Selasa, 23 Oktober 2012

Tangisku

Malam ini aku kembali menangis.
Bukan..bukan karena mu..

Melainkan kehadiran makhluk kecil yang takkan pernah disebut imut dan lucu layaknya makhluk kecil lainnya..
Warna hitam yg mendadak melintasi garis potongan di sudut kamar yang dekat rak buku yang berantakan membuatku terpana..

Ketakutanku membuncah dan mendadak air mata merebak ditengah tawa kakak dan adikku yg kebetulan tengah mengunjungi kamarku..
Tangis itu karena pikiran negatif yg berkelebat seketika..tentang sudah berapa lama makhluk pengerat itu menginvasi kamarku..

Adakah semalam aku terlelap di ruangan yg sama dengan ia yg tengah menyelinap mencari remah-remah cemiln tengah malamku??
Adakah ia semalam ketika aku tak menginginkan penonton atas tangis tertahan ketika menguatkan hati melepaskanmu??
Ataukah dia sudah lama berada disana ketika aku meninggalkan kamar ini tanpa penunggu dan menghabiskan malam di kota yang berjarak 2jam waktu tempuh??
Ataukah sebenarnya dia sudah berkali melihat tangisku karena aku lalai menutup sela pintu kamar yang baru saja ditinggikan itu??
Karena itukah ia memutuskan bahwa malam ini tangisku jadi miliknya saja agar aku berhenti menangisimu..menangisi kita..dan menangisi apa yg selama ini aku duga akan menjadi kita??
Yah paling tidak malam ini aku punya alasan lain untuk tak tidur dan menghadapi adik dan kakak yang protective dengan mata bengkak..
Tidak perlu lagi mencari alasan untuk terus bersembunyi di ruangan yang hanya seluas 3x3 ini hingga mataku tak lagi menyisakan sembab..agar tak muncul sesi introgasi tentang "kita" yang tak begitu mereka sepakati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)