Rabu, 19 Desember 2012

Kalimat "InsyaAllah"

Ah, hari ini saya mau memposting sesuatu yang menurut saya layak untuk saya jelaskan.
Sebelumnya saya ingin menegaskan bahwa apa yang saya tulis bukan untuk mencela tapi untuk mengingatkan muslim di Indonesia dan semoga ini bisa menjadi cerminan dan renungan untuk kita.

Kalimat InsyaAllah saat ini menjadi sesuatu yang amat sepele. Orang gampang mengucapkan "InsyaAllah" ketika berjanji. Padahal setiap muslim akan dikenakan pertanggungjawaban atas segala yang dia ucapkan dan lakukan. Tahukah makna "InsyaAllah" itu berarti "Dengan izin Allah". Itu berarti kita menyerahkan ketetapannya pada Allah. Namun itu setelah kita mengusahakan yang terbaik yang kita mampu.
Kalimat InsyaAllah adalah sebuah janji dengan mengatasnamakan nama Allah. Kita menggadaikan nama Allah sebagai saksi dan penjamin kita.

Seorang muslim yang baik tidak akan dengan mudah berjanji dengan Allah. Kalimat InsyaAllah harus menjadi sebuah janji yang ia pegang teguh. "InsyaAllah" harus dimaknai sebagai sebuah janji yang akan berusaha kita penuhi sekuat tenaga, 99% persen dengan kekuatan kita dan 1% (yg menjadi penentu) dengan ketetapanNya.

Namun saat ini, InsyaAllah menjadi sebuah kalimat pamungkas yang digunakan saat membuat janji yang tidak diyakini akan dipenuhi. Bukankah itu sangat terbalik dari makna aslinya. Bagaimana mungkin ummat muslim yang seharusnya amanah melanggar amanah dengan mengatasnamakan Rabbnya??

Mari mulai sebuah kebiasaan baik.
Jika kita diminta berjanji dan yakin bisa menyanggupinya maka katakan "InsyaAllah".
Namun jika kalian bermaksud memenuhinya namun ada kondisi yang membuat kalian agak ragu rencana itu akan sulit terlaksana, maka katakan "Saya berjanji akan mengusahakannya. Nanti saya kabari lagi kepastiannya".
Dan jika kalian tidak ingin memenuhinya maka katakan dengan jujur atau lebih baik diam.
Bayangkan setiap insyaAllah kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah..

Ingatlah, selama ini citra Islam selalu tercoreng negatif karena apa perilaku ummat Islamnya dan kondisi negara-negara Islam dunia. Maka mari mengubah citra itu semampu kita dari hal-hal yang sederhana namun berarti. Bukankah buruk jika ada yang berkata "Jangan percaya "InsyaAllah" mereka. Karena "InsyaAllah" itu berarti kami tidak yakin mau datang atau mau melakukan hal tersebut"

Semoga Allah memudahkan jalan kita untuk ikut membela agamaNya meskipun dengan hal-hal yang kecil dan sederhana.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)