Sabtu, 05 Januari 2013

Jalan-jalan ke Lembang part 1

Januari ini saya diberi banyak kegembiraan oleh Allah.
Coba tebak.
Ya, saya diikutkan dalam liburan ke Lembaga yang diadakan tanggal 2 Januari hingga 3 Januari 2013.
Sponsornya tidak lain dan tidak bukan adalah paman yang yang bernama Sultan.
Saya menyapanya dengan nama "Om Sultan".

Om Sultan sekeluarga mengadakan liburan ke Lembang, tepatnya di Villa Air Natural Resort.
Kami berangkat dengan membagi diri menjadi dua kelompok.
Di kelompok pertama ada: Mbah (mbah kakung, ayah Tante Rika), Ibu (mbah putri, Ibu Tante Rika), Tante Rina (adik dari Tante Rika), Dira (Putri dari Tante Rina), dan Fira (adik sepupu saya, anak Om Sultan).
Sedangkan di rombongan kedua ada: Om Sultan, Tante Rika (istri om sultan), Zafran (adik Fira, anak om Sultan), mbak Sanah (babysitter Zafran), Om Idrul (adik angkat Tante Rika), dan saya.
Kedua rombongan ini berangkat dengan jadwal yang berbeda.
Rombongan pertama dengan Mbah sebagai driver berangkat pada jam 10 pagi. Menurut info dari Fira, rombongan pertama tiba sekitar jam 1 siang. Dengan sedikit tambahan informasi dari Tanter Rika yang diprotes oleh Fira karena kesalahan pembuatan peta, bahwa rombongan pertama sempat tersasar.
Rombongan kedua berangkat pada jam setengah 9 malam. Karena Om Sultan dan Tante Rika harus masuk kantor. Setelah memastikan rumah di Bekasi telah aman untuk ditinggal, kami berangkat menuju Lembang.
Ternyata insiden tersasar harus pula dialami oleh rombongan pertama. Kami melewatkan belokan ke kiri yang terdapat sekitar 500 meter sebelum Grand Hotel Lembang. Setelah kegiatan memutari pasar Lembang sekitar jam 11 malam, akhirnya kami sampai di Villa Air.

Disambut oleh udara dingin, rombongan terakhir mengisi perut dengan makanan yang telah dibawa oleh rombongan pertama. Fira dan Dira telah lebih dulu tidur saat kami tiba di villa. Setelah merasa kenyang saya pun masuk ke kamar dengan maksud untuk beristirahat, namun efek kopi yang sempat kami beli di salah satu rest area di tol cipularang membuat mata saya sulit memejam. akhirnya pada pukul 2 malam saya berhasil tertidur.

Pagi hari, kami di sambut dengan udara dingin. Namun semangat kami terutama adik Zafran membantu menghangatkan. Setelah acara kumpul-kumpul di teras sambil ngobrol, kami kemudian memilih untuk sarapan di Kafe Bunga. Kami medapatkan 9 voucher sarapan dari pihak pengelola yang berlaku di kafe tersebut. Hanya Tante Rika dan Ibu yang tetap tinggal di rumah karena Ibu memiliki kesulitan dalam berjalan. Sisa anggota rombongan yang lain akhirnya menghabiskan waktu yang menyenangkan di Kafe Buku sambil menunggu sarapan di antarkan.

Setelah sarapan kami kemudian berebutan mandi. Ya, berebutan dalam artian sebenarnya karena langsung saja semua orang ingin mendapat urutan pertama. Hal ini karena di villa ini hanya tersedia 3 kamar dan 1 kamar mandi. Walhasil kami harus antri untuk mandi. Dan sialnya ketika giliran saya untuk mandi, pemanas airnya malah mati. Akhirnya saya harus menerima nasib mandi dengan air dingin di udara yang sangat dingin.

Setelah semua mandi, kami kemudian jalan-jalan ke lokasi wisata De'ranch, Lembang.
Dinding di dekat pintu masuk
Di dalam lokasi ini, di setting suasana peternakan.
Selain itu disediakan pula berbagai wahana permainan yang berkaitan dengan peternakan.
De'Ranch adalah tempat bagi wisata keluarga yang ingin menikmati kehidupan ala koboi.

Begitu melewati pintu masuk kita akan langsung berada di food hall yang mereka sebut "Pelana Hall". Tempat ini disetting ala food court namun dengan interior seperti ruangan yang ada di rumah-rumah koboi.
Potongan tiket masuk, ternyata dapat ditukarkan dengan minum yang telah ditentukan.
Tempat penukarannya khusus menyediakan segelas (ukuran air mineral gelas) susu dengan sejumlah rasa seperti melon, strawberry, dan mocca. Satu tiket dapat ditukarkan dengan satu gelas susu tersebut.
Dua tiket masuk dapat ditukarkan dengan 
Tersedia dua koridor di sisi kiri dan kanan Pelana Hall untuk mengakses wahana atau permainan-permainan yang tersedia.

