Selasa, 19 Februari 2013

Kisah Kecilku


Menua dan menjamah waktu bersama
Tak terlupa ketika menjadikan tanah sebagai sumber tawa
Menapaki pesisir seraya tanpa alas
Berkejaran dengan ombak yang terus menggoda pantai datang dan pergi

Masih terbayang kesenangan di kebun yang rimbun
Tak ada bunyi robot
Yang terdengar teriakan “aduh” ketika peluru kertas mengenai musuh
Ketika tim terkuat menjahili yang kalah
Memaksa mereka meminjamkan pundak tuk ditunggangi keliling kebun,
Bukti kemenangan

Kini, tak ada lagi permainan yang mengotori tangan
Seolah noda dibaju menjadi tabu
Gelak tawa tak bisa mengandung bulir keringat
Warna-warni layar menjadi pemikat utama
Kebisingan music dan tarian dengan wajah putih dan terlalu indah menyibukkan mereka
Kanak-kanak dan remaja kini tak mampu lagi terbeda nyata
“Ah, mereka terlalu cepat dewasa” pikirku

Lantas tak mampu terbayangkan olehku,
Permainan apa yang tersisa untuk pangeran-pangeran kecilku kelak?
Bidadari-bidadari mungilku akankah tertawa dengan permainan tebak kata?
Adakah kesenangan kan mereka temukan dari batu-batu kecil?
Adakah mereka kan mencintai bunga dengan tangan mereka?
Ataukah mereka akan menjadi generasi tak perasa?

Bandung, 7 January 2013
@99ers coffee BIP, Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)