Senin, 29 Oktober 2012

Tentang Dia yang (pernah) kucinta

Masih teringat olehku moment awal kedekatan kita.
Malam itu aku menangisi sebuah hal yang kini kulupakan apa tepatnya.
Aku membagi kesahku dalam bentuk sebait lyric lagu karya penyanyi cilik yang saat itu baru saja merilis lagi album baru yang membawa fragmen kedewasaannya.
"Semoga kau datang membimbingku menuju bahagia....."
Postingan berupa lyric di jejaring sosial itu dengan segera ditinggapi olehmu.
Malam itu kamu bahkan tak tahu bahwa air mataku benar-benar menetes.
Merindukan keberadaan seseorang untuk berbagai.
Kau kemudian menawarkannya. Pelipur lara bagiku. Dan ternyata sebuah tantangan bagimu.

Kita kemudian menjadi pasangan yang tidak diprediksi akan bisa bersama.
Hingga kini mungkin masih ada yang terus bertanya. "Kenapa mereka bisa bersama?"
Yah, itulah kenapa aku mulai menilai bahwa mendapatkanku sebagai kekasih adalah tantangan bagimu. Bukan untuk mengisi peran yang kunanti, tapi menemukan kepuasan pribadi atas penaklukanmu.

Dan malam ini terdengar kembali lagu itu. Dengan suara yang sama, namun pemahaman berbeda.
Saat itu aku memang sendiri.
Sedang kini aku ditinggal sendiri.
Kau memang datang, tapi bukan untuk tinggal karena pada akhirnya kamu berlalu.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)