Langsung ke konten utama

Menemukan Diriku

Dalam perjalanan keluar dari tempat yang kusebut rumah entah mengapa terbesit pikiran tentang bagaimana orang-orang memandang pribadiku. Bertanya "Mengapa" ketika kemudian bahwa seringkali orang memberikan penilian lebih terhadap pribadiku. Sering kali mereka berharap bahwa aku bisa melakukan hal-hal yang besar yang kadang diriku pribadi agak meragukannya.

Sejak kecil harapan-harapan itu telah mulai membebaniku karena latar belakang keluargaku yang notabene dianggap keluarga yang berisi orang pintar-pintar mengingat pekerjaan yang dimiliki ayahku dan prestasi dari kakak-kakakku. Tidak jarang itu menjadi beban yang tidak bisa diterima oleh seorang gadis kecil. Kalimat "Kenapa kamu tidak bisa seperti kakakmu?" menjadi jawaban dari orang-orang sekitar ketika gagal meraih prestasi sebaik kakak-kakakku. Namun ketika keberhasilan kuraih kalimat yang kudapatkan hanya "Wajar dia begitu. Kakaknya juga seperti itu", seolah apa yang kuraih bukan atas usahaku sendiri. Ya, aku hanya menjadi sosok yang hidup dibawah bayang-bayang saudara-saudara yang baik dan membanggakan. (Even sometime I'm so desperate having them..but I always proud because have them in my life)

Dan kini ketika masa kanak-kanak dan remaja telah berada dibelakang sana dan telah memunculkan karakter pribadiku dan sauadara-saudaraku yang ternyata berbeda. Aku kemudian menyadari bahwa aku tidak lagi berada di bawah bayang-bayang. Aku bahkan ditarik kepanggungku sendiri dan disorot oleh lampu yang terang seolah semua orang menungguku membuktikan diri sebagai pribadi yang layak. Dan kondisi ini mungkin lebih baik bagi ego-ku namun tidak lebih baik dalam dari kondisi sebelumnya. Kini semua orang akan memandangku sebagai diriku dan image itu akan selalu menjadi bagian dari gambaran orang-orang atas diriku.

Dari kini aku mulai bertanya-tanya kenapa terkadang aku merasa orang-orang mengharapkan aku bisa melakukan sesuatu yang lebih besar?? Kenapa mereka memiliki keyakinan besar atas diriku bahwa aku pasti bisa melakukan sesuatu itu?? Apa yang mereka lihat dariku??
Kemudian kesadaran itu datang, bahwa tidak lagi penting tetang harapan orang-orang akan diriku. Yang penting adalah bagaimana aku meyakini diriku sendiri bahwa aku mampu menjadi apa yang aku inginkan untuk diriku. Meyakini diriku mampu melakukan sesuatu untuk orang lain tanpa perlu mengukur apakah itu sudah sesuai dengan harapan orang atas diriku sendiri..

Pada akhirnya semua itu tergantung dari bagaimana kita menilai diri dan meyakini diri kita sendiri..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…