Langsung ke konten utama

..menulis lagi..


Assalamualaykum..
Hai..hai..sudah lama yah aku tidak menulis di blog ini..
Mari kita hitung, moment apa saja yang sudah terlewati..

Hm..”my graduation”..
huwa akhirnya aku lulus juga..S1 sudah di tangan dan itu berarti waktunya kembali menghadapi realita..
tapi alhamdulillah dengan rezeki dari Allah, aku bisa melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di Hub.Internasional UNPAD..

Next, “my survival time at Bandung”..
hm..untuk yang ini aku gagal, karena ditengah bulan Ramadhan, di bulan Agustus tahun ini, aku tumbang dan jatuh sakit. Menyebabkan banyak hal terbengkalai..mulai dari kuliah, hingga puasa dan ibadah selama Ramadhan..

Kemudian ada pula moment “Idul Fitri 1432 H”..
moment ini aku lewati di Makassar bersama seluruh keluarga yang aku cintai. Ada papa, mama dan 4 saudara lelaki. Selain itu, aku bisa kembali berkumpul dengan teman terbaikku Ika Kurniasih dan keluarganya yang bagaikan rumah kedua bagiku. Tempatku melarikan diri saat tidak mampu bertahan dan menghadapi orang lain di manapun.


Terakhir adalah “The Day when I become 22th years old”..
Tanggal 2 september  22 tahun yang silam, aku lahir bersama berbagai harapan atas sebuah masa depan, meski banyak harapan itu yang tdak menjadi kenyataan. Nama belakangku “Sartika”, merupakan sebuah gambaran atas harapan orang tuaku. Mereka sebenarnya ingin aku menjadi dokter, mengingat nama itu terinspirasi dari sebuah film yang di dalamnya ada tokoh bernama “dokter sartika” yang diperankan oleh Dewi Yull. Namun meski aku tidak bisa memenuhi harapan mereka menjadi seornag dokter, maka aku akan berusaha memenuhi sedikit harapan itu. Mereka ingian aku menjadi seorang yang bermanfaat bagi orang lain menjadi orang yang bisa menolong orang lain. Maka aku pun semakin meneguhkan tekad untuk menjadi seorang dosen, yang dengan ilmu yang aku miliki aku berharap dapat membangun generasi yang kuat dan mampu membangunkan negeri ini dari mimpi buruk yang telah berlangsung selama ini. selain itu, aku pun ingin menjadi penulis, yang kelak akan mampu mempengaruhi orang lain dengan tulisannya.

Yah itulah sedikit gambaran umum tentang banyak hal yang terlewati dalam beberapa bulan ini..
_sekarang saya masih menjadi nobody, tapi saya akan berusaha menjadi somebody yang kelak mampu memberi manfaat bagi orang lain dan bagi agama dan negara saya_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Kawih Dewi Sartika

Sekedar info sebelumnya. Saya bukan orang yang berasal dari tanah Sunda, tapi sedang memijak tanah Sunda. Saya sedang tertarik dengan tokoh "Dewi Sartika" dengan sedikit alasan romantis yaitu bahwa nama saya mengadaptasi nama beliau. Dan semakin saya mengenal beliau semakin saya mengagumi beliau. Nah, saya baru tahu bahwa di tanah Sunda ada lagu tentang Dewi Sartika. Kita mungkin sangat kenal dengan lagu Ibu Kartini tapi tidak tahu tentang beliau.
Maka di blog ini saya menulis sedikit tentang beliau sembari membagi lebih banyak tentang tokoh Dewi Sartika. Saya hanya berusaha adil bahwa beliau pun tokoh yang punya peran penting.
Siapa bilang beliau hanya berkiprah di Bandung. Kiprah beliau keluar Bandung kok. Tapi sudahlah kali ini saya mau membagi lirik Kawih Dewi Sartika. Mudah-mudahan ada yang bisa bantu terjemahkan yah. Maklum saya belum bisa bahasa Sunda :)  Dewi Sartika Kantun jujuluk nu arum Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa Pasundan Nyambuang sa Nusantara

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentag kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.
Kini saat arus informasi kian deras. Akses atas berbagai bacaan dan opini-opini personal semakin mudah untuk ditemukan, maka sikap kritis dan penggalian fakta semakin sering terjadi. Hal ini membuat beberapa hal dipertanyakan lagi asal muasalnya. Salah satunya adalah tentang dipilihnya Kartini sebagai simbol bagi perjuangan hak perempuan. Sebab ternyata ada satu lagi tokoh perempuan yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak hanya dibidang pendidikan namun juga dalam dunia kerja. Ia adalah Raden Dewi Sartika, seorang perempuan dari Tanah Sunda.
Beliau ad…

Sang Perintis: R. Dewi Sartika. Seorang Wanita Cerdas lagi Tangguh

Judul : Sang Perintis: R. Dewi Sartika

Penulis : Yan Daryono

Penerbit : Yayasan AWIKA & PT Grafiti Budi Utami

Tahun : 1996

Tebal : 143 halaman


Menelusuri jejak seorang R. Dewi Sartika ternyata tidak semudah menemukan jejak langkah seorang R.A Kartini. Hal ini masih menjadi pertanyaan bagi saya pribadi. Tak banyak yang tahu mengenai sepak terjang beliau. Padahal beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Terhitung 45tahun beliau menekuni perjuangan untuk wanita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan bahkan beliau pun sudah memikirkan tentang ketimpangan perlakuan bagi wanita di dunia kerja.

Dalam buku ini diceritakan tentang kehidupan beliau dan sedikit bernilai drama. Hal ini mungkin karena cara penuturan yang terkesa seperti bercerita sehingga memudahkan pembaca untuk menimatinya.
Dikisahkan tentang latar belakang kehidupan beliau sebagia anak seorang "buangan politik". Ya, Ayah R. Dewi Sartika di asingkan k…