Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

..puisi..

Rewind - memundurkan waktu Menatap langit berawan seraya memikirkanmu, aku dan kita..

Masih teringat olehQ pada saat langit berawan Q menatapmu untuk pertama kali..

Saat tanah bantimurung basah oleh rintik langit itulah saat pertama kali Q memutuskan untuk blajar b'bagi beban denganmu..

Saat langit gelap dipergantian senja mengintip dibalik dahan pohon tanganmu menggenggam tanganQ dan menemaniQ melangkah.

Di bawah langit hujan pula kita berpisah dengan hati yg terluka krn kenangan masa laluQ.

Hujan kembali menemani kita saat kemanjaanQ membuatmu harus menyapaku disalah satu sisi gunung dengan jalan yg berbatu.

Kemudian disaksian oleh gelombang yang menyapa pantai, pertama kalinya aku memintamu menempatkanku sebagai bagaian masa depanmu.

Dan hujan kembali mengujiku dalam usaha untuk mengukir senyum diwajahmu pada hari bahagiamu. Kehadirannya memaksaku menggigil kedingin untuk menemukan sebatang lilin berbentuk angka 1.

Kemudian baru kusadari, hujan pun mengintip cerita "break" ya…

..ngubek-ngubek tulisan lama..(part 2??)

Aku berjalan sendirian..lupa kemana aku ingin pergi.. Kehilangan tujuan dan pegangan di pertengahan jalan.. Aku memandang berkeliling berusaha menemukan tempat yang mampu menenangkan kegundahanku dan menjadi tempatku berteduh dari hujan yang mulai menitik  tanah.. Di tengah kegundahan itu aku terus berharap melihat sebuah wajah.. Wajah yang mampu memberiku ketentraman, kenyaman dan sekedar asa untuk tetap berjuang.. Namun aku tak tahu wajah siapa yang harus kupandang.. Wajah siapa yang aku cari.. Karena aku tahu..AKU SENDIRI.. Tak ada lagi yang mampu kujadikan kawan, sahabat dan tempat berbagi.. Tiba-tiba kesadaran menghantamku.. Ternyata cinta itu ada di sana..padanya yang tak mampu lagi ku raih.. Padanya yang telah kusia-siakan.. Padanya yang terus menanti hingga waktu  tak lagi memberinya sisa hari..
14-09-2009

..you and I..(part 2??)

Tepat satu setengah tahun yang lalu aku memilih untuk membiarkan seseorang ada di sampingku untuk berbagi banyak hal bersama. Meski awalnya keraguan menggelayutiku, namun pada akhirnya aku hanya berfikir akan membiarkannya mengalir seperti air. Arus yang membawaku benar-benar lembut. Hingga akhirnya kami menjadi saling terbiasa satu sama lain. Aku terbiasa mengisahkan semua hal yang kutemui. Warna hariku terasa buram tanpa membaginya dengannya. Setiap kekesalanku kutumpahkan dan kutuangkan sederas-derasnya padanya saat kami bertemu. Dan dia dengan sikap cuek dan nampak tidak peduli dan terkesan tidak serius ternyata tetap menyediakan sekantong besar ruang untuk menampung semuanya. Aku yang selalu cemberut dibuatnya pada akhirnya hanya bisa tersenyum dan tertawa menyadari sikapnya yang tidak ingin memamerkan perasaanya di depan umum. Dia adalah orang yang ketika kepalaku terhantuk sesuatu akan segera mengusapnya dan berkata, “Ah gak sakit kok! Iya kan tidak sakit?”. Mungkin kesannya d…

..pulang & rumah..

hei, katika kita berkata "saya akan pulang ke rumah" maka kita cenderung memaknakannya dengan melangkah ke tempat kita tinggal, tidur, dan berdomisili dalam jangka waktu yang lama. Rumah cenderung kita definisikan sebagai sebuah tempat kita bernaung dari panas dan hujan, tempat kita untuk beristirahat dalam wujud sebuah bangunan.

namun ada hal yang menarik yang akhirnya kupahami dari apa yang selama ini aku nonton dan baca.
orang Jepang menggunakan kata "tadaima" ketika sampai di rumah dan orang di rumah menyambutnya denga kata "okaeri nasai"..di beberapa komik dan film yang aku baca, kata "tadaima" ini diucapkan oleh seseorang tidak hanya ketika mereka baru tiba di tempat tingga yang lazim kita sebut rumah, melainkan kadang digunakan oleh orang yang telah lama berada di luar negeri atau kampung halamannya dan kemudian ketika bertemu kembali dengan orang yang menyambutnya di negeri atau kampung halamannya, maka ia akan berkata "tadaima"…

..kalimat dari “dia”..

