Langsung ke konten utama

Kalimat "InsyaAllah"

Ah, hari ini saya mau memposting sesuatu yang menurut saya layak untuk saya jelaskan.
Sebelumnya saya ingin menegaskan bahwa apa yang saya tulis bukan untuk mencela tapi untuk mengingatkan muslim di Indonesia dan semoga ini bisa menjadi cerminan dan renungan untuk kita.

Kalimat InsyaAllah saat ini menjadi sesuatu yang amat sepele. Orang gampang mengucapkan "InsyaAllah" ketika berjanji. Padahal setiap muslim akan dikenakan pertanggungjawaban atas segala yang dia ucapkan dan lakukan. Tahukah makna "InsyaAllah" itu berarti "Dengan izin Allah". Itu berarti kita menyerahkan ketetapannya pada Allah. Namun itu setelah kita mengusahakan yang terbaik yang kita mampu.
Kalimat InsyaAllah adalah sebuah janji dengan mengatasnamakan nama Allah. Kita menggadaikan nama Allah sebagai saksi dan penjamin kita.

Seorang muslim yang baik tidak akan dengan mudah berjanji dengan Allah. Kalimat InsyaAllah harus menjadi sebuah janji yang ia pegang teguh. "InsyaAllah" harus dimaknai sebagai sebuah janji yang akan berusaha kita penuhi sekuat tenaga, 99% persen dengan kekuatan kita dan 1% (yg menjadi penentu) dengan ketetapanNya.

Namun saat ini, InsyaAllah menjadi sebuah kalimat pamungkas yang digunakan saat membuat janji yang tidak diyakini akan dipenuhi. Bukankah itu sangat terbalik dari makna aslinya. Bagaimana mungkin ummat muslim yang seharusnya amanah melanggar amanah dengan mengatasnamakan Rabbnya??

Mari mulai sebuah kebiasaan baik.
Jika kita diminta berjanji dan yakin bisa menyanggupinya maka katakan "InsyaAllah".
Namun jika kalian bermaksud memenuhinya namun ada kondisi yang membuat kalian agak ragu rencana itu akan sulit terlaksana, maka katakan "Saya berjanji akan mengusahakannya. Nanti saya kabari lagi kepastiannya".
Dan jika kalian tidak ingin memenuhinya maka katakan dengan jujur atau lebih baik diam.
Bayangkan setiap insyaAllah kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah..

Ingatlah, selama ini citra Islam selalu tercoreng negatif karena apa perilaku ummat Islamnya dan kondisi negara-negara Islam dunia. Maka mari mengubah citra itu semampu kita dari hal-hal yang sederhana namun berarti. Bukankah buruk jika ada yang berkata "Jangan percaya "InsyaAllah" mereka. Karena "InsyaAllah" itu berarti kami tidak yakin mau datang atau mau melakukan hal tersebut"

Semoga Allah memudahkan jalan kita untuk ikut membela agamaNya meskipun dengan hal-hal yang kecil dan sederhana.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…