Selasa, 19 Februari 2013

Berbagi spirit bersama Sahabat Klub Buku Bandung dan Keluarga Apel Bandung



Sabtu, 9 Februari 2013 mentari pagi hari Bandung seolah menjanjikan cerah.  Semua pihak cukup optimis bahwa acara akan berjalan dengan baik. Namun ternyata sekitar pukul 11.30 awan gelap mulai menggelayuti langit Bandung. Pada cukup lama mendung menutupi kota Bandung hingga akhirnya sekitar jam setengah dua hujan deras langsung mengguyur tanah Bandung. Nyaris tanpa hujan rintik. Saat itu tim “9 Summers 10 Autumns” the movie dan admin Klub Buku Bandung sudah lebih dulu ada di Potluck Kitchen di jl. H. Wasid no.31. Dan ketika hujan turun dengan derasnya kami cukup kecewa.

Jam 2 siang hujan semakin garang. Petir dan kilat bergantian meramaikan langit Bandung siang itu. Dan peserta #kopdar5 Klub Buku Bandung yang hari itu join event dengan “Sharing Keluarga Apel Bandung”. Hari itu penulis “9 Summers 10 Autuns” (9S10A), Iwan Setiawan, turut hadir. Saat mengecek kembali akun twitter @KlubBuku_BDG ada sejumlah info pembatalan kehadiran. Kecewa sih, namun kami memahami alasannya. Hujan di hari Sabtu itu sangat menggentarkan hati. Awan gelap yang ditemani petir dan guntur memang selalu menciutkan hati banyak orang.

Sambil menunggu lebih banyak Sahabat Klub Buku dan Keluarga Apel Bandung yang hadir kami pun sibuk bercerita. Sebagian besar sudah membaca buku 9S10A dan benar-benar terinspirasi oleh buku itu. Sekedar info bagi yang belum membacanya, buku ini bercerita tentang seorang anak supir angkot di kota Malang berhasil menjadi direktur di New York City. Kisahnya terinspirasi oleh kisah nyata penulisnya sendiri.
Akhirnya, pukul 3 disepakati untuk memulai acara hari itu. Ya, terlambat satu jam dari yang sebelumnya direncanakan. Acara dibuka oleh MC, Mbak Dea, yang jauh-jauh datang dari Jakarta bersama tim 9S10A The movie. Segera setelah dibuka, hak bicara diserahkan kepada Mas Iwan Setiawan.

Setelah diberi kesempatan berbicara Mas Iwan dengan segera menjelaskan tentang betapa ia ingin berbagi bukannya berdiri sebagai motivator. Dia menekankan bahwa kita harus memiliki “spirits to make your life be special”. Setiap orang itu punya cerita specialnya sendiri. Kita harus berani bermimpi, mempercayainya dan meraihnya. Ia menekankan jika seoarang anak supir angkot saja bisa mendobrak kenyataan dengan berhasil membuktikan bahwa ia bisa menjejak New York, maka semua orang seharusnya bisa.

Ia pun mengingatkan bahwa “Kebahagiaan itu akan lebih terasa jika kita memiliki seseorang yang bisa ditemani berbagi”. Bukankah itu benar? Jika melihat sesuatu yang indah dan menyenangkan kita akan berpikir bahwa moment itu akan terasa lebih sempurna dan bahagia jika kita melihatnya bersama seseorang yang kita cintai?

Banyak inspirasi yang saat itu dibagi oleh Mas Iwan. Bahkan peserta yang hadir saat itu pun ada yang berbagi kisahnya sendiri. Ada seorang wanita yang bahkan sampai mengorbankan waktu dan dananya datang dari Singapura ke Bandung demi menghadiri acara hari itu. Wanita itu kemudian bercerita tentang keterbatasannya yang sejak kecil memiliki kondisi psikis yang berbeda dari yang lain. Namun ia berhasil membuktikan diri bahwa skeptisme orang-orang di sekitarnya dan dukungan dari orang tuanya membuat ia berhasil melawan keterbatasannya itu.

Setelah saling berbagi di Sharing yang dibangun mas Iwan, kesempatan berbicara diserahkan kepada Produser Film 9 Summers 10 Autumns yakni Edwin Nazir. Film ini rencananya akan dilaunch pada April 2013 mendatang. Ia bercerita tentang proses kreatif film, kondisi di lokasi syuting yang terasa seperti sebuah keluarga besar. Tentang misi yang dibawa oleh Film 9 Summers 10 Autumns. Mas Edwin berkata, “Jika di Amerika ada American Dreams, maka Indonesia juga harus memiliki Indonesian Dreams. Mimpi itu tidak perlu muluk. Memiliki keluarga yang penuh cinta dan kebersamaan menjadi mimpi yang patut diperjuangkan”. Ya, benar adanya itu. Bukankah seseorang yang memiliki keluarga yang saling mendukung dan menguatkan akan lebih kuat menghadapi tantangan dunia daripada yang tidak memilikinya?

Apa yang dimiliki seseorang akan terasa lebih sempurna jika itu diraih dengan usaha kerasa dan penuh keringat bahkan darah. Ketika sebuah keluarga saling mendukung hingga bersedia mengorbankan kepentingan pribadinya, maka itulah saat sebuah keberhasil salah satu dari mereka menjadi kesuksesan bersama yang sangat disyukuri.

Diakhir acara semua orang ditantang oleh Mas Iwan untuk membuat tantangan untuk dirinya sendiri. Pilih sebuah tantangan untuk meraih sesuatu dalam satu bulan ke dapan. Dan kita diminta untuk berjuang memenuhinya. Hasilkan sesuatu yang spesial bukan biasa-biasa saja dalam pencapaian itu. Ia bahkan bersedia mendampingi mereka yang memang ingin selalu “ditampar” agar bisa terus fokus mengejar apa yang telah ditetapkannya. Ia megingatkan kembali bahwa setiap orang memiliki keterbatasannya masing-masing, namun tidak semua orang berani untuk melawan keterbatasan itu.

Setiap orang tampak serius memikirkan apa yang mereka ingin lakukan dalam sebulan ke depan. Mereka nampak merangkai tekad sekuat baja untuk membuat diri mereka selepas acara ini menjadi pribadi yang lebih baik. Semua diharapkan pulang dengan membawa spirit untuk menjadikan cerita hidup kita menjadi spesial dan menyebarkan spirit itu kepada orang lain.

Pemenang #QuizBukuBDG
Dan setelah itu, acara ditutup dengan penyerahan hadiah berupa buku 9 Summers 10 Autumns kepada para pemenang #QuizBukuBDG yang diadakan oleh Klub Buku Bandung yang disponsori oleh 9S10A The Movie. Setelah acara ditutup semua orang berkumpul untuk berfoto bersama. Tanpa batas, tanpa hirarki, karena semua merasa menemukan keluarga baru yang ketika mereka melemah akan selalu ada untuk menguatkan tekad dalam meraih mimpi.

Selamat datang impian, selamat datang harapan, selamat datang keberanian, dan salam penuh cinta untuk Sahabat Klub Buku Bandung dan Keluarga Apel Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)