Rabu, 14 September 2011

..mari berkisah..



Saya yakin, semua orang sudah pernah membaca sedikitnya satu buku yang berisi kisah hidup seseorang baik dalam bentuk fiksi ataupun non-fiksi. Kemudian setelah membacanya, kita semua akan berfikir dari sudut pandang kita masing-masing dan menemukan sesuatu dari kisah tersebut. Kemudian tidak sedikit juga dari kisah-kisah itu yang membuat kita berujar “betapa mengharukannya kisah ini”,  “betapa menyenangkan hidupnya”, “betapa menyedihkan jalan menuju kebahagiaan”, dan entah komentar apapun yang membuat kita merasa bahwa kisah kita tidak seperti kisah itu.
Namun aku yakin, sebenarnya setiap orang memiliki kisahnya sendiri yang jika dituliskan menjadi beberapa BAB dengan intensitas emosi yang bervariasi. Ada kalanya kisah di BAB pertama menjadi kisah yang menarik jika memiliki sisi emosional tersendiri (dan sesungguhnya setiap BAB pertama kehidupan seseorang memiliki sisi emosional terutama jika yang menuliskan kisah tersebut adalah ibu dan atau ayah dari pemilik kisah) namun ada pula yang menganggap bahwa BAB pertama kehidupannya biasa saja.
Biasanya, BAB yang paling banyak menyimpan kisah dan kutipan-kutipan pelajaran yang menarik adalah BAB Usia Remaja. Karena setiap paragrafnya akan mengungkapkan gairah-gairah masa muda yang tertarik pada hal-hal baru dan menarik dalam hidupnya. Mulai dari kisah persahabatan pertama, jatuh suka untuk pertama kali, patah hati pertama, hingga kisah-kisah lain yang membuat kita menemukan banyak ibrah (pelajaran) kehidupan. Dan intensitas emosi dan kemenarikan setiap buku kehidupan dalam BAB ini berbeda-beda. Namun setiap kisah pasti memiliki titik klimaks untuk yang terjadi di usia ini.

Kemudian untuk cerita dalam BAB Kedewasaan akan labih banyak berkisah pengalaman-pengalam dalam menghadapi tantangan hidup. Menceritakan tentang pergolakan batin, kekuatan keyakinan, jatuh dan bangun dalam menghadapi berbagai problematika hidup serta banyak hal lain yang mengisi diri dan karakter kita dengan nilai-nilai positif atau pun negatif. BAB Kedewasaan ini biasanya menceritakan titik balik dan kesadaran tertentu dari seseorang dalam hidup yang mungkin mengubah hidupnya secara permanen. Namun, sekali lagi, setiap buku kehidupan memiliki kisah-kisah “khas”nya sendiri.



Maka cobalah menulis kembali kisah hidup entah di atas sebuah kertas ataukah hanya diatas sebuah buku khayalan yang ada di dalam kepala. Dalam proses penulisan ulang itu, cobalah untuk mensyukuri setiap nikmat dan memohon ampun kepada Allah atas kelalaian kita sebagai seorang hamba Allah dan memohon maaf atas kesalahan kita kepada orang lain, serta berterima kasih kepada orang-orang yang uluran tangannya membantu kita melewati hari-hari yang terasa biasa hingga hari-hari yang terasa amat berat untuk kita lewati.
Dan kemudian kita akan menemukan bahwa kisah hidup kita tidak kalah menarik dan berarti dari apa yang baru saja kita baca.


hm..manusia landak cenderung tidak pintar bergaul dengan orang lain..sehingga menulis dan membaca terkadang menjadi pelarian yang menyenangkan bagi kehidupan mereka..(^_^)
(^_^)

P.S: setiap kali membaca kisah tentang kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup, saya jadi ingin memeluk orang tua dan orang-orang terkasihku dan mengatakan betapa saya menyayanginya agar kelak tidak akan menyesal ketika tiba saatnya kita merasakan kehilangan yang sama. Setiap kali membaca kisah tentang beratnya kehidupan seseorang, maka saya akan menimbanganya dengan hidup saya sendiri, dan ketika (dan hal ini sering terjadi) saya menemukan bahwa kehidupan saya jauh lebih mudah daripada kisah yang baru saja saya baca, maka saya akan bersyukur dan kembali menata hidup yang lebih baik lagi.
sesungguhnya apa yang kita baca akan mempengaruhi kita entah itu dengan lembut atau kuat, namun dia akan tetap memberi sesuatu dalam hidup kita.
Terima kasih telah membaca
(^_^)

2 komentar:

  1. bekesah...
    jadi manusia landak...

    BalasHapus
  2. he..he..
    yah namanya juga blog filosofi landak..
    jelas point of view-nya pake kacamata manusia landak..
    (^_^)v

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)