Rabu, 01 Juni 2011

..Cerita perjalanan..part 3..


@bus
11:49

Hari ini, Senin, 30 Mei 2011. Wisata hari ketiga bersama rombongan ibu-ibu dari kantor papaku. Perjalanan ini penuh dengan hiruk pikuk celoteh dan semangat yang naik turun yang ditingkahi keluhan dan komentar di sana sini. Pagi hari jam 6.30 sarapan yang kemudian ditingkahi dengan foto-foto di beberapa sudut hotel pun dilakoni oleh ibu-ibu. Aku pun tidak ingin ketinggalan kesempatan dengan kalimat “mumpung lagi di Toraja” (maklum, terakhir kali saya menginjakkan kaki di Toraja sekita 11 tahun yang lalu..lamaaaanyaaaa..*_*). Hotal Luta yang terletak di daerah Rantepao ini, dibelakangnya ada sungai yang mengalir. Di sudut kolam renangnya seekor kerbau bule asyik nangkring tapi yah cuma patung..he..he..



Jam 07.30, rombongan meninggalkan hotel setelah sesaat foto-foto di depan hotel Luta. Our first destination is Kete Kesu (if I’m not wrong). Objek wisata ini adalah objek wisata berupa kuburan tebing. Peti-peti mayat dan tulang belulang diletakkan di sepanjang tebing dan di dalam gua. Di bagian depar Kete Kesu, kita akan disambut oleh kehadiran sejumlah rumah ada Toraja (Tongkonan) yang berjejer dan membentuk ruang yang cukup luas di tengahnya. Biasanya tanah lapang yang kosong di antara rumah-rumah tersebut menjadi tempat diselenggarakannya pesta-pesta adat Toraja. Di Kete Kesu ada semacam tempat yang bentuknya seperti lumbung padi yang dijadikan tempat untuk menyimpan mayat. Dan satu tempat biasanya diisi oleh sekitar 40 mayat yang berasal dari keluarga yang sama. Mayat-mayat ini sebelumnya harus melalui upcara adat karena bagi orang Toraja jika tidak diupacarakan berarti belum dianggap mati (ini menurut our little boy guide..he..he..anak kecil yang udah pintar jual jasa). Data-data soal budaya ini mungkin akan saya lengkapi setelah postingan perjalanan (sayang kalau wisata ini tidak membekas dan memberikan ilmu baru). 
Pengrajin yg tengah mengukir
Oiya, satu wisata yang selalu menjadi bagian dari setiap persinggahan rombongan ini yaitu “wisata belanja”. Saat memotret Gunung Nona, ibu-ibu singgah belanja salak dan bahkan bumbu dapur (he..he..apa pun lah asal bisa dibeli..he..he..). Nah di Kete Kesu di dekat jalan masuknya ada penjual souvenir-souvenir khas Toraja seperti gelang, topi lebar, gantungan kunci, asbak rokok hingga hiasan dinding berukir atau rumah tongkonan mini yang hampir semuanya dibuat dari kayu. 

kondisi di dalam goa ketekesu yang kotor
Hm..salah satu hal yang cukup mengecewakan dari kunjungan di Kete Kesu ini adalah kondisi gua yang tidak terjaga kebersihannya. banyaknya sampah-sampah botol pelastik yang berserakan membuat pemandangan di gua tersebut menjadi tidak sedap dipandang. Hal ini bisa saja mempengaruhi minat wisatawan terhadap objek wisata ini. Selain itu, jika hal ini terus terjadi bisa saja mengakibatkan ekosistem di tempat tersebut menjadi rusak.

