Langsung ke konten utama

..you and I..(part 2??)


Tepat satu setengah tahun yang lalu aku memilih untuk membiarkan seseorang ada di sampingku untuk berbagi banyak hal bersama. Meski awalnya keraguan menggelayutiku, namun pada akhirnya aku hanya berfikir akan membiarkannya mengalir seperti air. Arus yang membawaku benar-benar lembut. Hingga akhirnya kami menjadi saling terbiasa satu sama lain.
Aku terbiasa mengisahkan semua hal yang kutemui. Warna hariku terasa buram tanpa membaginya dengannya. Setiap kekesalanku kutumpahkan dan kutuangkan sederas-derasnya padanya saat kami bertemu. Dan dia dengan sikap cuek dan nampak tidak peduli dan terkesan tidak serius ternyata tetap menyediakan sekantong besar ruang untuk menampung semuanya. Aku yang selalu cemberut dibuatnya pada akhirnya hanya bisa tersenyum dan tertawa menyadari sikapnya yang tidak ingin memamerkan perasaanya di depan umum.
Dia adalah orang yang ketika kepalaku terhantuk sesuatu akan segera mengusapnya dan berkata, “Ah gak sakit kok! Iya kan tidak sakit?”. Mungkin kesannya dia tidak peduli, tapi aku tahu itu karena ia ingin aku segera melupakan rasa sakit itu. Dia juga adalah orang yang ketika aku mengeluh bahwa demam menyerangku akan segera menceramahiku dengan berkata, “Ada orang yang kemarin minum juice dingin padahal sudah tau lagi flu,” atau berkata “Memangnya semalam tidur jam berapa? Begadang lagi ya?”. Mungkin kesannya menghakimi, namun disetiap akhir telepon atau sms kami dia akan sibuk memaksaku untuk tidur lebih awal dan makan teratur serta makan sebanyak mungkin. (^_^) Dan aku paham sikapnya seperti itu sebagai teguran bagiku yang suka tidak peduli pada kesehatanku sendiri.
Dia adalah orang yang ketika kami jauh dan aku berkata aku sendirian di rumah akan bersedia memasrahkan telinganya menjadi panas untuk menemaniku hingga aku tidak sendirian atau hingga aku akan terlelap. Meski terkadang selama obrolan dia akan selalu berusaha membuatku cemberut atau marah. Namun aku mulai paham bahwa itu adalah cara dia untuk melihat senyumku yang akan merekah setelah cemberut sesaat padanya. Dan jika bahan obrolan kami habis maka kami akan memperdebatkan hal-hal yang kami tidak sepaham. Dan selalu dengan sukses membuat saya kesal dengan kengototannya menjadi pihak yang benar. Tapi, aku menikmati perdebatan itu. Karena itu menjadi salah satu warna dalam komunikasi kami.
Dan kini meskipun hal itu telah berubah dan kian memudar. Tergantikan oleh hal-hal yang membuat kisah kami kian sulit dijalani. Namun aku hanya terus berharap semoga moment itu akan kembali dan menjadi kian indah dalam bingkai kehalalan dariNya..insyaAllah..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…