Minggu, 30 Desember 2012

Petualang LIma Sekawan yang Jadi Bintang Film

Lima Sekawan:
Penculikan Bintang Televisi

(dipinjam di Zoe)

 Setelah menuntaskan petualangan Trio Detektif dengan Nuri Gagap-nya, saya beralih ke petualangan lima sekawan. Kali ini George, Julian, Anne, Dick dan anjing pintar mereka Timmy menghabiskan liburan di Bournemouth, sebuah kota di pantai selatan Inggirs. Saat itu aksi mereka sudah mulai diketahui

Sesampainya di Bournemouth, mereka tanpa sengaja bertemu dengan seorang sutradara televisi BBC stasiun lokal. Ia kemudian menawari Lima Sekawan untuk tampil dalam sebuah film televisi yang ia buat dengan tema detektif dan penyelundup. Atas izin dari orang tua George yang menjadi pendamping mereka, akhirnya  tersebut diantaranya, Stephen Bird, Susy Marshal, Marc, Tom, dan Renato.

Namun di tengah jadwal syuting, satu persatu pemeran dalam film tersebut menghilang. Dimulai dengan hilangnya Stephen. Kemudian lima sekawan dibuat bingung karena ketiadaan petunjuk untuk menemukan Stephen dan petunjuk mengenai motif dan penjahatnya. Mereka kemudian mulai melakukan penyelidikan sendiri karena keterangan mereka dirgukan oleh pihak kepolisian. Selama upaya penyelidiakan itu Susy kemudian Marc ikut menghilang.

Siapakah yang menjadi otak dari hilangnya bintang televisi tersebut? Mungkinkah Gery Findler sang jutawan Amerika. Ralph Malory kah yang merupakan sutradara merereka? Salah satu kru film kah?? lantas apa motif mereka?

Petualang lima sekawan kali ini pun cukup menarik diikuti dan diwarnai oleh kenekatan George, si tomboy yang selalu memiliki intuisi yang tajam, Membaca petualangan mereka bisa menjadi pengisi waktu luang yang menyenangkan karena ringan. Usia SD sampai dewasa dapat menikmati karya ini.

Misteri Nuri Gagap

Misteri Nuri Gagap
(dipinjam di Zoe)



Sepekan terakhir 2012 ii tampaknya akan saya habiskan dengan membaca sejumlah buku dengan genre detektif. Saya yang sudah tidak sabar menunggu untuk membeli karya Enid Blyton selengkap mungkin akhirnya memuaskan diri dengan meminjam buku dari salah satu kafe buku yang sekaligus tempat peminjaman buku favorit saya di Bandung.

Buku ini adalah salah satu dari serial "Alfred Hitchcock & Trio Detektif".
Dikisahkan Trio Detektif mendapat pekerjaan untuk mencari burung nuri yang hilang milik Mr. Fentriss yang merupakan kawan Mr. Hitchcock. Saat mendatangi kediaman Mr.Fentriss mereka mendadak mendapati bahwa kasus nuri milik Mr.Fentriss menjadi semakin menarik. Selain bahwa kenyataan bahwa nuri tersebut gagap, kasus itu memunculkan satu sosok yang sangat menginginkan nuri tersebut beserta nuri lain yang ternyata dijual oleh seorang pedagang Meksiko yang sama.

Diketahui kemudian bahwa tidak hanya Mr. Cladius -seorang pedagang barang antik- namun juga Huganay yang seorang pencuri barang-barang seni kaliber Internasional. Petualangan trio detektif semakin menarik karena harus bersaing dengan kedua orang tersebut. Trio detektif akhirnya tidak hanya harus mencari nuri gagap milik Mr. Fentriss saja melainkan 6 burung lainnya.

Petualangan trio detektif ini menjadi salah satu pengisi waktu yang menyenangkan. Bukunya "ringan" dan "menarik". Saat membacanya kita akan ikut tertarik untuk menebak alur ceritanya dan menjawab teka-teki yang muncul setelah berhasil menemukan beberapa nuri tersebut.
Sayangnya karena buku ini adalah terjemahan dari buku yang berbahasa Inggris, maka ada teka-teki dalam buku ini yang membutuhkan pengetahuan berbahasa Inggris dan karya sastra Inggris. Tapi di luar itu, bacaan ini tetap menarik sebagai pengisi waktu luang.

Jumat, 28 Desember 2012

potongan-potongan puisi mini

dari @PuisiAtria

Aku ini seorang putri..yg tak kunjung sempurna hingga sang ksatria datang membawa keping terakhir hatiku..

Jika menggapai dan menyentuhmu adalah kemustahilan..maka setangkup do'a menjadi jembatannya  

Mentari dan hujan tak bisa hadir bersama, namun bukankah pelangi hadir bersama rinai terakhir yang terbias surya?

kau berkata bahwa akulah bintang terangmu, menerangi gelapmu.Namun ternyata kau memilih rembulan yang membuatmu kasmaran  

Wangi tanah basah membungkam kesah. Derai tangis langit di penghujung senja menemaniku memeluk rindu  

Sempurna bagiku adalah ketika takdir dariNya menetapkanmu untukmu. Indah adalah saat cintaku menjadi suci dalam janjimu  

Saat aku lelah kamu tak pernah mendekat, namun mereka yang kusebut sahabat. Saat cinta tak tersedia, peluk mereka selalu turut serta  

Membuat media Baru @PuisiAtria

setelah semalaman mempertimbangkan untuk membuat sebuah account baru,
akhirnya niatan tersebut saya realisasikan.
Dengan dorongan seorang teman yang mengingatkan bahwa karya saya tidak bisa dinikmati dengan "tenang" karena keberadaaan percakapan lain, akhirnya saya membulatkan tekad untuk membuat sebuah account baru.

Ada yang mungkin akan bingung, memangnya kenapa sampai harus membuat account baru? buat dimana?

