Langsung ke konten utama

..kimi ni kotode..


Ho..ho..postingan kali ini menyangkut jiwa romantis manusia landak..
(^_^)v
halah..mau berjiwa landak apa bukan, cewek tuh cenderung jadi romantis kalo suka baca komik cewek dan nonton film drama..he..he..

Oiya, film yang aku tonton ini adalah sebuah film Jepang dengan tokoh utama bernama Sawako Kuronuma. Sawako tumbuh menjadi seorang anak yang cukup pasif namun senang jika bisa bermanfaat dan melakukan kebaikan untuk orang lain. Namun akibat film horor Jepang dengan tokoh hantunya bernama “Sadako” membuat, Sawako dipanggil Sadako mengingat kehadirannya yang cenderung invisible di sekitar teman-temannya. Selain itu rambut panjang yang menutupi wajah dan wajah yang selalu menunduk serta suara kecil dan cenderung diam, membuat image Sawako sebagai seorang “Sadako” semakin menguat. Kondisi ini membuat Sawako tidak bisa memiliki teman, karena orang-orang disekitarnya langsung ketakutan saat melihatnya.

Kemudian ia bertemu dengan Shota Kazehaya di hari pertama masuk sekolah menengah atas. Di hari itu, sakura berguguran, dan salah satu kelopak sakura yang jatuh di atas rambut Sawako dan diambilkan oleh Shota. Bentuk kelopak itu unik yakni berbentuk hati. (ho..ho..khas kisah romantis..ada-ada aja) setelah itu film tersebut berkisah tentang bagaimana akhirnya Sawako mulai berani untuk memiliki teman dan menyampaikan apa yang dirasakannya. Hingga akhirnya menyadari dan memperjuangkan perasaannya.
Satu hal yang kusukai dari kisah ini adalah tentang Kazehaya-kun yang ternyata telah menyukai Sawako sejak pertama bertemu dan kemudian selalu memperhatikan Sawako yang melakukan berbagai kebaikan kecil yang tak disadari oleh orang lain. Kazehaya-kun yang kemudian menjaga Sawako diam-diam membuatku suka. (aku cenderung menyukai tokoh cowok yang menyukai seorang cewek dan selalu menjaganya diam-diam. Dimana tokoh ceweknya bahkan tidak menyadari bahwa sang cowok selalu ada disisinya saat dia tengah bersedih, bingung, dan ada masalah). Pengen deh punya seseorang yang seperti itu..he..he..
(^_^)v


Mungkin ceritanya standar..namun acting pemainnya bagus. .dan cukup romantis..tapi nggak terlalu jauh dari realitas karena tidak ada tentang kesenjangan status sosial dan lain-lain.. kisah ini mengambil setting kehidupan sekolah sehingga lebih terasa real.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…