Langsung ke konten utama

Petualang LIma Sekawan yang Jadi Bintang Film

Lima Sekawan:
Penculikan Bintang Televisi

(dipinjam di Zoe)

 Setelah menuntaskan petualangan Trio Detektif dengan Nuri Gagap-nya, saya beralih ke petualangan lima sekawan. Kali ini George, Julian, Anne, Dick dan anjing pintar mereka Timmy menghabiskan liburan di Bournemouth, sebuah kota di pantai selatan Inggirs. Saat itu aksi mereka sudah mulai diketahui

Sesampainya di Bournemouth, mereka tanpa sengaja bertemu dengan seorang sutradara televisi BBC stasiun lokal. Ia kemudian menawari Lima Sekawan untuk tampil dalam sebuah film televisi yang ia buat dengan tema detektif dan penyelundup. Atas izin dari orang tua George yang menjadi pendamping mereka, akhirnya  tersebut diantaranya, Stephen Bird, Susy Marshal, Marc, Tom, dan Renato.

Namun di tengah jadwal syuting, satu persatu pemeran dalam film tersebut menghilang. Dimulai dengan hilangnya Stephen. Kemudian lima sekawan dibuat bingung karena ketiadaan petunjuk untuk menemukan Stephen dan petunjuk mengenai motif dan penjahatnya. Mereka kemudian mulai melakukan penyelidikan sendiri karena keterangan mereka dirgukan oleh pihak kepolisian. Selama upaya penyelidiakan itu Susy kemudian Marc ikut menghilang.

Siapakah yang menjadi otak dari hilangnya bintang televisi tersebut? Mungkinkah Gery Findler sang jutawan Amerika. Ralph Malory kah yang merupakan sutradara merereka? Salah satu kru film kah?? lantas apa motif mereka?

Petualang lima sekawan kali ini pun cukup menarik diikuti dan diwarnai oleh kenekatan George, si tomboy yang selalu memiliki intuisi yang tajam, Membaca petualangan mereka bisa menjadi pengisi waktu luang yang menyenangkan karena ringan. Usia SD sampai dewasa dapat menikmati karya ini.

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…