Rabu, 25 Mei 2011

..Bunga Anora dan Peri Keefe..

Di sebuah negeri yang bernama Mocktial, hiduplah penduduk yang memiliki telinga panjang dan tajam seperti telinga peri. Mereka adalah keturunan setengah peri dan setengah manusia. Semua penduduk di negeri itu memiliki keunikan tersendiri dan sabagian dari mereka bisa menggunakan sihir. Negeri itu amatlah damai, namun ada satu orang yang sering menjadi sumber keributan di negeri itu. Dia adalah Keefe.
Keefe adalah seorang anak yang amat nakal. Dia memiliki banyak kemampuan. Dia bisa menggunakan sihir dan yang paling utama adalah dia mampu mengerti bahasa tumbuhan dan hewan. Keefe sudah tidak memiliki orang tua, itu sebabnya ia sering merasa iri pada anak kecil yang masih memiliki orang tua. Perangai Keefe amatlah buruk, dia senang mencabuti tanaman yang ia dapati sedang menceritakan keburukannya dan dia amat senang menyiksa hewan hingga hewan itu mati. Selain itu dia sangat senang mencuri dan memukuli anak yang lebih kecil darinya.
Namun ada satu tumbuhan yang tidak mampu ia dengar pembicaraannya. Bunga itu bernama Anora Velda, bunga itu tumbuh di tengah telaga yang berada di tengah hutan. Bunga itu amatlah wangi, dan wanginya mampu membuat orang yang mecium wanginya merasa tenang. Dan Keefe merasa amat kesal pada tumbuhan itu karena ia tidak dapat mendengar suaranya, bahkan menyentuhnya pun dia tidak mampu.
“Wahai pohon Kurtin, apa bunga Anora itu bisu?” tanya Keefe pada pohon yang tumbuh di samping telaga tempat bunga Anora tumbuh.
“Tidak, dia bahkan memiliki suara yang amat merdu. Pada pagi hari ia menyanyikan lagu yang amat indah,” jelas pohon itu.
“Tapi, kenapa aku tidak bisa mendengar suaranya? Bahkan menyentuhnya pun tidak bisa,” gerutu Keefe sambil menendang kerikil ke telaga yang menimbulkan riak. Keefe memang pernah mencoba berenang di telaga itu untuk memetik bunga Anora, namun tiba-tiba saja sebuah sulur panjang muncul dan mendorongnya menjauh dari bunga tersebut.
*****
Suatu hari, tiba-tiba saja segerombolan peri bersayap hitam muncul dan menghancurkan desa. Semua penduduk desa diubahnya menjadi batu, hanya beberapa orang yang selamat dari kejaran peri-peri jahat itu.Keefe yang saat itu berada di dalam hutan, berhasil selamat dari kejaran para peri hitam itu. Dan di depan matanya dia melihat seorang anak kecil dan ibunya di bunuh oleh peri-peri hitam itu. Melihat kejadian itu, dia teringat kembali pada masa lalunya.
Orang tua Keefe meninggal ketika mencoba menyelamatkan Keefe dari serangan peri-peri hitam itu. Masih teringat jelas olehnya ketika ibunya menggendongnya dan membawanya ke dalam hutan, sedangkan ayahnya mati-matian membelanya. Namun akhirnya ayahnya pun terbunuh, kemudian ibunya pun terbunuh setelah berhasil menyembunyikan Keefe. Saat itu, Keefe merasa amat marah kepada semua orang yang hanya mampu bersembunyi di dalam rumah mereka tanpa mau menolong orang tua Keefe. Itulah sebabnya Keefe memilki perangai yang amat buruk.
Melihat apa yang dilakukan oleh para peri hitam itu yang ternyata jauh lebih buruk dari sebelumnya, akhirnya Keefe pun bersembunyai sambil memikirkan cara untuk menyelamatkan penduduk kampungnya.
“Jadi inilah yang mereka rasakan ketika melihat ayah dan ibuku terbunuh?” tanya Keefe dalam hati.
“Mereka merasa ketakutan sehingga tidak mampu berbuat apa pun meski mereka ingin menolong,” lanjut Keefe dalam hati. Itu membuatnya merasa bersalah atas sikap buruknya selama ini. akhirnya Keefe memutuskan untuk menolong penduduk desanya yang telah berubah menjadi batu.
“Tapi bagaimana caranya?” tanya Keefe lagi dalam hati. Tiba-tiba ia mendengar sebuah suara yang amat merdu dan membuatnya merasa damai. Ia lantas mencari sumber suara itu. Dan ketika sampai di tepi telaga, dia kaget karena suara itu ternyata adalah suara bunga Anora.
“Keefe, kamu bisa mendengar suaraku? Hanya hati yang tuluslah yang mampu mendengar suaraku. Dan saat ini hatimu dipenuhi ketulusan untuk menolong penduduk kampungmu. Kamu mampu menolong mereka dengan membawa aku ke sarang para peri hitam dan masukkanlah aku di telaga yang ada di sarang mereka. Maka dengan begitu semua kutukan itu akan lenyap dan mereka akan kembali menjadi peri yang baik,” jelas bunga Anora itu dengan suaranya yang begitu mendamaikan.
Akhirnya Keefe pun mengambil bunga Anora dan membawanya ke sarang para peri hitam. Sesampainya di sarang peri hitam itu, Keefe harus bertarung dengan menggunakan sihirnya untuk bisa masuk di telaga yang dijaga oleh para peri hitam.
“Koundarian likuros!” teriak Keefe sambil mengangkat bunga Anora yang kemudian terbang menuju telaga. Seketika itu juga sebuah sinar yang amat menyilaukan menutupi seluruh planet Peri. Dan para peri hitam itu pun jatuh pingsan kemudian berubah waran menjadi peri yang amat cantik, dan penduduk kampung terbebasa dari kutukan itu.
Tidak lama kemudian para peri hitam yang telah berubah, terbangun. Mereka kembali ke perkampungan Keeve. Mereka melihat orang yang telah menjadi batu kini sudah kembali normal. Orang-orang yang telah terbunuh akhirnya dikuburkan. Para peri hitam yang telah sadar, akhirnya meminta maaf dengan sangat menyesal dan sejak itu para tersebut tinggal di sana dan selalu berupaya menolong penduduk desa itu. Keeve kemudian berhenti menjadi anak nakal dan dianggap sebagai pahlawan di negeri Mocktial.

2 komentar:

  1. Hanya orang yang berhati tulus dan putihlah yang ampu mendengarkan suara bunga aora. Subhanallah...aku merinding kawan. Bagus.

    BalasHapus
  2. saya agak bingung nih. Ada beberapa orang yang ternyata disihir jadi batu dan sebagian dibunuh. Kalau yang dibunuh jelas, ada diceritakan. Tapi yang disihir jadi batu 'adik manis' tidak uraikan sebelumnya. Tingkatkan. Meski menurutku ini nyaris tanpa cacat.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)