Ya, saya adalah seorang yang senang "mengarang" di twitter.
saya membuat puisi-puisi mini yang hanya terdiri dari skitar 140 karakter.

namun selama ini tulisan-tulis itu tersebar begitu saja, dan kadang-kadang saya ikutkan event yg dibuat oleh beberapa account lain.
tapi saya mulai menyadari bahwa kesukaan saya menulis puisi mini tersebut kian meningkat dan sejumlah orang mulai menyukainya.

akhirnya pagi ini 28 Desember 2012
saya membulatkan tekad dan langsung mengambil tindakan.
Saya akhirnya membuat accouny khusus di twitter dengan nama

@PuisiAtria


akun ini akan khusus diisi dengan puisi-puisi mini itu.

sejujurnya saya bahkan masih bingung akan seperti apa mengelola account tersebut.
Bagaimana account pribadi saya sendiri di twitter. haruskah sepi dari puisi?
ah, biarlah hal itu berjalan kemudian. Kelak akan ada jalan keluar terbaik untuk bisa terus mengelola berbagai account yang saya miliki
mulai dari FB, twitter (yang kini berjumlah 2) dan 1 blog yang tetap eksis. :)

Semoga membawa kebaikan
dan semoga dengan ini impianku untuk bisa menjadi penulis semakin dekat :)

Rabu, 26 Desember 2012

My wish book list dan The Lord of The Ring

Kali ini saya membuat list buku yang ingin saya miliki di tahun 2013 nanti. Mungkin sekedar untuk menjadi "alarm" bagi saya agar ketika ingin membeli buku saya akan memprioritaskan buku-buku berikut:

Jostein Gaarder - Dunia Sophie
Jostein Gaarder - Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Jostein Gaarder - Misteri Soliter

Enid Blyton - lima sekawan lengkap!!!

JRR Tolkien - The Lord Of The Ring Series

Untuk terbitan gagas Media I wish I could have this:

Catatan Musim - Tyas Effendi
CInta Kemarin - Dila Putri
Goodbye Happiness - Arini Putri

Semoga bisa lengkap (^_^)



Jumlah ini mungkin tergolong sedikit bagi mereka yang mengenal saya dengan baik. Mereka tahu buku-buku ini tidak akan cukup untuk saya. Namun saya menyadari bahwa sejak tahun 2012 saya memiliki keterbatasan dana untuk terus melanjutkan hobi saya membaca buku. Saya yang tadinya menolak meminjam buku karena punya penyakit aneh (saya cenderung tidak akan membeli buku yang pernah saya baca sebagus apapun buku itu untuk dijadikan koleksi), sehingga sering kali saya menolak untuk membaca sebuah buku yang kemungkinan besar akan sangat bagus ceritany.
Itulah kenapa karya lama milik JRR Tolkien baru kali ini masuk ke dalam daftar koleksi saya, karena buku The Lord of The Ring telah saya baca saat duduk di bangku SMP kelas 2 sekitar 10 tahun yang lalu. kemudian kehadiran The Hobbit yang akhirnya saya beli membantu saya membulatkan tekad untuk memiliki seri The Lord of The Ring selengkap-lengkapnya.


P.S: list ini sudah saya posting di FB..
tapi dengan pertimbangan akan sulit menceritakan progress wish list ini maka saya akhirnya mempostingnya di blog ini.. :)

kumpulan Tweet puisi

dari pada tulisan itu kelak hilang entah kemana, tidak ada salahnya jika saya mengumpulkannya di sini.
(Baca: maaf belum punya ide tulisan lagi)

puisi super mini dipublish melalui @atriasartika

Berkali-kali hanya sekedar menemukan kabarnya. Tanpa keberanian untuk menyapanya. Karena hati belajar teguh tuk melupa #puisi


Berharap dia telah lama melupa . Agar dia tak perlu tahua apa yg masih terus kujaga untuknya. Tempatnya terlalu indah untuk terabai #puisi

Ah menanti segelas kehangatan. Bukan..bukan yang pekat dengan selapis rasa pahit.. Hanya sebening do'a dari hati seorang Bunda #puisi

Bunda, tak dapatkah pelukmu terpaketkan bersama suratmu? Agar bisa kuraih kembali kala dingin menusuk hati dan tubuhku #puisi

Saat aku lelah kamu tak pernah mendekat, namun mereka yang kusebut sahabat. Saat cinta tak tersedia, peluk mereka selalu turut serta #puisi

Sempurna bagiku adalah ketika takdir dariNya menetapkanmu untukmu. Indah adalah saat cintaku menjadi suci dalam janjimu #puisi

Kamis, 20 Desember 2012

Habibie dan Ainun


Film itu tayang perdana hari ini. Saya bahkan belum sempat membaca buku yang berjudul sama. Tapi saya piker mungkin tidak ada salahnya jika kali ini saya memutar urutan saya yang biasanya harus menamatkan bukunya sebelum menonton film hasil adatasi buku tersebut. Saya piker keputusan saya pun tidak membuahkan penyesalan karena harus saya akui film ini memamg menarik.
Film Habibie dan Ainun mengisahkan perjalanan kisah kasih mantan Presiden Republik Indonesia yang ketiga yakni bapak BJ Habibie. Dalam film ini  Bapak Habibie diperankan oleh Reza Rahadian dan Ibu Ainun diperankan oleh Bunga Citra Lestari. Kisahnya diawali oleh perkenalan pertama antara Habibie dan Ainun. Yang berlanjut pada pertemuan mereka berikutnya yang terjadi sepulang Habibie dari Jerman. Habibie yang dulu menyebut Ainun “Gula Jawa” karena kulitnya yang berwarna coklat, berubah panggilannya menjadi “Gula Pasir” setelah melihat Ainun yang berubah menjadi wanita dewasa yang cantik.
Pendekatan Habibie tergolong berani karena meskipun belum punya pekerjaan tetap, ia ikut bersaing dengan pemuda-pemuda “potensial nan berpangkat” dalam memperebutkan hati Ainun dan restu orang tua Ainun. Terbukti niat baik pun bisa berbuah baik. Orang tua Ainun member restu dan Ainun sendiri pun jatuh hati pada Habibie. Adegan lamaran di becak sungguh membuat saya tersenyum.
Kisah berlanjut dengan perjuangan Habibie dan Ainun semasa di Jerman, kemudian ketika Habibie kembali ke Indonesia demi memenuhi janji pada Ibu Pertiwi Indonesia. Keharmonisan dan sikap saling mendukung sebagai pasangan suami-istri diuji ketika Habibie mulai masuk keperintahan hingga akhirnya menjadi Presiden di masa reformasi. Dan mereka mampu melaluinya dengan baik bersama. 
Setelah menikmati liburan berdua selepas Habibie turun dari kursi kepresidenan, keteguhan hati dan cinta mereka kembali diuji dengan sakitnya Ainun. Di masa ini menjadi moment bagi Habibie menunjukkan cintanya pada Ainun. Ia selalu percaya bahwa istrinya adalah wanita yang kuat. Ia terus mendamping Ainun dalam menjalani operasi demi operasi agar bisa sembuh dari kanker. Di saat yang sama cinta, kasih, dan perhatian Ainun tidak pernah berhenti pada Habibie. Di tengah sakitnya ia masih terus mengingatkan Habibie minum obat.
Ah, kisah mereka terlalu indah untuk saya yakini nyata. Namun kemungkinan besar memang begitulah adanya. Kisah ini mengajarkan tentang kesetiaan, pengorbanan, dan keteguhan hati dalam menjalani mahligai rumah tangga. Ketetaoan hati dan saling menopang dalam mewujudkan mimpi.
Adapun terkait kualitas aktor, saya harus member 4 jempol bagi Reza Rahadian yang sukses memerankan Habibie. Cara berjalan, sikap tubuh, cara bicara yang ditampilkannya benar-benar mirip dan membuat kita berkata “Ah, itu memang kebiasaan Pak Habibie”. Sedangkan untuk pemeran Ainun, saya tidak bisa berkomentar banyak karena harus saya akui bahwa saya tidak begitu tahu sikap tubuh ibu Ainun. Yang masih kurang dalam film ini adalah kualitas make-up artistnya. Rentang waktu yang cukup panjang dalam film ini tidak bisa diimbangi oleh kekuatan make-up untuk menampilkan aktor-aktornya (Habibie dan Ainun) yang kian menua. Oiya, satu lagi saya harus mengaku bahwa saya selalu tersenyum melihat selipan iklan-iklan sponsor dalam adegan-adegan di film ini.   (^_^)v
Tapi untuk penilaian keseluruhan, baguslah untuk sebuah film Indonesia. Nilai  moral dapat, angkting bagus, alur tidak terlalu lambat. Hm..kalau dalam ukuran angka dari 1-10, maka film ini saya anggap layak untuk dapat nilai 8. Saya spontan memberi applause ketika film berakhir, karena saya anggap sangat baik (^_^)