berpose di Londa
Setelah menghabiskan waktu yang lumayan lama di Ketekesu (sekitar 2jaman deh..dengan alokasi waktu terbanyak adalah wisata belanja *_*) akhirnya rombongan bertolak menuju Londa. Londa pun merupakan objek wisata berupa kuburan tebing. Bedanya dengan lebih banyak tengkorak dan mayat serta lebih banyak spot menarik yang bisa dijadikan sebagai spot untuk pasang gaya. (hwakakakakakak..lagi-lagi saya beraksi untuk jadi fotografer orang lain dan cuma bisa puas dengan upaya memotret diri sendiri dan sesekali meminta bantuan para pembawa lampu). Di Londa ini yang menyimpan tengkorak yang menjadi saksi Romeo and Juliet versi Toraja yang bunuh diri bersama karena hubungan mereka tidak direstui (menurut Mr.Pembawa Lampu, hubungan mereka tidak direstui karena mereka masih bersepupu satu kali, dan bagi orang Toraja sepupu satu kali dianggap sebagai sodara dan masih muhrim sehingga diharamkan untuk saling menikahi...wuih, kebalik donk sama orang Mandar, orang Mandar malah kalau bisa menikah dengan yang masih punya hubungan keluarga selama nggak termasuk muhrim...ya sudahlah..kok jadi ngelantur). Perjalanan menuju dan dari Londa memberikan ketegangan tersendiri karena medannya cukup sulit bagi bus yang kami tumpangi. Sehingga celoteh ribut ibu-ibu harus beberapa kali digantikan dengan teriakan kecil, istigfar dan dzikir akibat kecemasan yang muncul.

numpang motret di baby grave
Dari ketekesu, perjalanan di lanjutkan ke objek wisata Baby Grave (kuburan bayi). Tadinya, rombongan berencana untuk menempuh perjalanan ke obyek wisata ini dengan jalan kaki dari jalan poros akibat trauma perjalanan di Londa, namun karena isu “ada anjing yang habis melahirkan dan membuat anjing tersebut dapat digolongkan galak”, maka akhirnya semua meminta agar bus dapat masuk ke tempat wisata tersebut. Dan syukurlah isu itu merebak, karena ternyata jalan dari jalan poros ke objek wisata tersebut cukup jauh. Wisata ini sendiri menampilkan kuburan bayi yang diletakkan di batang-batang pohon. Sayang, aku tidak bisa melihat langsung kondisi mayat-mayat bayi yang telah di simpan di dalam pohon tersebut.

Dari ketiga tempat wisata tersebut, ibu-ibu kemudian makan siang dan sholat di salah satu rumah makan seafood yang dijamin halal di wilayah tersebut (maklum masyarakat Toraja tidak didominasi oleh orang-orang muslim sehingga daging babi lebih sering kita jumpai daripada daging ikan). Setelah makan, ibu-ibu singgah di tempat penghasil pengolah kopi dan membeli kopi Toraja sambil melihat beberapa proses dari pengolahan kopi tersebut hingga menjadi kopi bubuk yang siap dipakai. Dan kegiatan ini adalah kegiatan terakhir yang dilakukan di Toraja karena setelah itu rombongan melanjutkan perjalan untuk kembali menuju Makassar. Namun kali ini rute yang diambil adalah rute yang berbeda dari sebelumnya yakni lewat kota Palopo, bukan Enrekang seperti sebelumnya.


Namun cerita perjalanan pulang ini akan saya posting dalam bagian terpisah karena menjadi..perjalanan yang tak terlupakan..

3 komentar:

  1. Wah.. Kak Ika Ke Toraja ya Kak?? Kok gak ngajak ngajak?? O3O lol...
    Lucu nih kata katanya (Romeo dan Juliet versi Toraja.. XD XD)

    -Rana

    BalasHapus
  2. keren.... sudah sarajana atria? jalan2 juga di blogku http://www.rizved.com/2011/05/blogilicious-fun-makassar-euforia.html

    BalasHapus
  3. @ rana: kapan2 kalo Rana liburan, kita backpaker berdua..mau ke toraja, malino, sampai pulau komodo hayolah.asal ada yang sponsori..he..he..

    @risman: Alhamdulillah udah yudisium..
    iya nih, ngiri liat blog kamu, Man..
    (*_*)v

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)