Sabtu, 30 April 2011

..menggali kisah masa lalu..

Semalam aku tidak menuliskan apa pun untuk blog..
terlalu lelah menuntaskan urusan berkas untuk ujian akhir..
semoga rencana untuk bisa wisuda bulan Juni bisa terlaksana..
Semalam saat naik pete-pete (sebutan untuk mikrolet di Makassar), tidak sengaja mendengarkan lagu yang diselingi oleh puisi..jadi teringat moment ketika saya berada di puncak “kegilaan hidupku”..saat semua hal tidak berjalan dengan cara yang kuinginkan bahkan melangkah terlalu jauh dari kehidupan normal yang kujalani kala itu..dan ada sebuah radio yang hingga tengah malam memperdengarkan lagu2 lembut dan membacakan puisi2 yang dikirimkan oleh pendengarnya.. di masa itu jugalah cukup banyak sajak2 yang kubuat untuk menjadi pelepasan semua keluh dan kesah yang tak mampu kubagi dengan siapapun..
Saat itu aku duduk di tahun terakhir sekolah menengah, lebih tepatnya lagi semester terakhir. Pada saat itu, senormalnya tidak lagi disarankan untuk pindah sekolah..tapi kondisi pekerjaan papaku menuntutnya untuk pindah, dan kedua orang tuaku enggan meninggalkanku sendiri.. Saat itu kami tinggal di Tarakan, salah satu kota di bagian utara Kalimantan Timur.. Kami tidak punya sanak saudara di kota itu.. Yang ada hanyalah sekelompok orang dari kampung yan sama..dan orang tuaku tidak ingin meninggalkanku di sana sendiri..padahal saat itu sudah 4 bulan menjelang Ujian Akhir Nasional..
Saat itu, aku mati-matian berusaha untuk tetap diizinkan untuk tinggal di kota Tarakan..tapi sekali lagi aku dihadapkan pada sikap overprotective sepihak khas orang tua..apalagi aku adalah anak perempuan mereka satu-satunya..semua saudaraku laki-laki..
Kondisi yang muncul kemudian ternyata benar2 menguji kewarasanku..
posisiku sebagai murid baru ternyata membawa petaka tersendiri..kejadian bullying yang dulunya hanya ku kenal melalui adegan2 di sinetron pada akhirnya ku alami sendiri..
aku diintimidasi secara verbal..ada sekelompok anak yang mengkampanyekan bahwa aku tidak perlu diajak bergaul..dan usut punya usut ternyata lebih karena aku memiliki logat yang berbeda dan tanpa sengaja menarik perhatian salah seorang guru yang kemudian memberikan segunung pujian padaku di kelas2 yang diajarnya..
Sial memang..di usia labil itu, aku harus menjadi dewasa lebih awal..
menanggung beban seorang diri..dan pada akhirnya ikut berperan dalam pembentukan karakterku..
mungkin disitulah awalnya aku menjadi landak..
awal transformasi  menjadi sosok yang senang menyendiri..
Syukurlah, di masa itu aku memiliki hobby membaca dan menulis..
karena tidak memiliki teman dekat, aku mengalihkan pikiranku dengan membaca..
dan ketika berada diambang kesabaran aku menumpahkannya dalam huruf demi huruf..
aku merasa bahwa menulis (dan membaca) menyelamatkan kewarasanku..
he..he..

1 komentar:

  1. I really wanna help you! Pagi ini aku sarankan ke Warkop 86 Monginsidi kalau butuh tempat OL. Pangil aku ke sana. Setahun lalu aku ke sana. Asyik banget loh OL di situ. Attau ke Bhakti. ^_^

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)