P.S: untuk yang suka kasih jawaban “di hatimu” lihat jawaban “ke hatimu” ala seorang Habibie. Jauh dari kesan gombal. Dan tidak mungkin dilakukan ke sembarang orang J

The Hobbit


Film yang diadaptasi dari buku dengan judul yang sama karya JRR Tolkien ini membuat saya cukup penasaran. Buku pendahulu The Hobbit yakni The Lord of The Ring (LOTR) sangat membekas di dalam ingatan masa remaja saya. Saya membaca buku LOTR saat duduk di bangku kelas 2 SMP, dan seingat saya di masa itu film LOTR pun telah dibuat. Dan saya selalu menyimpan kesan tersendiri baik pada buku maupun filmnya. Saya selalu dengan yakin berkata bahwa salah satu film yang mampu mengadaptasi bukunya dengan sangat memuaskan adalah The Lord of The Rings.

Menonton The Hobbit edisi 3D member saya pengharapan lebih. Saya berharap dengan dukungan teknologi yang kian berkembang The Hobbit mampu menyaingi LOTR bahkan mengalahkan LOTR. Dan sore ini saya mengakhiri rasa penasaran saya dan menemukan jawaban atas pengharapan saya.

The Hobbit mengisahkan tentang seorang Hobbit bernama Bilbo Baggins yang mencoba mengisahkan kembali petualangan yang dialaminya di masa muda. Kisah yang dia tulis ini dimaksudkan untuk diwariskan kepada keponakannya, Frodo Baggins. Film di mulai dengan alur Flashback ke 60 tahun sebelumnya.
Bilbo “dijebak” oleh seorang penyihir tua bernama Gandalf untuk ikut dalam petualangan 13 orang kurcaci. Para kurcaci ini dipimpin oleh Thor, seorang raja kurcaci. Mereka bermaksud merebut kembali tanah dan harta mereka yang dikuasai oleh Smaug, naga bernafas api yang menyebabkan para kurcaci terusir dari rumah mereka sendiri. Setelah kehilangan tanah mereka, para kurcaci kemudian hidup menyebar dan menjalani berbagia pekerjaan. Namun saat itu memenuhi panggilan takdir mereka, ketiga belas kurcaci tersebut akhirnya melakukan perjalanan untuk kembali ke tanah mereka.


Bilbo dijadikan “Bugler” atau pencuri atas “rekomendasi tegas” Gandalf. Akhirnya kelima belas orang tersebut memulai perjalanannya. Di awal perjalanan mereka berhadapan dengan 3 Troll besar yang nyaris berhasil memanggang para kurcaci. Dengan bantuan kecerdasan Bilbo dan kekuatan Gandalf ketiga Troll tersebut berhasil di”batu”kan. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan, namun di tengah jalan mereka dikejar oleh kawanan Orc yang merupakan musuh bebuyutan Kurcaci. Perbedaan mendasar antara Troll dan Orc ada pada tingkat kecerdasan dan kelihaian mereka dalam bertarung, namun dalam hal kejahatan dan kekejaman serta ukuran badan maka mereka tidak jauh berbeda.  Di tengah upaya melarikan diri dari para Orc. Mereka akhirnya masuk ke negeri para Peri. Di sana mereka sempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan dan berhasil ditangkap dan dibawa ke sarang para Troll. Mereka akhirnya berhasil lolos namun seperti pepatah “Keluar dari mulut singa, masuk ke mulut buaya” mereka kemudian kembali terjebak pertarungan dengan para Orc. Petualangan it uterus berlanjut.

Mengamati film ini, saya harus berkata bahwa antara The Hobbit dan LOTR ada perbedaan mendasar. The Hobbit secara visual berupaya menampilkan gambar yang lebih terasa nyata. Di dukung dengan efek 3D yang kian menguatkan kesan ini. Sedangkan LOTR secara visual berusaha memuaskan imajinasi penggemar buku karya JRR Tolkien tersebut. LOTR (seingat saya) memberikan kesan wah dalam hal tampilan tokoh-tokohnya dan setting tempatnya. Contohnya perbedaan yang saya yakini akan sangat tampak adalah lembah para peri atau elf, “Revendhill”, dalam The Hobbit menekankan pada kemegahan setting di antara bebatuan, kekuatan cahaya senja yang melatar belakangi beberapa adegan di lembah tersebut. Berbeda halnya dengan LOTR (seingat saya) Revendhill itu memang megah dan dasar konstrukrinya adalah batu namun selalu ada pendar cahaya yang membuat kesan Elf atau peri semakin kuat.

