Langsung ke konten utama

Kutipan dari The Timekeeper

"Manusia saling terkait dalam cara-cara yang tidak dipahaminya -bahkan dalam mimpi-mimpi"
-Mitch Albom dalam The TimeKeeper-

"Malam itu dia menangis meratapi semua yang telah hilang darinya, tetapi kelak dia akan mengatakan
hal itu memberinya pelajatan berharga bahwa keterikatan pada benda-benda hanya akan membawa kesedihan"
-Tentang Victor Delamonte dalam The Timekeeper-

"Tak lama lagi manusia akan menghitung seluruh hari-harinya, dan kemudian bagian-bagian yang lebih kecil
dalam sehari, dan kemudian yang lebih kecil lagi- sampai akhirnya doa terobsesi dengan perhitungan itu, dan keajaiban dunia yang dianugerahkan kepadanya tidak lagi diingatnya"
-Pak Tua dalam The Timekeeper-

"Berbagai perangkat dari zaman ini -telepon, komputer- memungkinkan manusia untuk bergerak dengan kecepatan luar biasa. Akan tetapi dengan pencapaian sebanyak itu pun, mereka tidak pernah merasa damai"
Dor dalam The Timekeeper

"Tidak pernah ada kata terlambat atau terlalu cepat. Semuanya terjadi pada waktu yang telah ditetapkan"
Pak Tua dalam The Timekeeper

"  '...Waktu bukanlah sesuatu yang bisa kau kembalikan. Saat berikutnya mungkin merupakan jawaban atas doamu, menolaknya berarti menolak bagian yang paling penting dari masa depan'
    'Apa itu?'
    ' Harapan.'  "
-Dialog Dor dan Sarah dalam The Timekeeper-

"Jalan buntu adalah untuk hari kemarin, bukan hari esok"
-Dor dalam The Timekeeper-

"Bila kita diberi waktu tak terbatas, tidak ada lagi yang istimewa. Tanpa kehilangan atau pengorbanan, kita tidak bisa menghargai apa yang kita punya"
-Dor dalam The Timekeeper-

"  'Ada sebabnya Tuhan membatasi hari-hari kita'
   ' Mengapa?'
   'Supaya setiap hari itu berharga'  "
-Dialog Dor dan Victor dalam The Time Keeper-



Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…