Senin, 12 November 2012

Belajar dari Forest Gump

Kali ini buku yang berniat untuk saya selesaikan adalah karya yang sudah cukup lama namun tidak usang. Bukunya boleh saja sudah lecek disana sini dengan warna kertas yang mulai menguning, mengingat buku ini terbitan tahun 1997. Namun nilai dalam buku ini tidak akan berkurang.
Mungkin nanti saya akan membeli buku bekas Forest Gump karya Winston Groom ini agar bisa dibaca oleh orang lain.

Buku ini bercerita tentang seorang yang idiot namun tidak dungu (yang berulang kali ditegaskan oleh Gump sendiri). Ia memang lahir "berbeda" dengan kemampuan mental yang terhambat namun tidak berarti kecerdasannya tidak ikut berkembang. Bukankah pintar berbeda dengan cerdas? Pintar lebih banyak berhubungan dengan kemampuan akademik. Namun kecerdasan diukur dari kemampuan seseorang untuk menghadapi masalah dalam hidup dan menyelesaikannya.

Tutur bahasa di dalam buku ini sangat ringan, namun bukan untuk pembaca usia 15tahun. Karena dengan mempertimbangkan kemampuan berbahasa seorang Forest Gump dengan kekurangannya, maka penulis benar-benar menampilkan tulisannya dalam bahasa sehari-hari. Menarik karena tutur Gump sangat sederhana dan blak-blakan. Ada bagian buku ini yang mengkritisi Perang Vietnam lewat sudut pandang seorang Gump yang memandang segala sesuatunya sangat apa adanya.


Buku ini bisa dikatakan tidak masuk akal. Namun ada nilai yang ingin dibagikan. Yaitu jika seorang seperti Forest Gump saja berani menantang hidup dan tidak pernah menyerah, lantas kenapa yang normal tidak seberani dia??

Kutipan:
"Ikutilah air pasang, sahabatku, dan pada saat kau dibawa pergi, manfaatkanlah kekuatannya demi kepentinganmu, lawanlah semua dangkalan dan pusaran dan jangan mengalas, jangan menyerah. Kau anak baik, Forest, dan hatimu sangat muliah"
-petikan surat Dan untuk Forest Gump-
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)