Selain itu, The Hobbit menurut saya dibuat sebagai film yang menjelaskan dan menjadi pengantar bagi film LOTR bukannya sebagai upaya menuangkan novel The Hobbit sendiri sebagai sebuah film. Hal ini karena ada alur yang tidak ada dalam novel kemudian dimasukkan dalam film namun terkait dengan kejadian yang digambarkan terjadi dalam LOTR. Bagi yang membaca bukunya, pasti tahu bagian mana yang merupakan tambahan yang berada di luar novel. Ya bagian yang menceritakan tentang Penyihir Coklat yang tinggal dihutan (maaf saya lupa namanya). Tokoh Gollum yang dalam LOTR meraih banyak penghargaan tampilannya tidak jauh berbeda dengan yang kini dibuat di The Hobbit. Mungkin yang berbeda hanya kekayaan ekspresi yang ditampilkan oleh Gollum.

Jika harus membeli nilai pada film The Hobbit dalam skala 1 – 10, maka nilai 9 layak diberika mengingat tampilan 3Dnya benar-benar terasa cukup nyata hingga dibeberapa adegan saya bereaksi seperti orang yang menghindari batu atau menutup mata karena merasa hampir dikenai oleh sesuatu. Selain itu setting tempat dalam film ini semuanya bagus, meskipun saya cukup yakin liang Hobbit yang digunakan dalam The Hobbit sama dengan liang Hobbit yang digunakan dalam LOTR.

Meragukan penilaian saya atau jadi tertarik menonton filmnya? Silahkan tonton sendiri dan buktikan. J

Rabu, 19 Desember 2012

Kalimat "InsyaAllah"

Ah, hari ini saya mau memposting sesuatu yang menurut saya layak untuk saya jelaskan.
Sebelumnya saya ingin menegaskan bahwa apa yang saya tulis bukan untuk mencela tapi untuk mengingatkan muslim di Indonesia dan semoga ini bisa menjadi cerminan dan renungan untuk kita.

Kalimat InsyaAllah saat ini menjadi sesuatu yang amat sepele. Orang gampang mengucapkan "InsyaAllah" ketika berjanji. Padahal setiap muslim akan dikenakan pertanggungjawaban atas segala yang dia ucapkan dan lakukan. Tahukah makna "InsyaAllah" itu berarti "Dengan izin Allah". Itu berarti kita menyerahkan ketetapannya pada Allah. Namun itu setelah kita mengusahakan yang terbaik yang kita mampu.
Kalimat InsyaAllah adalah sebuah janji dengan mengatasnamakan nama Allah. Kita menggadaikan nama Allah sebagai saksi dan penjamin kita.

Seorang muslim yang baik tidak akan dengan mudah berjanji dengan Allah. Kalimat InsyaAllah harus menjadi sebuah janji yang ia pegang teguh. "InsyaAllah" harus dimaknai sebagai sebuah janji yang akan berusaha kita penuhi sekuat tenaga, 99% persen dengan kekuatan kita dan 1% (yg menjadi penentu) dengan ketetapanNya.

Namun saat ini, InsyaAllah menjadi sebuah kalimat pamungkas yang digunakan saat membuat janji yang tidak diyakini akan dipenuhi. Bukankah itu sangat terbalik dari makna aslinya. Bagaimana mungkin ummat muslim yang seharusnya amanah melanggar amanah dengan mengatasnamakan Rabbnya??

Mari mulai sebuah kebiasaan baik.
Jika kita diminta berjanji dan yakin bisa menyanggupinya maka katakan "InsyaAllah".
Namun jika kalian bermaksud memenuhinya namun ada kondisi yang membuat kalian agak ragu rencana itu akan sulit terlaksana, maka katakan "Saya berjanji akan mengusahakannya. Nanti saya kabari lagi kepastiannya".
Dan jika kalian tidak ingin memenuhinya maka katakan dengan jujur atau lebih baik diam.
Bayangkan setiap insyaAllah kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah..

Ingatlah, selama ini citra Islam selalu tercoreng negatif karena apa perilaku ummat Islamnya dan kondisi negara-negara Islam dunia. Maka mari mengubah citra itu semampu kita dari hal-hal yang sederhana namun berarti. Bukankah buruk jika ada yang berkata "Jangan percaya "InsyaAllah" mereka. Karena "InsyaAllah" itu berarti kami tidak yakin mau datang atau mau melakukan hal tersebut"

Semoga Allah memudahkan jalan kita untuk ikut membela agamaNya meskipun dengan hal-hal yang kecil dan sederhana.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Senin, 17 Desember 2012

Kesan setelah menonton 5cm

Saat semua mulai heboh dengan film 5cm dan memberi rekomendasi bagus tentang film itu, saya menjadi tertarik menontonnya. Dan disinilah saya. Duduk sendiri setelah menonton 5cm di Ciwalk. Yah, saya menontonnnya sendirian, seperti saya selalu membaca buku sendirian.
Dan kini saya menanti waktu untuk menonton film berikutnya yaitu "Life of PI".
Hari ini menjadi waktu bagi "me time", waktu bagiku menikmati kesendirian sambil sibuk berjibaku dengan isi kepala yang sibuk menyerap banyak hal.

Kembali membahas tentang 5cm. Saya membaca buku itu pertama kali saat duduk di kelas 3 SMA. Buku itu punya cerita sendiri dalam hidup saya. Buku itu kubeli karena tertarik dengan sinopsisnya. Dan buku itu kubawa saat sedang berkunjung ke rumah teman lama bersama pria yang dekat dengan saya serta sahabat pria itu.
Yang paling membuat saya ingat tentang buku itu adalah resep indomie-nya. :)

Sudah bertahun-tahun berlalu sejak terakhir kali saya membaca buku itu. Buku itu sempat raib, dihilangkan oleh sahabat dari pria yang saya sebutkan sebelumnya. Dan kisah tentang buku itu sendiri menyimpan romansa typical remaja. Biar itu menjadi kisah saya sendiri.

