Senin, 25 April 2011

hm..indigo children..they're normal!!

Hari ini seharusnya postingan keduaku sudah dipublish, sayangnya koneksi internet di rumahku sedang di putus karena kabel teleponnya terpaksa diputuskan karena sebagian ruangan di rumah sedang di renovasi. Alhasil, hari ini saya hanya bisa menulis dan akan mempublishnya begitu bisa menemukan koneksi internet dimanapun. He..he..
Hari ini saya seharian menghabiskan waktu untuk melahap buku An Indigo Celebration karya Lee Carroll & Jan Tober. Buku ini menceritakan tentang anak-anak indigo. Yakni anak-anak yang bagi orang lain dianggap sebagai anak yang “sulit” karena bersika tidak sesuai dengan umur mereka. Anak-anak indigo ini adalah anak-anak yang kritis sekaligus menyimpan berbagai kebijaksanaan yang ketika mereka katakan akan membuat orang-orang dewasa atas kecerdasan mereka menangkap kenyataan dan mengemukakan solusi bijaksana. Anak-anak indigo ini menjadi anak-anak yang sulit bergaul karena perbedaan pola pikir yang mereka miliki berbeda dengan anak-anak seusia mereka.
Buku An Indigo Celebration  ini merupakan karya lanjutan dari Lee&Jan yang sebelumnya yang berjudul “The indigo Children”. Buku ini mengemukakan tentang cara mengenali anak-anak indigo dan bagaimana cara menangani dan berinteraksi dengan mereka. Buku ini berisi berbagai surat dan tanggapan orang-orang atas karya mereka tersebut. Buku ini cukup ringan karena berisi kisah-kisah dan penuturan para “penasihat cilik” ketika ditanya tentang  makna cinta, pernikahan dan berbagai hal. Ada pula cerita para orang tua yang kemudian menyadari bahwa anak yang mereka anggap sebagai “anak yang bermasalah”, “anak yang terlalu aktif”, “anak yang berbeda”, pada dasarnya adalah anak-anak yang normal dengan sebuah kelebihan yang telah di anugerahkan Tuhan pada anak mereka.
Seperti penuturan salah seorang ibu yang anaknya mengeluarkan sebuah kalimat bijaksana yang tidak lazim disebutkan oleh anak seusianya. Kim Mander memiliki anak usia 6 tahun yang menurutnya merupakan anak indigo. Suatu hari anaknya tersebut mengucapkan kalimat, Tidak penting seberapa kuat kamu di luar, yang penting adalah seberapa kuat kamu di dalam”. Kisah ini dituliskan pada halaman 10 buku tersebut.
Selain itu ada pula tulisan beberapa orang anak saat ditanya mengenai apa yang ingin mereka lalukakn di masa depan. Di halaman 55-62 buku tersebut, terburai berbagai kebijaksanaan anak-anak yang jika merekalah yang menata dunia masa kini, maka yang akan kita temui adalah kedamaian, kesetaraan, kebaikan dan rasa saling menyayangi dan mengasihi. Mereka mampu berbicara tentang impian menjadi sebuah sosok yang mampu berbagi dengan orang lain. Jika sosok ini mampu dibimbing dengan kepolosan dan kejujuran serta nurani murni hingga dewasa, maka kelak dunia akan memiliki sekumpulan orang yang mampu menyebarkan benih kebaikan yang akan berbuah hingga masa yang panjang. (bukankah kebaikan itu menular?? Jika sebuah kebaikan yang dilakukan oleh sekelompok anak ini bisa menular maka dalam 30tahun mungkin kebaikan ini bisa menyebar pada seperempat manusia di bumi. Alangkah indah dunia dengan adanya seperempat populasi yang siap menyebar cinta dan kasih sayang)
Selain itu dalam buku ini juga diungkapkan beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk menyiapkan diri sendiri dalam menghadapi anak-anak indigo yang (menurut buku itu) akan membawa keseimbangan sendiri dalam hidup ketika mempraktikkannya. Beberapa tindakan tersebut antara lain Cara berbincang dengan jiwa anak-anak dalam diri anda (ringkasan), cara mengasuh jiwa anak-anak dalam diri anda.
Buku ini menarik untuk dibaca terutama oleh para orang tua dan para pengajar. Anak-anak yang hiperaktif bukan berarti mereka adalah anak-anak yang nakal. Bisa saja mereka adalah anak-anak normal yang menyimpan kelebihan yang hebat. Kebijaksanaan dan kecerdesan emosional adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dimiliki, namun anak-anak tersebut memiliki di usia yang sangat muda seolah mereka telah pernah mengetahuinya sebelumnya. Itulah sebabnya mereka menjadi sosok yang sulit ditangani karena mereka merasa bahwa mereka tidak bisa dipahami.
Quote dari buku ini
“Orang-orang yang seperti anak-anak bukanlah orang yang perkembangannya terganggu. Sebaliknya, ia adalah orang yang memberikan kesempatan kepada dirinya sendiri untuk terus berkembang setelah sebagian besar orang dewasa menenggelamkan diri mereka ke dalam kepompong kebiasaan dan kelaziman.”—Aldous Huxely—
“Mereka semua hanya ingin melakukan yang terbaik,… Mereka ingin menciptakan perbedaan, menjadi special, dan didengarkan. Mereka ingin melakukan hal-hal yang benar”— Esai oleh Justin Turner “Mereka Tidak Seperti Kita”—    Esainya membahas tentang anak-ank indigo, namun kalimat di atas saya rasa juga mengacu pada keingin pribadi hampir semua orang. Kita semua ingin dianggap special dan ingin didengarkan.

22 April 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)