Langsung ke konten utama

My wish book list dan The Lord of The Ring

Kali ini saya membuat list buku yang ingin saya miliki di tahun 2013 nanti. Mungkin sekedar untuk menjadi "alarm" bagi saya agar ketika ingin membeli buku saya akan memprioritaskan buku-buku berikut:

Jostein Gaarder - Dunia Sophie
Jostein Gaarder - Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Jostein Gaarder - Misteri Soliter

Enid Blyton - lima sekawan lengkap!!!

JRR Tolkien - The Lord Of The Ring Series

Untuk terbitan gagas Media I wish I could have this:

Catatan Musim - Tyas Effendi
CInta Kemarin - Dila Putri
Goodbye Happiness - Arini Putri

Semoga bisa lengkap (^_^)



Jumlah ini mungkin tergolong sedikit bagi mereka yang mengenal saya dengan baik. Mereka tahu buku-buku ini tidak akan cukup untuk saya. Namun saya menyadari bahwa sejak tahun 2012 saya memiliki keterbatasan dana untuk terus melanjutkan hobi saya membaca buku. Saya yang tadinya menolak meminjam buku karena punya penyakit aneh (saya cenderung tidak akan membeli buku yang pernah saya baca sebagus apapun buku itu untuk dijadikan koleksi), sehingga sering kali saya menolak untuk membaca sebuah buku yang kemungkinan besar akan sangat bagus ceritany.
Itulah kenapa karya lama milik JRR Tolkien baru kali ini masuk ke dalam daftar koleksi saya, karena buku The Lord of The Ring telah saya baca saat duduk di bangku SMP kelas 2 sekitar 10 tahun yang lalu. kemudian kehadiran The Hobbit yang akhirnya saya beli membantu saya membulatkan tekad untuk memiliki seri The Lord of The Ring selengkap-lengkapnya.


P.S: list ini sudah saya posting di FB..
tapi dengan pertimbangan akan sulit menceritakan progress wish list ini maka saya akhirnya mempostingnya di blog ini.. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…