Film 5cm ini menceritakan tentang 5orang sahabat yang selalu menghabiskan waktu bersama. Dia adalah Juple, Genta, Arial, Riani, dan Ian. Kisah dalma film ini menurutku lebih terpusat pada keterkaitan emosi mereka secara personal. Tentang bagaimana membutuhkan kehadiran sahabat-sahabat mereka yang kian terasa penting kehadirannya setelah perjanjain panjang tentang larangan untuk bertemu dan berkomunikasi selama 3bulan.

Film ini memancing banyak gelak tawa. Memang bukunya pun membuat kita merasakan hal yang sama. Namun entah mengapa bagi saya akting pemainnya tidak terlalu terkesan natural. Kalimat-kalimat yang diucapkan pemainnya pun terkesan terlalu ingin berfilosofi, terlalu indah untuk menjadi ucapan sehari-hari.
Berbeda dengan bukunya. Dialog-dialog dalam buku 5cm terkesan lebih membumi. Lebih alami.

Saya pun sempat meneteskan air mata saat kejadian ketika mereka nyaris mencapai puncak. Namun kalimat-kalimat yang diucapkan di depan Sang Saka Merah Putih di Mahameru terasa tidak alami. Bijak sih iya, tapi tetap saja terasa seperti digurui.

Selain itu saya sangat mengingat crita tentang Ian dan kuisionernya dalam buku 5cm. Sayangnya nilai yang serap dari sesi itu tidak saya temukan di film. Dalam buku kita akan belajar dari kisah Ian tentang sebuah jalan keluar kadang datang di saat yang tak terduga. Bahwa bersikap ramah pada orang lain membawa peluang kebaikan yang tak terduga.

Selain itu perihal penjelasan tentang 5cm hanya tersebut di dalam akhir film.
Sedangkan filosofi 5cm dalam buku sangat terasa sejak mereka naik kereta api kelas ekonomi menuju Malang.
Bagi saya, banyak hal yang hilang dari buku dan tak tertumpahkan dalam film ini.

Ok, itu sedikit pandangan saya.
Saya tipe manusia yang menangkap kesan atas segala hal. Saya akan mengingat sesuatu berdasarkan kesannya. Tanyakan tentang nama pemain, atau detail fashion sebuah film, maka saya hanya akan tergagap bahkan terdiam. Namun tanyakan kesan saya atas sebuah, maka saya akan menjawabnya panjang lebar.
Maaf jika apa yang saya tulis terlalu personal. Dan mungkin ada yang tidak sependapat, maka itu menjadi hak masing-masing orang.
Kita bisa saja memandang hal yang sama, namun cara menginterpretasikannya bisa jadi berbeda.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Minggu, 16 Desember 2012

Akan ada masanya

Akan selalu ada masa ketika tangis terpendam akan merenggut nafasmu..
Memberatkan setiap hembusnya dan membuatmu seolah enggan menghirup..

Akan selalu ada ketika kemarahan yang menggelegak tanpa pernah tertumpah akan mempertahankanmu dalam keterjagaan..
Membuat implus saraf matamu seolah tidak lagi terkoneksi pada pusat konfigurasi tubuhmu..
Memaksa tubuh lelahmu merelakan penat terus bergelayut tanpa mampu terbalas oleh tidur nyenyak semalaman..

Namun kelak akan tiba sebuah masa..
Ketika tangis itu akan membajirimu.. Melapangkan hati yang penuh dan sesak..
Ketika tidur tidak lagi berbuah mimpi buruk.. Dan tidur nyenyak membawa senyum dalam pejammu..



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Kamis, 13 Desember 2012

Rabb ne Bana Di Jodi

aku pikir ada baiknya aku menulis sinopsis film ini.
Mungkin sudah banyak orang yang pernah menontonnya, namun kupikir tidak ada salahnya jika di blog ini kutuliskan beberapa hal yang kuanggap menarik mengenai film ini.

Film ini mengisahkan tentang Surinder yang diperankan oleh Shah Rukh Khan dan Taani yang diperankan Anushka Sharma. Surinder atau Suri menikahi Taani saat Taani berduka akibat pernikahannya batal. Pernikahannya batal akibat mempelai pria yang akan menikah dengannya meninggal dan disusul oleh kematian ayahnya. Suri yang merupakan orang yang sangat dipercaya oleh Ayah Taani akhirnya diminta untuk menjadi Taani. Akhirnya mereka menikah.
Namun ternyata Taani tidak kunjung mampu merasa bahagia. Dia berjanji untuk menjadi istri yang baik bagi Suri namun tidak akan bisa mencintai Suri. Sedangkan Suri yang ternyata telah jatuh cinta sejak pandangan pertama pada Taani ingin membuat Taani bahagia dan tersenyum kembali. Hingga akhirnya karena sebuah kejadian, Suri pun menjadi Raj. Taani tidak mampu mengenali Raj sebagai Suri hingga akhirnya Suri memerankan kedua pribadi itu secara terpisah.
Kisah ini membuat cinta Suri diperjuangkan sekaligus diuji begitu pun kesetiaan Taani.
Film ini selalu membuatk tertarik menontonnya.


Kutipan:
"Kita berjalan di atas jalan cinta, diujung jalan kita akan bertemu kembali" ---> kalimat yang digunakan dan diajarkan Raj pada Taani saat akan berpisah.

"Kau tahu, wanita hanya ingin seseorang yang mencintainya seperti dia tidak pernah mencintai wanita lain sebelumnya" -----> jawaban Taani saat Raj bertanya

"Cinta itu pemberian Tuhan. Maka tidak akan ada rasa sakit pada cinta. Cinta itu tidak perlu balasan. Kau mencintai seseorang karena kau melihat Tuhan dalam dirinya. Aku melihat Tuhan dalam dirimu, itulah sebabnya aku mencintaimu" -----> (kalau tidak salah) itu kalimat yang diucapkan Raj saat Taani menanyakan apakah Raj tidak sakit hati dan mengharapkan Taani membalas cintanya.

"Tuhan tidak memberikan kebahagiaan yang sama, Karena itu kita harus merebut sendiri kebahagiaan dariNya" ----> kalimat yang dikatakan Raj saat Taani mengungkapkan bahwa dia tidak mencintai suaminya dan merasa tidak bahagia dengan hidupnya.


"Tuhan yang menulis kisah cinta ini. Sekarang kita serahkan kisah cinta ini kepada Tuhan" -----> kalimat yang diungkapkan Suri ketika memutuskan akan menghapus keberadaan "Suri" demi kebahagiaan Taani.

