Kamis, 17 Januari 2013

Negaraku Hari Ini

Hiruk pikuk celotehan mereka
kini tentang keriuhan dalam tahta

Pekik suara mereka yang menyapa tanah dan gundukan sampah
harus berhadapan dengan para pembesar yang duduk di kursi kebesaran yang membuat pekak

Ketika suara tak lagi cukup meneriakkan tentang kelemahan..keletihan..dan kecurangan
maka tindakan menjadi pilihan
saat kelaparan, kepedihan mengambil alih logika
jangan harapkan kedamaian yang tersedia

Aku enggan berbicara tentang benar salah
karena aku harus menyapa kata “hukum”
aku terlalu malu menyebut k’ebenaran’
karena aku tahu kebohonganlah yang ku katakan saat berucap bahwa
“Indonesia adalah negara hukum” seperti yang tergoreskan dalam konstitusi negaraku
dalam dasar hukum negaraku
dasar yang mengokohkan tanah tempatku berpijak
tonggak yang membuat negaraku tetap tegak
dan menjadi prinsip kebenaran yang harus kupegang

Aku malu menyambung cerita tentang negaraku
bukan karena ia miskin
namun karena ia kini pembohong

Aku malu membusungkan dada kala nama negaraku disebut
bukan karena ia tak menjadi negara terpandai
namun karena ia menjadi negara terkorup

Aku malu menyebut diriku orang Indonesia
bukan karena aku takut disebut bodoh dan miskin
namun karena aku tak ingin dianggap pembohong dan korup

Namun aku lebih malu
karena aku harus malu berkata “Aku orang Indonesia”

----Makassar, @ my room----
260310
12:41

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)