Langsung ke konten utama

..mereka bukan anakku..


Buku ini berkisah tentang usaha Torey Hayden untuk membantu anak-anak yang menderita autisme..membuat mereka siap menghadapi dunia dan memperlihatkan bahwa impian dan kenyataan tidak selalu sama..

Dalam buku ini diceritakan bagaimana Torey menghadapi Lori,seorang gadis yang  mengalami gangguan otak akibat penganiayaan yang dilakukan oleh orang tuanya yang akhirnya membuat luka di otaknya yang membuat ia tidak mampu membaca dan berhitung serta mengenali symbol.

Torey juga harus menghadapi Boo, seorang anak yang memang mengalami keterbelakangan mental yang membuat Boo sibuk dengan dunia khayalnya sehingga tak menyadari lingkungan sekitarnya dan membuat ia tak mampu diajak berkomunikasi.

Torey harus menghadapi Tomaso yang menderita rasa takut yang ditamengi oleh perilaku kasar akibat harus melihat ayah dan kakaknya di tembak mati oleh ibu tirinya.

Torey pun harus mengjadapi Claudia, gadis yang hamil di usia 12 tahun dan tidak siap menjalani itu semua…

Quote fav.Q:
-          “Nggak ada yang betul-betul sempurna. Tapi di dalam kita, kita bisa melihat semua itu sempurna, asal kita mau mencoba. Karena itu aku bisa melihat semuanya bagus.” –inilah yang dikatakan Lori pada Torey-.
-          “Manusia itu seperti umbi bunga bakung. Yang bisa kita perbuat Cuma memberikan tempat agar manusia bisa tumuh. Tapi setiap manusia bertanggung jawab atas pertumbuhannya sendiri, pada waktunya sendiri-sendiri. Kalau kita ikut-ikutan campur tangan, kita Cuma akan merusak”

SO,JANGAN PAKSA IA MEKAR. BIARKAN IA TUMBUH DAN MEKAR DI WAKTU YANG TEPAT.

Mau tahu yang Q temukan dalam novel ini??

-          Bahwa dunia itu gak adil bagi merekan yang tidak normal..mereka harus mengahadapi ketidaknormalan mereka sekaligus sikap tidak manusiawi dari lingkungan mereka..
-          Bahwa setiap dari kita punya impian dan sisi kekanak-kanakan dan kadang hal itulah yang membuat kita jadi lebih manusiawi.

APA DUNIA YANG DAMAI DAN ADIL ITU HANYA UNTUK ORANG-ORANG YANG NORMAL?

P.S: ini adalah resensi yang kutilis 4tahun lalu dari buku karya Torey Hayden. Buku-buku ini memberiku banyak pelajaran tentang dunia autisme dan dunia yang berbeda dariku. Buku-buku ini jugalah yang menyebabkan saya tidak menyukai canda kawan-kawan saya yang sering menggunakan "autis" sebagai lebel bagi mereka yang senang menyendiri dan tampak berbeda..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…