Senin, 25 April 2011

Ngobrol-ngobrol soal relationship


“True love does exist as one of the miracle in the world”
Di tempat kerja aku berkenalan dengan seorang kawan baru. Dia seorang wanita yang hebat dan cerdas. Salah satu impianku berhasil diraihnya yakni melanjutkan studi keluar negeri. Kini dia sedang menanti waktu keberangkatannya untuk melanjutkan studi ke Australia. (if you read this I know you’ll know that I talk about you)
Dengan pembawaannya yang ceria dan ramah, sangat mudah untuk berteman dengannya, sesulit apa pun karakterku ternyata dia mampu membuatku nyaman untuk berbincang dengannya. Hari itu, sebelum mulai menjadi akrab dengannya, dia tampak berbicara dengan penuh emosi pada salah seorang kawan kerja kami yang lain. Aku sempat mendengar pembicaraan mereka. Ternyata mereka membahas bahwa Pria akan merasa minder saat menjalin hubungan dengan wanita dengan tingkat pendidikan lebih tinggi. (kepada kalian para pria, saya tidak menjadikan ini sebagai aturan umum. Ini hanyalah kesimpulan dari kenyataan yang kami hadapi. Silahkan menyatakan sesuatu namun lebih penting silahkan membuktikannya!)
Saat itu, aku hanya sekedar memberi komentar “iya, kemungkinan besar seperti itu. Karena di dalam masyarakat sering ada celetukan bahwa cewek dengan pendidikan yang sudah terlalu tinggi seperti sudah S2 atau S3 biasanya sudah susah dapat jodoh. selain itu katanya, uang pa’nai atau uang jujurannya tinggi”. Dan hal itu semakin memperpanjang pembicaraan mereka. Bahkan kawan cowok yang rekan sekerja kami pun menyetujui hal itu, bahwa beban mental yang dimiliki saat menjalin hubungan dengan wanita yang lebih tinggi tingkat pendidikannya memang lebih besar.
Beberapa hari kemudian aku mendengar bahwa ternyata kisah cinta wanita tersebut kandas di tengah jalan. Dan parahnya, pria tersebut memutuskan hubungan mereka lemat pesan pendek (ck..ck..ayolah..ternyata teknologi membuat para pria semakin mudah menjadi sosok pengecut..). Parahnya lagi sehari setelah putus si Pria menunjukkan bahwa dia telah in relationship dengan seorang wanita di salah satu situs jejaring sosial..(ck..ck..orang ini apa terlalu kekanak-kanakan atau memang tidak mengerti apa yang disebut dengan “menghormati perasaan orang lain”..parah.. Saya yakin teman wanitaku ini kelak akan bersyukur karena tidak perlu menjalin hubungan lebih lama atau bahkan menikah dengan pria seperti itu..)
Lanjut cerita kami kemudian menyimpulkan bahwa ternyata pria ini tidaklah segentle yang dikira sebelumnya. Dia ternyata tetep memiliki  mental kerdil karena perbedaan jenjang pendidikan yang dimilikinya dengan temanku itu. Hah..pria yang bodoh..ataukah memang kalimat klise yang sering kudengar tentang cinta memang tidak akan pernah menjadi realita..kalimat-kalimat bahwa “cinta akan menyatukan perbedaan”, “kekuatan cinta akan mampu mengubah segalanya”, atau “dengan cinta semua akan mampu dihadapi” memang hanya akan sekedar menjadi bagian dari bujuk rayu para pecinta? (he..he..ketahuan banget bahwa saya adalah seorang wnaita romantis atau seorang yang suka melahap karya roman..he..he..tapi saya memang percaya bahwa cintalah yang membantu dua orang yang berbeda bisa terus terikat dalam pernikahan yang kemudian dipisahkan oleh maut..seperti pak BJ Habibie dan ibu Ainun kan?? Kalu bukan cinta apalagi?? Cintalah yang membuat ibu Ainun selalu mengerti pak Habibie dan begitu pun sebaliknya..pengertian, pengorbanan, perhatian, kelembutan, adalah hal yang muncul setelah mencintai seseorangkan??)
Tapi kemudian dari obrolan2 lain kami kemudian melihat bahwa dalam hubungan itu memang ada yang tidak seimbang..dari cerita yang dituturkannya saya kemudian berkata bahwa “Kakak terlalu sibuk menjadi pemberi tanpa memberinya kesempatan untuk member”..yah itulah yang kurang dalam hubungan itu..tidak ada keseimbangan dalam “proses memberi dan menerima”..sang wanita yng mungkin tanpa sadar merasa memiliki kemapanan yang lebih dibandingkan si pria sehingga secara tidak sengaja menampakkan sikap yang lebih “superior” yang membuat si pria merasa tidak nyaman.. yah mungkin itu hanyalah satu dari beberapa hal yang mebuat hubungan mereka tidak bisa bertahan..tapi mungkin juga kekuatan mental si pria memang memiliki pengaruh lebih besar atas berakhirnya hubungan mereka..entahlah..
Hubungan mereka yang sudah berakhir itu bisa menjadi pelajaran tersendiri bagi temanku. Menguatkan mentalnya untuk mengahadapi berbagai rintangan dalam dunia percintaan yang mungkin tidak akan mudah mengingat usia yang kian bertambah. Namun bagi saya pribadi, kisah ini bisa menjadi pelajaran bahwa saya harus mampu mengendalikan diri dengan baik dan tidak terus menerus menjadi pemberi bagi pasangan saya (karena saya sadar kalau saya adalah orang yang loyal pada sebuah hubungan serius yang saya jalani..tapi syukurlah sebuah pengalaman saya membuat saya menyadari hal itu, sehingga saya bisa mulai me­-ngerem sikap loyal itu). Pada dasarnya tidak ada orang yang suka untuk terus menerus berada di posisi menerima dan tidak suka juga jika terus menerus berada di posisi memberi..(kalau ada orang yang suka terus menerus berada di posisi menerima berarti dia tidak tulus pada orang yang dia cintai dan hanya ingin memanfaatkan pasangannya saja..dan sangat tidak mungkin seseorang ma uterus menerus diposisi memberi..jika dia terus berada di posisi member maka itu berarti dia tengah menyimpan banyak hal di dalam benaknya..dan suatu saat akan meledak)
Tampaknya postingan kali ini sudah terlalu panjang..mungkin untuk saat ini harus diakhiri..jika ingin beri komentar silahkan..jika ingin berbagi cerita dan ingin kisahmu saya tuliskan dan komentari, silahkan kirim ke email saya di anora.widad@gmail.com

2 komentar:

  1. Nice posting sist...kisah yang ada dah bahyak terjadi juga di tempat kerjaku..ya rata2 putus karena perbedaan status pendidikan (mungkin sekedar alasan..entahlah) ya pesan buat cowo2 diluar sana buat baca artikel ini (biar ngerti juga pemikiran cewe) :p

    sist dikasih tombol share on FB or twit dunk :D - blogspot ada kan?

    BalasHapus
  2. saya baru belajar nge-blog kak..
    ajarin donk..
    (^_^)v
    oiya, salam kenal kak..
    (^_^)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)