Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

mengenang 8 tahun berhijab..alhamdulillah..

Bismillahirrahmanirrahim..

Ah, alhamdulillah masih diberi berkah bertemu dengan Ramadhan tahun ini.. Alhamdulillah..
Teringat kembali kenangan masa SMA ketika hidayah berhijab dengan penuh keteguhan datang bersama sebuah kesempatan untuk melaksanakannya. Moment pesantren kilat sebagai wakil dari mushallah Al-Iqra dalam peskil bersama pada 1 Ramadhan 1425 H atau 15 Oktober 2004.
Alhamdulillah niat berhijab berhasil terwujud. Dengan berbagai hambatan yang terjadi sebuah niat untuk menjadikan keputusan ini sebagai pilihan seumur hidup. Dengan tekad bahwa insyaAllah hijab itu bukanlah hijab yang dipakai untuk alasan lain selain tunduk pada perintah Allah. Dengan do'a untuk selalu dalam penjagaannya dan hijab itu menjadi wasilah untuk menjaga diri, akhirnya hijab putih yang menjadi hijab pertamaku pun kukenakan.
Setelah kucing-kucingan dengan ibunda yang awalnya tidak begitu menyetujui niatan itu, alhamdulillah berkah Ramadhan menghampiri. Ibunda menyetujui keputusan itu meski beliau te…

manifesto sindikat penulis

Manifesto Sindikat Penulis
Kami adalah pengedar kata-kata.
Memuntahkan beragam aksara adalah kebiasaan utama kami.
Titik dan koma, kalian tahu, adalah sahabat karib yang tidak pernah bisa kami khianati.

Kami menulis di berbagai kesempatan, tapi kalian menyebut kami pemalas.
Kami menulis di setiap ruang dan waktu, tapi kalian menyebut kami pengkhayal.
Kami membaca di mana saja, tapi kalian menyebut kami kurang kerjaan.

Kami bukanlah apa yang kalian persangkakan tentang kami.
Kami adalah penulis dan selamanya memang akan tetap selalu begitu!

Kami mengerti bahwa bahasa adalah hasil kesepakatan.
Dan kami sepakat bahwa bahasa selalu menjanjikan kebebasan.

Membaca membuat kami bijak.
Menulis membuat kami bahagia.

Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!


— Sindikat Penulis — manifesto ini saya kutip dari http://sindikatpenulis.forumotion.com
baru saja bergabung di komunitas ini..
semoga memudahkan penulis untuk tidak berhenti menulis..
(^_^)v 

Sekedar Menghempas Debu dan Jaring Laba-Laba

Kesibukan selalu menjadi kambing hitam dalam setiap kegagalan memposting tulisan.
Seolah waktu 24 jam tidak lagi cukup untuk memenuhi semua rencana
menghentikan penundaan menjadi kebiasaan yang hanya sekedar menjadi resolusi tahunan.
Membaca kini menjadi rutinitas yang terlalu memforsir tenagaku. mendengar musik dan menghabiskan waktu menggelandang di jalan menjadi prioritas kedua dalam keseharianku.

Sikap sok sibuk ini membuat produktivitas menulis menurun jauh.
Memang pada saat membaca ada sejumlah ide tulisan yang terlintas
serangkaian kata yang terbaca di benar
namun keengganan menunda bacaan untuk sekedar menuliskan sebaris kata-kata membuat semua inspirasi itu berlalu begitu saja
barulah ketika terpaku di depan laptop, penyelasan membanjiri dengan kata "Kenapa dulu" dan "Seandainya"

Ah, sudahlah..
mengeluh pun tiada guna lagi..
ini kesalahanku, maka kergiannya harus mampu kutanggung.

biarlah tulisan ini menjadi pengingat bahwa aku kembali masuk ke ruang kosong…