Langsung ke konten utama

kumpulan Tweet puisi

dari pada tulisan itu kelak hilang entah kemana, tidak ada salahnya jika saya mengumpulkannya di sini.
(Baca: maaf belum punya ide tulisan lagi)

puisi super mini dipublish melalui @atriasartika

Berkali-kali hanya sekedar menemukan kabarnya. Tanpa keberanian untuk menyapanya. Karena hati belajar teguh tuk melupa #puisi


Berharap dia telah lama melupa . Agar dia tak perlu tahua apa yg masih terus kujaga untuknya. Tempatnya terlalu indah untuk terabai #puisi

Ah menanti segelas kehangatan. Bukan..bukan yang pekat dengan selapis rasa pahit.. Hanya sebening do'a dari hati seorang Bunda #puisi

Bunda, tak dapatkah pelukmu terpaketkan bersama suratmu? Agar bisa kuraih kembali kala dingin menusuk hati dan tubuhku #puisi

Saat aku lelah kamu tak pernah mendekat, namun mereka yang kusebut sahabat. Saat cinta tak tersedia, peluk mereka selalu turut serta #puisi

Sempurna bagiku adalah ketika takdir dariNya menetapkanmu untukmu. Indah adalah saat cintaku menjadi suci dalam janjimu #puisi

Komentar

  1. main kesini...

    tadi lihat info updetannya dari fb..
    :)

    BalasHapus
  2. he..he.. terimakasih sudah berkunjung mbak..
    semoga bermanfaat.. (^_^)v

    BalasHapus
  3. membaca tulisan ini sambil mengil sebatang kit-kat
    sama manisnya #bukan-gombal :D

    BalasHapus
  4. Saat aku lelah kamu tak pernah mendekat, namun mereka yang kusebut sahabat. Saat cinta tak tersedia, peluk mereka selalu turut serta #puisi

    Sukaaaaaaaaaaaaa :*

    BalasHapus
  5. he..he.. jadi malu..
    selama ini nulis untuk konsumsi pribadi saja sih.. :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…