"Pergi dari seorang Pria masih bisa terjadi. Tapi bagaimana seseorang pergi dari Tuhan. Dan dimana pun Tuhan ada maka aku pun aku akan melihat dia" ----> (kalau tidak salah) itu adalah kalimat yang dikatakan Taani saat dia menyadari bahwa dia mencintai suaminya yang biasa saja itu. :D

Rabu, 12 Desember 2012

12.12.12.

Sudah cukup lama aku tidak mengupdate tulisan apapun.
Dan malam ini aku akhirnya berkesempatan untuk menulis atau lebih tepatnya sedang mood untuk menulis.

Tanggal hari ini berlalu begitu saja.
Padahal beberapa tahun yang lalu tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 ini.
Sejumlah film memunculkan ketakutan bertubi-tubi bahwa pada tanggal ini kiamat akan datang.
Bahkan seingatku pada saat itu ada sejumlah orang yang menderita stress hingga menyebabkan mereka bunuh diri.
Dan hari ini berita berkisar kehebohan tentang orang-orang yang menikah dan "memaksa" melahirkan di pada tanggal yang menurut mereka bagus ini.
Yah setahuku kiamat, dalam sebuah hadist, dikatakan akan jatuh pada hari Jum'at.
Sedangkan hari ini masih hari Rabu.

Namun hari ini saya memiliki moment tertentu.
Setelah berbulan-bulan berjuang melepaskan dan merelakan sesuatu yang selalu kugenggam dengan erat, ku simpan dengan rapat di hati dan fikirku, mendadak saja banyak hal memaksaku untuk mengenang semua itu.
Setelah berusaha sekuat tenaga melupakan tetap saja banyak hal membuatku ingat.

Semua tergenapi dengan saat ini saya menyaksikan sebuah film India yang punya kenangan tersendiri dengannya. Ya film Rabb ne Bana Di Jodi yang mencritakan tentang Shah Rukh Khan yang berperan dengan dua karakter demi membahagiakan wanita yang dia cintai yang sekaligus istrinya. Film itu pertama kali ku tonton karena disarankan oleh "dia". Setelah menonton film itu kami berdebat alot sambil tertawa dan saling olok tentang pilihan karakter favorit kami. Yang mana yang lebih kami sukai Shah Rukh Khan sebagai Surinder atau sebagai  Raj? Keduanya memiliki karakter yang berbed. Aku lebih menyukai Surinder yang kalem, penyabar dan mencintai dalam diam. Sedangkan dia lebih menyukai Raj yang periang yang selalu membuat Taani tertawa.
Ha..ha..menonton film ini membuatku ingat tawa yang kami bagi bersama.
"Pertengkaran" yang mengajarkan kami karakter masing-masing.

Seperti yang kukatakan sebelumnya. Film itu hanya menggenapi apa yang terjadi seharian ini.
Aku menemukan cincin lumba-lumba yang selama ini ku cari saat bersamanya.
Namun ternyata baru hari ini bisa kutemukan.
Kemudian pada senja tadi. Setelah menunaikan shalat Maghrib dan bertadarrus, surat-surat dari dia yang kuabaikan ternyata masih terselip di halaman depan mushab kecilku. Dan setelah bertadarrus, surat itu jatuh begitu saja dan membuatku tergoda dan membacanya.
Ha..ha.. itu adalah surat cinta pertama yang ditulisnya untukku. Dan menurut pengakuannya itu adalah surat cinta pertama yang dia buat dalam hidupnya.
Surat cinta itu adalah hadiah untuk ulang tahunku. Ha..ha.. dia memaksa dirinya menuliskan karena permintaanku yang ingin dia menjadi pria romantis. Ha..ha..

Hari ini aku mengenang lagi bagaimana dia selalu bisa membuatku tersenyum bahkan tertawa setelah memendam atau bahkan memuntahkan amarahku atas sesuatu.
Aku merindukan kenyamanan itu.
Aku selalu menyukai wanginya.
Aku selalu terpana saat mencuri pandang pada mata coklatnya.
Ya Allah aku merindukannya. :)

Belum ada yang mampu membuatku berdebar seperti yang terjadi pada saat menghabiskan waktu bersamanya atau bahkan hanya sekedar menatapnya dari jauh.
Belum ada yang bisa membuatku tersenyum dan tertawa saatku marah seperti yang selalu berhasil dilakukannya.
Dan belum ada wangi yang membuatku nyaman seperti yang dimilikinya (padahal aku pernah bertanya merek parfum apa yang dipakainya bahkan aku pernah menemaninya membeli parfum itu, tapi tetap saja wangi itu berbeda jika pada orang lain)

Ok, cukup hari ini aku berkubang dalam perasaan ini.
Semoga besok semua kembali terasa baik-baik saja.
Bukan lagi rasa sakit karena melepaskan sesatu yang berarti. Tapi bisa tetap tersenyum karena pernah memilikinya. :)

Andai dia membacanya.
semoga dia pun bisa kembali mengingat tawa yang kami bagi bersama.
dan dia bisa tersenyum.

To: My 12.04.10

Minggu, 09 Desember 2012

Kutipan hari ini

Bukan, bukan seperti yang kaukira
Kau tidak kehilangan aku
Aku bicara padamu lewat segala sesuatu
Di balik lembar kenangan..

-The Missing Rose by Serdar Ozkan-
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 26 November 2012

Kutipan hari ini

Kita menikmati kehangatan karena kita pernah kedinginan. Kita menghargai cahaya karena kita pernah dalam kegelapan. Maka begitu pula, kita dapat bergembira karena kita pernah merasakan kesedihan
-David L Weatherford
-


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Rabu, 21 November 2012

Kutipan hari ini

"...aku baru menyadari, cinta bukan sekedar soal memaafkan. Cinta bukan sekedar soal memaafkan. Cinta bukan sekedar menerima apa adanya. Cinta adalah harga diri. Cinta adalah rasionalitas sempurna"

Sepotong Hati yang Baru by Tere Liye




Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Senin, 12 November 2012

Belajar dari Forest Gump

Kali ini buku yang berniat untuk saya selesaikan adalah karya yang sudah cukup lama namun tidak usang. Bukunya boleh saja sudah lecek disana sini dengan warna kertas yang mulai menguning, mengingat buku ini terbitan tahun 1997. Namun nilai dalam buku ini tidak akan berkurang.
Mungkin nanti saya akan membeli buku bekas Forest Gump karya Winston Groom ini agar bisa dibaca oleh orang lain.

