Minggu, 29 Mei 2011

..cerita perjalanan..part 1

@hotel luta
23:05

hm..ini catatan perjalanan sejak kemarin 28 Mei 2011 hingga hari ini 29 Mei 2011. (sebenarnya sejak kemarin saya ingin memposting tulisan, namun baru sekarang ada kesempatan dan sarananya).

perjalanan ini tidak akan aku lakukan jika tidak dilakukan untuk memenuhi permintaan mama dan papaku. Sejak Jum'at 27 Mei 2011 lalu, rombongan ibu-ibu dari kantor papaku yang di Bandung datang untuk melakukan liburan di Sulawesi Selatan. Mama diminta oleh Papa untuk menemani ibu-ibu itu, tapi mama yang menolak untuk pergi sendiri akhirnya meminta dengan sangat untuk aku temani.

Sabtu lalu, aku ikut dengan rombongan tersebut menuju Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Rombongan tiba di Bantimurung pada pukul 10 lewat 11 menit. Ibu-ibu tersebut kemudian memutuskan untuk menikmati apa pun yang di tawarkan di Bantimurung. Namun ternyata hanya satu yang bisa dinikmati yakni permaian meluncur dengan ban dari air terjun. Sedangkan aku dalam perjalan tersebut bertugas menjadi fotografer dan pengambil gambar. Dengan berbekal sebuah kamera milik kepala rombongan aku akhirnya dengan gagah berani melangkah dibatu karang untuk mengambil gambar para peluncur yang sudah tidak muda lagi itu. Hasilnya rokku basah (syukur gak kuyup). Sedangkan hal yang dibawa pulang oleh ibu-ibu itu adalah lecet2 di kaki, kaki yang bengkak, dan sedikit sakit akibat benturan di kepala..(^_^)v (sungguh beruntungnya diriku..he..he..)


Saat di bantimurung ini, ibu-ibu tersebut disibukkan dengan belanja oleh-oleh yang ditawarkan oleh penjual. Gantungan kunci dengan kupu-kupu yang diawet di dalamnya serta pajangan berupa beberapa buah kupu-kupu yang diawetkan menjadi produk favorit mereka.


Sepulang dari Bantimurung, ibu-ibu itu kemudian mencoba jagung maros, dan kemudian langsung kembali ke kota Makassar untuk melakukan wisata belanja. Oiya, tapi sebelumnya mereka singgah di salah restoran seafood yang ada di dekat rumah pak Jusuf Kalla di Makassar. Kali ini untuk pertama kalinya aku mencoba makan ikan kudu-kudu. Sebuah ikan berbentuk kotak dengan kulit yang keras, namun ternyata dagingnya lembut dan gurih setelah digoreng tepung (nambah pengalaman baru lagi deh..he..he..)


Nah wisata belanja merupakan cobaan yang berat bagiku, berhubung aku tidak terlalu suka belanja (FYI, belanja bagiku berkisar di dua tempat yakni supermarket -untuk beli kebutuhan sehari2- dan toko buku). Ibu-ibu ini menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengobrak-abrik toko yang menjual oleh-oleh khas Sulawesi (bukan Sulawesi Selatan, karena sarung mandar juga ada di sana padahal mandar itu termasuk Sulawesi Barat). Yang menarik muncul beberapa nahkoda kapal asing yang menggunakan seragam mereka. Tapi  beberapa diantaranya cukup gendut sehingga semakin mempersempit ruang gerak di toko (dan semakin membuatku tidak nyaman), meski di antara mereka juga ada yang bertampang cakep (he..he..diriku masih normal untuk menilai cakep tidaknya seseorang..he..he..).




Pada akhirnya mamaku menyerah untuk menemani ibu-ibu itu dan memilih untuk tidak ikut dalam kunjungan-kunjungan berikutnya yaitu main ke trans-studio dan makan mie titi. Dan berakhirlah sudah perjalananku hari itu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)