Langsung ke konten utama

The Timekeeper..Ketika kita terlalu sibuk menghitung setiap detik


The Timekeeper
By Mitch Albom
(dipinjam dari Zoe)

Seperti karya-karyanya yang lain, Mitch Albom tetap mengisahkan sisi hidup manusia yang terlalu merumitkan persoalan waktu. Mereka seolah berpacu dengan waktu dan lupa menghargai masa kini. Manusia sibuk meratapi masa lalu dan berlomba mengejar masa depan hingga lalai mensyukuri hari ini.

Dalam novel ini dikisahkan 3 kehidupan.
>>>> Tantang Dor yang berasal dari masa lalu dan terus menyibukkan diri menghitung segala hal
>>>> Tentang Victor Delamonte yang sibuk berjuang memenangkan masa depan dan berusaha mengakali kematian dengan uang yang dimilikinya
>>>> Tentang Sarah yang tertatih menjalani masa remajanya dan lupa menghargai saat ini karena sibuk menyesali dan membenci dirinya sendiri

Kisahnya berkutat tentang bagaimana ketiga tokoh tersebut menjalani problem mereka masing-masing.
Dor yang akhirnya harus menghadapi kehilangan yang amat mendalam karena terlalu sibuk mengukur dan menghitung segala hal terutama menghitung waktu saat di zamannya belum ada pengukuran waktu. Yang ada hanya orang yang sibuk mengejar kejayaan.

Sarah adalah remaja yang hidup dari rumah tangga yang broken. Ia tumbuh bersama rasa rendah diri yang parah dan selalu meragukan dirinya sendiri. Dia mungkin yang terpintar di kalangan teman-temannya namun dia pun menjadi yang teraneh dan tidak mampu bergaul hingga ia mengenal cinta. Ya, dia jatuh cinta pada seorang pemuda popular hingga ia lupa menyayangi dirinya sendiri.

Victor Delamonte adalah pria yang memiliki harta dan kejayaan. Dia memulai semua usahanya dari nobody menjadi somebody. Ia memiliki perusahaan yang mempekerjakan banyak orang. Hingga akhirnya kanker menghantam kehidupannya dan membuatnya berpacu dengan waktu untuk mengelabui kematian

Kisah ketiga orang ini dituturkan dengan menarik. Sekeping demi sekeping layaknya puzzle yang disusun perlahan. Hingga akhirnya kita bisa belajar memaknai pikiran dan pilihan-pilihan tokohnya. Memaknai kesempatan yang kemudian muncul bagi mereka sebelum keputusan mereka merusak banyak hal.
Inilah yang membuat saya selalu menyukai karya-karya Mitch Albom. Wise dan mengajarkan kita menghargai hidup dan kehidupan.

 Quote:
“Hanya manusia yang mengukur waktu
Hanya manusia yang menghitung jam
Itu sebabnya hanya manusia yang mengalami ketakutan hebat yang tidak dirasakan makhluk-makhluk lainnya.
Takut kehabisan waktu”
Mitch Albom dalam The Time Keeper

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…