Buku ini bercerita tentang seorang yang idiot namun tidak dungu (yang berulang kali ditegaskan oleh Gump sendiri). Ia memang lahir "berbeda" dengan kemampuan mental yang terhambat namun tidak berarti kecerdasannya tidak ikut berkembang. Bukankah pintar berbeda dengan cerdas? Pintar lebih banyak berhubungan dengan kemampuan akademik. Namun kecerdasan diukur dari kemampuan seseorang untuk menghadapi masalah dalam hidup dan menyelesaikannya.

Tutur bahasa di dalam buku ini sangat ringan, namun bukan untuk pembaca usia 15tahun. Karena dengan mempertimbangkan kemampuan berbahasa seorang Forest Gump dengan kekurangannya, maka penulis benar-benar menampilkan tulisannya dalam bahasa sehari-hari. Menarik karena tutur Gump sangat sederhana dan blak-blakan. Ada bagian buku ini yang mengkritisi Perang Vietnam lewat sudut pandang seorang Gump yang memandang segala sesuatunya sangat apa adanya.


Buku ini bisa dikatakan tidak masuk akal. Namun ada nilai yang ingin dibagikan. Yaitu jika seorang seperti Forest Gump saja berani menantang hidup dan tidak pernah menyerah, lantas kenapa yang normal tidak seberani dia??

Kutipan:
"Ikutilah air pasang, sahabatku, dan pada saat kau dibawa pergi, manfaatkanlah kekuatannya demi kepentinganmu, lawanlah semua dangkalan dan pusaran dan jangan mengalas, jangan menyerah. Kau anak baik, Forest, dan hatimu sangat muliah"
-petikan surat Dan untuk Forest Gump-
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Minggu, 11 November 2012

Disapa hujan

10.11.12
@kafe
Kata "right man in the right time" atau "right man in the right place" berkelebat begitu saja saat ini.
Karena saya merasa di moment "the right place in the right time"
Ya, saya terjebak hujan di saat ada tempat berteduh yang cukup nyaman (meski tidak gratis) :D
Sedari tadi mendung memang sudah membayangi kota Bandung (lebih tepatnya sisi Bandung yg saya tinggali). Saya akui ada payung kecil di tas saya. Namun tidak akan mampu melindungi saya dan adik saya. Kebetulan hari ini kami menghabiskan waktu bersama.
Hujan deras turun saat kami tengah berada di toko BaBe (Barang Bekas) karena si bungsu ini ingin membeli sepatu bola yang bagus dengan harga murah maka salah satu pilihannya adalah dengan mencari barang second.
Akhirnya disinilah saya, di kafe yang tepat bersebelahan dengan "BaBe". Duduk sendirian ditemani buku dan secangkir coklat panas. Adik saya?? Jangan ditanya, tampaknya dia masih sibuk mencari barang yang diinginkannya dan mungkin sama sekali tidak menyadari hujan deras yang sudah sangat lama tidak menyapa Bandung. Tapi rasanya tidak mungkin tak disadari. Sedari tadi cahaya petir beberapa kali muncul di langit Bandung disertai gemuruh yang memekakan telinga dan berkali-kali membuatku merasa takut (harus saya akui guntur adalah kawan hujan yang paling saya benci. Pelangi dan wangi tanah basah adalah favorit saya :D)
Saya rasa saya, Babe, dan hujan lebat memang berjodoh. Ini kedua kalinya saya menginjakkan kaki di toko itu. Pertama kali saat bersama ayah dan kakak sulung saya. Dan saat itu pun hujan lebat. Namun kami tetap membulatkan tekad untuk menerobos hujan dari mobil hingga pintu depan BaBe. Maka hujan kali ini seolah menggenapi ikatan kami.
Tapi, sudahlah lupakan soal hal itu.
Sekarang saya bermaksud melaporkan kondisi terakhir kafe ini. Tadi ketika mengawali postingan ini, kafe ini sepi. Hanya saya yang mengisi kursi di sini. Namun ketika hujan deras terus turun sejumlah pengunjung yang enggan basah saat harus menerobos hujan demi mencapai mobil akhirnya memilih menghabiskan waktu di kafe ini. Dan kini hanya dua meja yang kosong, itupun karena kedua meja tersebut basah oleh hujan. Dan sekarang dihadapanku duduk seorang ayah dan putrinya. Mereka tampaknya jalan berdua. Mengingatkan saya pada kedekatan saya dan papa. Sudah berbulan-bulan berlalu sejak terakhir kali kami menghabiskan waktu berdua saja. Saat celotehanku mengisi sebagain besar kebersamaan kami.
Di usia sekarang saya tetap dengan bangga berkata bahwa saya "anak papa'
Oh, hujan telah mereda. Sore ini akhirnya saya hanya sempat bercerita tentang hujan. :)
Wah jadi berharap menemukan pelangi karena tadi sebelum hujan lebat turun, wangi tanah basah tidak terbaui.. :"(
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!




Jumat, 09 November 2012

days gone by Gavin Mikhail

I won't break
Down this way
I will hold on for one more day
If you'll help me make
Myself feel
Something so much more than this
Something that's real
I'll live, I'll love, I'll carry on
Pretending I don't notice that you're gone...

But, god I miss you
So much it hurts sometimes
And, I can't bring us back to
All the days gone by
Why didn't I notice
That you were not quite fine?
Now I can't bring us back to
All the days gone by...

Tell me why
Make me see
How my giving up giving in isn't what's best for me
You know I've tried
But, I am terrified by all I should believe
I need to know to carry on
Pretending I don't notice that you're gone...

But, god I miss you
So much it hurts sometimes
And, I can't bring us back to
All the days gone by
Why didn't I notice
That you were not quite fine?
Now I can't bring us back to
All the days gone by...

And I may not always
Be there when you call my name
And I cannot promise
That the things you love in this life won't change
But I will be with you
In all that you say and do
'Cause you are part of me
And I will always love you...