Moshi-moshi.. Untuk memenuhi janji yang terlanjur dibuat..aku ingin memberikan penjelasan (atau malah mengisahkan) tentang sebuah statement yang sempat aku posting di Facebook milikku.
“seseorang memintaQ untuk melupaknnya tapi menyimpan ia di hatiQ”
Itu isi postinganku. Mungkin ada yang menganggap bahwa kalimat ini lucu, tidak jelas, atau bahkan tidak bermakna. Namun ini adalah kalimat yang membuatku terdiam dan berfikir saat mendengarkannya. Aku tidak bisa menjelaskan sejumlah fakta yang melatarbelakangi pembicaraan kami karena alasan privasi. Namun aku berharap hal itu tidak akan mengurangi apa makna dari kalimat ini. Semoga.. namun satu fakta yang jelas bahwa hubungan kami cukup spesial (nggak pake telor)..he..he..
/(^_^)\v
Kami sedang terlibat pembicaraan tentang komunikasi yang menjadi bagian dari rutinitas kami yang sangat sulit untuk kuubah. Rasanya hampir semua hal menarik yang kualami dalam hari-hari yang kulewati selalu kuceritakan padanya lewat pesan singkat. Dalam kurun waktu …

..kimi ni kotode..

Ho..ho..postingan kali ini menyangkut jiwa romantis manusia landak.. (^_^)v
halah..mau berjiwa landak apa bukan, cewek tuh cenderung jadi romantis kalo suka baca komik cewek dan nonton film drama..he..he..
Oiya, film yang aku tonton ini adalah sebuah film Jepang dengan tokoh utama bernama Sawako Kuronuma. Sawako tumbuh menjadi seorang anak yang cukup pasif namun senang jika bisa bermanfaat dan melakukan kebaikan untuk orang lain. Namun akibat film horor Jepang dengan tokoh hantunya bernama “Sadako” membuat, Sawako dipanggil Sadako mengingat kehadirannya yang cenderung invisible di sekitar teman-temannya. Selain itu rambut panjang yang menutupi wajah dan wajah yang selalu menunduk serta suara kecil dan cenderung diam, membuat image Sawako sebagai seorang “Sadako” semakin menguat. Kondisi ini membuat Sawako tidak bisa memiliki teman, karena orang-orang disekitarnya langsung ketakutan saat melihatnya.
Kemudian ia bertemu dengan Shota Kazehaya di hari pertama masuk sekolah menengah atas. …

..menyapa kembali impian..

”Menjadi penulis adalah mengungkapkan sesutau yang baru kepada orang lain. Perjuangan hidup yang sebenarnya adalah bukan bertarung degan orang lain melainkan bertarung mealawan nasib burukmu sendiri..
Bukan hidup jika ku berhenti hari ini.. Tak ada artinya impian jika hidup tak lagi memperjuangkannya.. Tak mudah membakar semangat juang untuk menyapa mimpiku
Kalimat di atas kutemukan sebagai sebuah tulisan yang tidak selesai di laptopku. Dari tanggal pembuatannya karya ini adalah karya yang kubuat pada bulan Maret 2010 lalu. Waktu yang sangat lama. Aku ingat bahwa ditahun yang sama aku sedang belajar untuk mebulatkan tekad kembali untuk menjadi penulis. Namun sayangnya hingga kini aku tidak kunjung menghasilkan satu karya baru. Karya yang sempat termuat dalam sebuah majalah (yang kini majalah itu sudah tidak eksis lagi) pada tahun 2010 adalah karya lama yang kuedit ulang.
Entah mengapa hingga kini aku tidak lagi mempu menulis sesemangat dulu. Sesemangat ketika kau tidak memiliki sarana dan…

..mereka bukan anakku..