Salah satu bagian di daerah food court koridor kiri
Begitu memasuki Hall kami langsung menempati satu meja panjang. Setelah itu saya, Om Sultan, Zafran, Mbak Sanah, Fira dan Om Idrul segera menuju sisi kanan hall. Kami langsung melihat wahana Gold hunter, dimana orang-orang akan bermain di air untuk mencari emas. Hanya adik Zafran yang tertarik dengan wahana itu, maklum usianya baru 4 tahun sehingga bermain dengan air menjadi hal yang menarik baginya. Akhirnya diputuskan bahawa Om Sultan akan menemani Zafran bermain, sedangkan 4 orang lainnya mencari permainan yang menarik minat kami. Kami kemudian memutuskan untuk mencoba wahana Menunggang Kuda. Namun wahana tersebut sudah penuh dan harus menunggu satu jam untuk mendapat antrian. Tapi, kami diberi tahu bahwa ada wahana yang sama di sisi kiri Hall.

Akhirnya kami  kembali menyusuri Pelana Hall untuk mencapai koridor yang berada di sebelah kiri. Kami segera membeli tiket untuk wahana menunggang kuda. Setiap orang dikenai biaya Rp 20.000,-. Hanya saya yang memutuskan menggunakan kostum indian. Dan saya menjadi orang pertama dari kami berempat yang menaikin kuda. Ternyata kuda itu dipapah oleh seorang pengurus kuda, dan tidak benar-benar ditunggangi. Kami hanya duduk tenang di atas kuda yang berjalan perlahan mengelilingi areal yang telah ditetapkan. Di sisi kanan tedapat beberapa pagar yang membatasi ruang gerak kuda-kuda yang merumput. Menurut info, kalau mau benar-benar belajar menunggang kuda harus membayar Rp 150.000,-/ jam. Ah, saya cukup kecewa terhadap wahana tersebut. Oiya, satu tiket hanya berlaku untuk satu orang dan satu putaran. Setelah kami berempat selesai menaiki kuda, kami memutuskan untuk kembali ke Pelana Hall.

Saat sampai di bangku, telah tersedia sejumlah camilan seperti rujak, tahu dan tempe goreng serta batagor. Fira kemudian pergi untuk membeli Gulali. Setelah saya perhatikan lebih cermat ternyata di korider sebelah kiri yang baru kami datangi tersedia wahana "Panahan". Saya yang tertarik untuk mencoba wahana itu akhirnya mengahak Om Idrul, Fira, dan Dira. Mbak Sanah tidak bergabung bersama kami karena harus mengurusi Zafran yang bajunya basah kuyup setelah bermain Gold Hunter.

Kami kembali ke konter penjualan tiket dan menanyakan keberadaan wahana panahan. Setelah ditunjukkan arahnya, kami langsung memberli 4 tiket dan bergegas menuju lokasi wahana. Ternyata wahana ini menguji keterampilan kami. Memanah adalah kegiatan yang masih sangat baru bagu saya dan yang lainnya. Bahkan setelah mencoba berbagai teknik dan gaya yang kami karang sendiri, serta dengan contoh dan petunjuk dari petugasnya, tetap saja hasilnya tidak memuaskan. Saya bahkan hanya berhasil menancapkan 1 anak panah di papan target. Fira dan Om Idrul berhasil menyarangkan dua anak panah. Sedangkan Dira menolak untuk ikut main. Karena masih penasaran akhirnya kami membeli 2 tiket tambahan agar saya, Om Idrul, dan Fira bisa kembali mendapat kesempatang dengan 10 anak panah kami.

Ah ternyata nasib saya lebih buruk kali ini. Saya bahkan tidak berhasil menyarangkan 1 anak panah pun. Walaupun berkali-kali dibantu oleh petugas. Sedangkan Om Idrul berhasil menancapkan 5 anak panah. Meskipun tidak tepat di tengah papan sasaran. Saya dan Fira kemudian saling memahami bahwa ternyata memanah tidak semudah yang kami liat di anime atau kami baca di manga. Sedangkan saya dan Dira sepakat bahwa saya perlu meningkatkan porsi kekaguman saya pada Legolas, tokoh dalam The Lord of The Ring yang selalu memanah dengan gaya cool bahkan nyaris tanpa banyak gerak.

Oiya, saya dan Om Idrul sempat mampir ke toko yang menjual souvenir dari De'Ranch. Tapi ternyata tidak ada yang spesial di sana. Hanya rompi, topi, tas dan dompet kulit yang benar-benar mencerminkan barang-barang peternakan. Sedangkan sisa barang yang lain nampak biasa saja. Kami pun meninggalkan toko tersebut dengan tangan kosong karena tidak menemukan benda yang menarik untuk dibeli.
Setelah itu karena tidak menemukan hal menarik untuk dimakan, kami memutuskan untuk makan siang di luar De'Ranch.






...Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)