Langsung ke konten utama

Tangisku

Malam ini aku kembali menangis.
Bukan..bukan karena mu..

Melainkan kehadiran makhluk kecil yang takkan pernah disebut imut dan lucu layaknya makhluk kecil lainnya..
Warna hitam yg mendadak melintasi garis potongan di sudut kamar yang dekat rak buku yang berantakan membuatku terpana..

Ketakutanku membuncah dan mendadak air mata merebak ditengah tawa kakak dan adikku yg kebetulan tengah mengunjungi kamarku..
Tangis itu karena pikiran negatif yg berkelebat seketika..tentang sudah berapa lama makhluk pengerat itu menginvasi kamarku..

Adakah semalam aku terlelap di ruangan yg sama dengan ia yg tengah menyelinap mencari remah-remah cemiln tengah malamku??
Adakah ia semalam ketika aku tak menginginkan penonton atas tangis tertahan ketika menguatkan hati melepaskanmu??
Ataukah dia sudah lama berada disana ketika aku meninggalkan kamar ini tanpa penunggu dan menghabiskan malam di kota yang berjarak 2jam waktu tempuh??
Ataukah sebenarnya dia sudah berkali melihat tangisku karena aku lalai menutup sela pintu kamar yang baru saja ditinggikan itu??
Karena itukah ia memutuskan bahwa malam ini tangisku jadi miliknya saja agar aku berhenti menangisimu..menangisi kita..dan menangisi apa yg selama ini aku duga akan menjadi kita??
Yah paling tidak malam ini aku punya alasan lain untuk tak tidur dan menghadapi adik dan kakak yang protective dengan mata bengkak..
Tidak perlu lagi mencari alasan untuk terus bersembunyi di ruangan yang hanya seluas 3x3 ini hingga mataku tak lagi menyisakan sembab..agar tak muncul sesi introgasi tentang "kita" yang tak begitu mereka sepakati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…