Minggu, 11 November 2012

Disapa hujan

10.11.12
@kafe
Kata "right man in the right time" atau "right man in the right place" berkelebat begitu saja saat ini.
Karena saya merasa di moment "the right place in the right time"
Ya, saya terjebak hujan di saat ada tempat berteduh yang cukup nyaman (meski tidak gratis) :D
Sedari tadi mendung memang sudah membayangi kota Bandung (lebih tepatnya sisi Bandung yg saya tinggali). Saya akui ada payung kecil di tas saya. Namun tidak akan mampu melindungi saya dan adik saya. Kebetulan hari ini kami menghabiskan waktu bersama.
Hujan deras turun saat kami tengah berada di toko BaBe (Barang Bekas) karena si bungsu ini ingin membeli sepatu bola yang bagus dengan harga murah maka salah satu pilihannya adalah dengan mencari barang second.
Akhirnya disinilah saya, di kafe yang tepat bersebelahan dengan "BaBe". Duduk sendirian ditemani buku dan secangkir coklat panas. Adik saya?? Jangan ditanya, tampaknya dia masih sibuk mencari barang yang diinginkannya dan mungkin sama sekali tidak menyadari hujan deras yang sudah sangat lama tidak menyapa Bandung. Tapi rasanya tidak mungkin tak disadari. Sedari tadi cahaya petir beberapa kali muncul di langit Bandung disertai gemuruh yang memekakan telinga dan berkali-kali membuatku merasa takut (harus saya akui guntur adalah kawan hujan yang paling saya benci. Pelangi dan wangi tanah basah adalah favorit saya :D)
Saya rasa saya, Babe, dan hujan lebat memang berjodoh. Ini kedua kalinya saya menginjakkan kaki di toko itu. Pertama kali saat bersama ayah dan kakak sulung saya. Dan saat itu pun hujan lebat. Namun kami tetap membulatkan tekad untuk menerobos hujan dari mobil hingga pintu depan BaBe. Maka hujan kali ini seolah menggenapi ikatan kami.
Tapi, sudahlah lupakan soal hal itu.
Sekarang saya bermaksud melaporkan kondisi terakhir kafe ini. Tadi ketika mengawali postingan ini, kafe ini sepi. Hanya saya yang mengisi kursi di sini. Namun ketika hujan deras terus turun sejumlah pengunjung yang enggan basah saat harus menerobos hujan demi mencapai mobil akhirnya memilih menghabiskan waktu di kafe ini. Dan kini hanya dua meja yang kosong, itupun karena kedua meja tersebut basah oleh hujan. Dan sekarang dihadapanku duduk seorang ayah dan putrinya. Mereka tampaknya jalan berdua. Mengingatkan saya pada kedekatan saya dan papa. Sudah berbulan-bulan berlalu sejak terakhir kali kami menghabiskan waktu berdua saja. Saat celotehanku mengisi sebagain besar kebersamaan kami.
Di usia sekarang saya tetap dengan bangga berkata bahwa saya "anak papa'
Oh, hujan telah mereda. Sore ini akhirnya saya hanya sempat bercerita tentang hujan. :)
Wah jadi berharap menemukan pelangi karena tadi sebelum hujan lebat turun, wangi tanah basah tidak terbaui.. :"(
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)