But god I miss you
So much it hurts sometimes
And I can't bring us back to
All the days gone by
Why didn't I notice
That you were not quite fine?
Now I can't bring us back to
All the days gone by
I took for granted
That you were in my life
Now I can't bring us back to
All the days gone by
I always loved you
I miss you all the time
I promise I'll remember
All the days gone by

pertama kali dengar suara gavin mikhail secara tidak sengaja langsung membuat saya jatuh suka.
dan as usually saya langsung mencari semua lagu-lagunya dan realize that he's same with Sabrina.
Dia menyanyi dengan meng-cover lagu orang lain dan mengaransmen ulang lagu tersebut.
Sama seperti penyanyi kesukaan saya yang baru Maddi Jane yang langsung saya sukai cara dia menyanyikan Jar of Hearts-nya Christina Perry.

bagi penyuka lagu-lagu slow maka dua penyanyi tersebut saya rekomendasikan untuk dicari karya hasil covering mereka. (^_^)

Rabu, 07 November 2012

Kutipan dari buku "Kau, aku dan Sepucuk Angpau Merah"

"Percayalah, sepanjang kita punya mimpi, punya rencana, walau kecil tapi masuk akal, tidak boleh sekalipun rasa sedih, rasa tidak berguna itu datang mengganggu pikiran." Borno

"Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kaupamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu" Pak Tua

"Camkan ini, anakku. Ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, jangan pernah merusak diri sendiri. Orang tua ini tahu persis. Boleh jadi ketika seseorang yang kita sayangi pergi, maka separuh hati kita seolah tercabik ikut pergi. Kau tanyakan ibu kau, itulah yang dia rasakan saat bapak kau dibelah dadanya, diambil jantungnya, pergi selamanya. Tapi kau masih memiliki separuh hati yang tersisa, bukan? Maka jangan ikut merusaknya pula. Itulah yang kau punya sekarang. Satu-satunya yang paling berharga." Pak Tua ketika Borno nelangsa ditinggal pergi oleh Mei.



Pada akhirnya buku ini hanya sekedar menghiburkan diisi dengan tebaran kalimat2 bijak tentang cinta.
Meski kalimat itu pada dasarnya cukup naif mengingat dimana lagi bisa menemukan sosok seperti Borno yang berfikiran lurus.
Saya malah melihat akhir buku ini jadi antiklimaks. Tidak terlalu spesial.
┒(⌣˛⌣)┎

Tapi tetap saya bersyukur menemukan beberapa kalimat yang sedang mewakili atau menjadi teguran halus bagi apa yang berkecamuk dalam pikiran dan hatiku. :D
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Selasa, 06 November 2012

Kutipan dari Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah

"Ya, cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti" Pak Tua.
"Kalian tahu, cinta sejati laksana sungai besar. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti, semakin lama semakin besar sungainya, karena semakin lama semakin banyak anak sungai perasaan yang bertemu" Pak Tua
"Camkan, bahwa cinta adalah perbuatan. Nah, dengan demikian, ingat baik-baik, kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun rasa cinta, Andi. Tetapi kau tidak akan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi" Pak Tua
"Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi, sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta, justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir,cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan. Kalau sampai pulang ke Pontianak kau tidak bertemu gadis itu, berarti bukan jodoh. Sederhana, bukan?" Pak Tua
(Ha..ha.. Pak tua dalam buku ini sangat suka berfilosofi soal perasaan)
"Bukankah Pak Tua sendiri yang pernah bilang, terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus bersabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan" Borno
"Nah, akhirnya kau bertanya, Borno. Banyak orang yang kadang lupa bertanya asal muasal uang kalau dia terlanjur menikmatinya. Anak lupa bertanya pada bapak. Istri lupa bertanya pada suami." Pak Tua
"Camkan ini, Borno. Banyak sekali orang yang jatuh cinta lantas sibuk dengan dunia barunya itu. Sibuk sekali, sampai lupa keluarga sendiri, teman sendiri. Padahal, siapakah orang yang tiba-tiba mengisi hidup kita itu? Kebanyakan orang asing, orang baru. Mei misalnya, baru kau kenal setahun kurang. Sedangkan Andi? Kau kenal dia sejak bayi, satu ayunan. Apa yang telah dilakukan Mei buat kau? Apa yang tidak dilakukan Andi? Apakah Mei pernah menyelamatkan kau yang hampir tenggelam di Kapuas?" Pak Tua

Ok, ini kutipan edisi satu.. Sekarang mataku sudah lelah dan waktunya beristirahat.. Besok mudah-mudahan ada sesi kedua dan mudah-mudahan buku ini sudah berhasil saya khatamkan.. :D
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






Senin, 05 November 2012

Kutipan hari ini

"Beginilah, kuberitahu kau sebuah rahasia kecil. Dalam urusan ini, sembilan dari sepuluh kecemasan muasalnya hanyalah imajinasi kita. Dibuat-buat sendiri, dibesar-besarkan sendiri. Nyatanya seperti itu? Boleh jadi tidak..." Pak Tua dalam Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sabtu, 03 November 2012

Kutipan hari ini

Salah satu manfaat pernikahan adalah, ketika kita sudah tidak cinta lagi padanya, atau dia sudah tidak cinta lagi pada kita, pernikahan akan menahan kita untuk tetap bersama sampai kita saling jatuh cinta lagi
-judith viorist-

Jadi pengen segera menikah.. :D
Dengan itu akan ada rasa aman dalam menjalani hubungan..
He..he..


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Jumat, 02 November 2012

Lyric Smile (Charlie Chaplin)- Glee cast

Smile though your heart is aching 
Smile even though it's breaking
When there are clouds in the sky 
you'll get by. 

If you smile through your pain and sorrow 
Smile and maybe tomorrow 
You'll see the sun come shining through 
For you. 

Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near 
That's the time you must keep on trying 
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile 
If you just smile

Ooohh

That's the time you must keep on trying
Smile what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile

Smile though your heart is aching 
Smile even though it's breaking
When there are clouds in the sky 
you'll get by

That's the time you must keep on trying
Smile what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile

You'll find that life is still worthwhile
If you just smile
Smile. 




Lyric lagu ini menarik.
Membuat kita selalu berusaha berpositif thinking.
menyenangkan rasanya bahwa kita didorong untuk selalu tersenyum karena yakin bahwa ada  hal positif yang menanti kita ketika berhasil melewati sebuah hal yang terasa berat.
(^_^)

Bukankah Allah juga menjanjikan setelah kesulitan akan ada kemudahan-kemudahan??
bahkan "kemudahan" dinyatakan dalam bentuk jamak.
So mari belajar untuk selalu "positif"
(^_^)