Buku ini berkisah tentang usaha Torey Hayden untuk membantu anak-anak yangmenderita autisme..membuat mereka siap menghadapi dunia dan memperlihatkan bahwa impian dan kenyataan tidak selalu sama..
Dalam buku ini diceritakan bagaimana Torey menghadapi Lori,seorang gadis yang  mengalami gangguan otak akibat penganiayaan yang dilakukan oleh orang tuanya yang akhirnya membuat luka di otaknya yang membuat ia tidak mampu membaca dan berhitung serta mengenali symbol.
Torey juga harus menghadapi Boo, seorang anak yang memang mengalami keterbelakangan mental yang membuat Boo sibuk dengan dunia khayalnya sehingga tak menyadari lingkungan sekitarnya dan membuat ia tak mampu diajak berkomunikasi.
Torey harus menghadapi Tomaso yang menderita rasa takut yang ditamengi oleh perilaku kasar akibat harus melihat ayah dan kakaknya di tembak mati oleh ibu tirinya.
Torey pun harus mengjadapi Claudia, gadis yang hamil di usia 12 tahun dan tidak siap menjalani itu semua…
Quote fav.Q: -“Nggak ada yang betul-betul s…

..mari berkisah..

Saya yakin, semua orang sudah pernah membaca sedikitnya satu buku yang berisi kisah hidup seseorang baik dalam bentuk fiksi ataupun non-fiksi. Kemudian setelah membacanya, kita semua akan berfikir dari sudut pandang kita masing-masing dan menemukan sesuatu dari kisah tersebut. Kemudian tidak sedikit juga dari kisah-kisah itu yang membuat kita berujar “betapa mengharukannya kisah ini”,  “betapa menyenangkan hidupnya”, “betapa menyedihkan jalan menuju kebahagiaan”, dan entah komentar apapun yang membuat kita merasa bahwa kisah kita tidak seperti kisah itu. Namun aku yakin, sebenarnya setiap orang memiliki kisahnya sendiri yang jika dituliskan menjadi beberapa BAB dengan intensitas emosi yang bervariasi. Ada kalanya kisah di BAB pertama menjadi kisah yang menarik jika memiliki sisi emosional tersendiri (dan sesungguhnya setiap BAB pertama kehidupan seseorang memiliki sisi emosional terutama jika yang menuliskan kisah tersebut adalah ibu dan atau ayah dari pemilik kisah) namun ada pula ya…

..menulis lagi..

Assalamualaykum.. Hai..hai..sudah lama yah aku tidak menulis di blog ini.. Mari kita hitung, moment apa saja yang sudah terlewati..
Hm..”my graduation”..
huwa akhirnya aku lulus juga..S1 sudah di tangan dan itu berarti waktunya kembali menghadapi realita..
tapi alhamdulillah dengan rezeki dari Allah, aku bisa melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di Hub.Internasional UNPAD..
Next, “my survival time at Bandung”..
hm..untuk yang ini aku gagal, karena ditengah bulan Ramadhan, di bulan Agustus tahun ini, aku tumbang dan jatuh sakit. Menyebabkan banyak hal terbengkalai..mulai dari kuliah, hingga puasa dan ibadah selama Ramadhan..
Kemudian ada pula moment “Idul Fitri 1432 H”..
moment ini aku lewati di Makassar bersama seluruh keluarga yang aku cintai. Ada papa, mama dan 4 saudara lelaki. Selain itu, aku bisa kembali berkumpul dengan teman terbaikku Ika Kurniasih dan keluarganya yang bagaikan rumah kedua bagiku. Tempatku melarikan diri saat tidak mampu bertahan dan menghadapi orang lain di manapu…

..jalan-jalan ke Sukabumi..

Kali ini postinganku kali ini kembali tentang kegiatan jalan-jalan.
ya maaf..karena entah kenapa sebulan terakhir kegiatanku lebih banyak berkisar tentang jalan-jalan ke berbagai tempat.
kali ini aku berkesempatan menjejakkan kaki di tanah Sukabumi. Ini pun karena saya “numpang” dengan Papaku yang sedang ada rapat kerja di kota itu. Kemudian saya pun akhirnya berfikir dari pada di rumah sendirian karena kakakku juga ada kegiatan akhirnya aku memutuskan untuk ikut serta di mobil papa (tenang..nggak jadi penumpang gelap kok..hanya jadi penumpang yang merepotkan..he..he..)
Saat mendatangi kota Sukabumi aku sama sekali tidak ada pengetahuan tentang apa saja objek wisata yang ada di kota itu (ini kelalaianku secara pribadi *_*). Alhasil saat tiba di kota ini aku jadi bingung harus jalan-jalan kemana. Akhirnya, menurut info yang ada, di Sukabumi tidak ada lokasi wisata selain sebuh Taman Wisata. Karena tidak ada pilihan lain, aku pun akhirnya memilih mendatangi tempat wisata tersebut. Karena…

..TKI dan permasalahannya..

