mereka aku merasa punya arti. Merasa malu untuk sibuk patah hati. Sebab aku bahkan tidak kehilangan hal yang paling berharga dihidupku yaitu sebuah keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)