Jalan-jalan@pare-pare..part II ..

Kisah perjalananku dengan teman2 sekerja di SPORA belum berakhir. Meskipuna awal perjalanan wisata kami cukup mengecewakan akibat tertipu oleh media. Tapi kami tetap mumutuskan untuk sebisa mungkin memanfaatkan acara jalan-jalan kami sebaik mungkin. Sama seperti yang pernah aku posting bahwa apa yang kita nikmati dan jalani adalah pilihan kita sendiri. Hal ini pun nampak dari perjalanan kami di Pare-Pare.
Meski pemandangan di taman wisata Jompie tidak berhasil memenuhi imajinasi kami tentang tempat itu. Namun ternyata saat menjelajahi hutan yang tidak terawat itu, kami mendapati bahwa kami berhasil membangun imajinasi yang baru. Teman sekerjaku –k’sam- yang senang nonton film sibuk mengimajinasikan film horor di kepalanya dengan menjadikan tempat itu sebagai settingnya. (wuih, celetukan tentang “atria, jangan sembarangan ambil foto. Nanti muncul yang aneh-aneh”, sukses meredam kegiatan ‘membekukan moment’ yang sibuk kulakukan. Maklum meski bukan penakut, aku tetap tidak ingin memiliki…

..cerita perjalanan @ Pare-pare..Part 1 Taman wisata Jompie yang terlupa namun terekspos

Atas permintaan dari teman-teman seperjalanan, aku merasa perlu untuk menulis tentang Taman Wisata Jompie  di Pare-pare secara terpisah dari kisah perjalan di Pare-pare. Ada sebuah alasan atas permintaan tersebut. Ini karena KAMI TELAH TERTIPU oleh media.
Keberangkatan kami ke Pare-pare dalam rangka perjalanan bersama dari staf SPORA (sebuah lembaga kursus bahasa Inggris kedokteran) sebenarnya menjadikan Taman Wisata Jompie sebagai tujuan utama. Dengan penuh semangat dan keceriaan, rombongan kecil kami menempuh perjalanan selama kurang lebih 3 jam. Perjalanan dari Makassar hingga Pare-Pare diwarnai berbagai perbincangan menarik, mulai dari kondisi jalanan sebagai implikasi dari tidak terpilihnya Jusuf Kalla sebagai presiden (ini adalah pemikiran pribadiku yang ikut kucetuskan dalam pembicaraan itu..he..he..maklum penggemar JK..(^_^)v) hingga pembicaraan tentang kondisi pendidikan negeri ini.
Selama perjalanan kami cukup penasaran tentang kondisi Taman Wisata Jompie, karena menurut penc…

..perjalanan yang tak terlupakan..

Postingan kali ini masih menyangkut kegiatan rombongan yang saya dampingi. Jika sebelumnya saya menceritakan berbagai tempat wisata yang mereka datangi di Makassar dan Toraja serta perjalanan yang mereka lalui dari Makassar menuju Toraja melalui Enrekang, maka kali ini saya ingin mengisahkan berbagai perjalanan yang benar-benar akan membekas bagi rombongan ibu-ibu ini (seperti pengakuan mereka..although they said that it’s the dirtiest vacation..he..he..*_*)
Setelah belanja kopi Toraja, sekitar jam setengah 3 siang, rombongan langsung berangkat menuju kota Palopo karena sejak pagi rombongan sudah langsung check out dari hotel. Selama perjalanan, banyak obrolan seru perkelompok yang tercipta dan ada pula yang memilih tidur atau sekedar duduk diam menikmati perjalanan. Namuan sekitar pukul 3 dalam perjalanan menuju Palopo, kabut menyelimuti jalan. Hal ini menimbulkan rasa panik dan akhirnya gelombang dzikir pun tercipta. Kecemasan ini terjadi mengingat jalanan yang sedari tadi dilewati a…